Ironi CFD di Tengah Seruan Efisiensi

Padang Panjang.Sinyalnews.com

Setiap Minggu pagi, kawasan perempatan Pasar Padang Panjang disulap menjadi arena Car Free Day (CFD). Jalan-jalan utama ditutup sejak subuh hingga pukul 10.00 WIB. Bagi sebagian orang, CFD adalah ruang sehat dan hiburan akhir pekan. Tapi bagi pedagang dan pembeli pasar, ini menjadi penghalang utama kegiatan ekonomi.

Bagi pedagang, Minggu pagi adalah waktu emas. Tapi kini, potensi itu lenyap akibat penutupan akses. “Kalau jalan ditutup dari jam enam sampai jam sepuluh, siapa yang bisa belanja? Pembeli banyak yang batal datang karena susah masuk. Padahal hari Minggu biasanya paling ramai,” keluh H.Balok seorang pedagang buah tepat di simpang 4 itu

Hal senada disampaikan oleh Edi pedagang lainnya. “Kami ini hidup dari pembeli yang datang pagi-pagi. Sekarang CFD bikin pasar kayak mati suri tiap Minggu. Kami bukan anti CFD, tapi tolonglah, jangan di sini.” akses pendatang mau dari luar ,dan warga jadi terhalang

Baca Juga :  Danlanud Sultan Hasanuddin Terima Kunjungan Kaotmilti IV Makassar

Lebih ironis lagi, CFD bukan kegiatan tanpa biaya. Ada biaya untuk petugas keamanan, instruktur senam, alat-alat, listrik, hingga pengeras suara. Padahal, saat ini pemerintah pusat melalui himbauan Presiden RI tengah mendorong seluruh daerah untuk menerapkan efisiensi anggaran.

“Katanya daerah harus hemat anggaran, tapi CFD ini kan malah pakai banyak biaya. Kami heran, katanya efisiensi, tapi pasar jadi korban,” tambah Edi.

Lagian, Kita kota serambi mekah, kok dipamerkan seorang wanita dengan pakaian ketat sebagai instruktur senam di atas pentas jingkrak jingkrak dan dibawahnya ada bapak bapak, malu pak sama kota kita dengan julukan serambi mekahnya

Pertanyaan pun mengemuka: apakah tidak ada lokasi lain di Padang Panjang yang bisa dijadikan arena CFD? Mengapa harus di jantung aktivitas ekonomi rakyat? Toh Lapangan Khatib Sulaiman alias bancah Laweh luas ujarnya kesal

Baca Juga :  Danlanud Sultan Hasanuddin Secara Resmi Menutup  Latihan Matra Udara I “Sriti Gesit” Tahun 2025

H Balok Pedagang buah dan teman teman nya yang harus tutup sampai pukul 10:00 WIB pada Media ini mengatakan ,Solusi realistis, Pindahkan CFD ke Lapangan Bancah Laweh atau di Jalan Sudirman Depan Secata ,tak perlu tiap minggu Gelar CFD secara dua minggu sekali atau tematik. Dengan melibatkan komunitas, sponsor, dan CSR untuk bantu pembiayaan.

Pemerintah tentu punya niat baik. Tapi niat baik tanpa kepekaan sosial bisa menjadi kebijakan yang merugikan. Kegiatan olahraga dan ruang publik memang penting, tapi jangan sampai dilakukan dengan mengorbankan urat nadi ekonomi masyarakat kecil.

CFD yang sehat dan bermanfaat tetap bisa dilakukan , asal ditempatkan dengan bijak, tanpa mematikan penghidupan orang lain(000)

 

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Berhasil Kendalikan Inflasi, Sonny Terima DIF Rp5,4 Miliar Dari Menteri Tito

BERITA

Gelar Rapat Dinas Kemenag Kota Padang Berikan Penguatan Program Unggulan Selama Bulan Suci Ramadhan 1444 H

ARTIKEL

Menhan Prabowo Kunjungi MBS ke Arab Saudi, Bahas Isu Global dan Palestina

BERITA

Kampus Universitas Negeri Padang Terbakar

BERITA

Meriahkan Hari Jadi Polwan RI Ke-75, Polwan Polda Kepri Gelar Gatur Lalu Lintas

ARTIKEL

Peduli masyarakat pelosok, Satgas Yonif 715/Mtl aktif gelar chek kesehatan berkala

BADAN NEGARA

Kepala Badan Kesbangpol Prov Sumbar Buka Sosialisasi Perundang-undangan Tentang Ormas

BERITA

DPC Partai Demokrat Kab Solok Tunjuk Efdizal SH, MH Gantikan Lucki Efendi Sebagai Wakil Ketua DPRD Kab Solok