Padang Panjang,Sinyalnews.comHarapan besar masyarakat Padang Panjang terhadap layanan air bersih yang lebih baik kini semakin dekat. Proses seleksi calon Direktur Perumda Air Minum Tirta Serambi periode 2025–2030 sudah mengerucut pada tiga nama terbaik yang akan mengikuti wawancara akhir dengan Wali Kota Padang Panjang selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM).
Ketiga kandidat tersebut adalah Nasrullah, SE, MSA (nilai 82), Angga Putra Jayani, S.Si (nilai 81), dan Ilham Ulta Perkasa, SE (nilai 79). Mereka berhasil mengungguli dua kandidat lainnya, yakni Wahyu Tanaka, S.T., M.T dan Sukardi, S.E, M.M, dalam seleksi Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang digelar pada 8–11 September 2025.
Seleksi yang dilakukan Panitia Seleksi (Pansel) meliputi psikotes, ujian tertulis, penulisan makalah dan rencana bisnis, hingga presentasi dan wawancara. Ketua Pansel, Ewa soska S.H, menegaskan bahwa proses berlangsung transparan. “Kami menilai dari aspek kompetensi, integritas, serta visi dalam memajukan PDAM. Tiga nama inilah yang siap diuji langsung oleh Wali Kota,” ujarnya.
Harapan Publik: Air Bersih Tak Boleh Jadi Masalah Lagi
Masyarakat berharap seleksi ini benar-benar menghadirkan sosok direktur yang mampu membawa perubahan nyata. Jangan hanya karena kedekatan dengan penguasa atau ada hal lainnya Selama ini, isu klasik tentang keterlambatan distribusi, kualitas air yang belum konsisten, serta pelayanan yang dirasa kurang maksimal masih sering menjadi keluhan warga.
Praktisi hukum lokal, Romi Martianus, SH, menegaskan bahwa peran direktur PDAM sangat vital. “Direktur yang terpilih harus mampu mengakhiri masalah klasik air bersih di Padang Panjang. Publik ingin bukti, bukan janji,” ujarnya.
Pengamat politik daerah, Indra Gunawan, M.IP, menambahkan: “Nilai akademis dan teknis penting, tapi faktor kecocokan visi dengan kepala daerah juga menentukan. Publik menunggu figur yang visioner dan bersih,” tegasnya.
Peran DPRD Tetap Penting
Meski proses seleksi merupakan kewenangan penuh Walikota sebagai KPM, DPRD Padang Panjang diharapkan tetap menjalankan fungsi pengawasannya. Publik menunggu agar DPRD ikut mengawal kinerja direktur terpilih nantinya, terutama dalam isu peningkatan pelayanan, kualitas air, tarif yang wajar, hingga penggunaan dana perusahaan. Kehadiran DPRD sebagai representasi masyarakat diharapkan menjadi penyeimbang agar PDAM tidak hanya sehat secara keuangan, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi warga.
Komitmen Pemko Padang Panjang
Pemko Padang Panjang melalui proses seleksi ini ingin memastikan bahwa manajemen PDAM benar-benar dipegang oleh figur yang profesional, bukan sekadar jabatan administratif. Wali Kota Padang Panjang menegaskan, pelayanan air bersih adalah hak dasar masyarakat yang tidak boleh diabaikan.
“Kami akan mendukung penuh direktur baru untuk segera bekerja menghadirkan solusi konkret. PDAM harus berbenah, masyarakat tidak boleh lagi dibebani keluhan air bersih. Pemko akan mengawal transformasi ini sampai manfaatnya benar-benar dirasakan,” tegas Wali Kota.
Dengan munculnya tiga nama kuat dalam seleksi kali ini, publik kini menaruh harapan besar. Keputusan akhir yang segera diumumkan akan menjadi momentum penting untuk menjawab keresahan warga.
Masyarakat Padang Panjang menanti: siapa pun yang terpilih, air bersih harus hadir dengan kualitas terbaik, distribusi lancar, dan pelayanan prima.(Paulhendri)!














