Seleksi Direktur PDAM Tirta Serambi Dibuka Sejak 21- 29 8-2025 Tak Satupun Pendaftar
Kursi Basah PDAM Sepi Peminat, Benarkah Sudah Ada Nama di Saku Walikota?
Padang Panjang.Sinyalnews.com-Kursi Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Serambi Padang Panjang yang kerap disebut “kursi basah” ternyata sepi peminat.5 hari sejak seleksi dibuka atau 3 Hari masa kerja hingga Senin 25/8-2025 belum ada satupun yang mendaftarkan diri.
Pengumuman Panitia Seleksi Nomor 03/PANSEL-DIRPDAM-PP/VIII-2025 sejatinya membuka peluang bagi WNI berpendidikan minimal S1, berpengalaman manajerial lima tahun, dan berusia maksimal 55 tahun. Namun, syarat ini ternyata tak cukup menarik minat siapa pun.
“Biasanya posisi direktur PDAM jadi rebutan karena dianggap strategis. Tapi kali ini kosong. Tantangannya memang berat, dari kebocoran air, keterbatasan sumber baku, sampai tuntutan pelayanan yang makin tinggi,” ujar Ir. Andi Rahman, MT (Bukan Nama Asli), sarjana teknik perairan yang pernah menjadi direktur PDAM di daerah tetangga.
Menurutnya, jabatan direktur bukan sekadar fasilitas. “Kalau niatnya hanya mengejar kursi basah, bisa-bisa tenggelam sendiri. PDAM butuh figur dengan kombinasi kemampuan teknis, manajemen modern, dan integritas tinggi,” tegasnya.
Celoteh Warung Kopi Meja Satu
Di tengah sepinya pendaftar, rumor beredar di warung kopi. Dari meja satu terdengar bisikan: nama calon Direktur PDAM kabarnya sudah ada dalam catatan Walikota.
“Kalau memang kursi sudah disiapkan untuk orang tertentu, wajar saja orang malas daftar. Buang-buang waktu dan tenaga, toh ujung-ujungnya yang duduk itu-itu juga,” celetuk seorang pengunjung warung sambil menyesap kopi hitam
umor inilah yang disebut-sebut menjadi salah satu alasan kursi basah Tirta Serambi belum juga diperebutkan.
Menunggu Nyali Siapa?
Ewasoska ,yang diamanahkan menjadi ketua Panitia seleksi (Pansel) saat dikonfirmasi melalui Telepon Selulernya memberi keterangan jika sampai batas waktu resmi batas tanggal 29-8-2025,masih tidak ada yang mendaftar , kita akan perpanjang waktu pendaftarannya tutur Ewa.
Nah melihat kondisinKini publik bertanya, siapa yang berani maju? Ataukah benar kursi itu hanya formalitas untuk mengukuhkan nama yang sudah tersimpan rapi di saku kekuasaan?(Paulhendri)














