Home / BERITA / HUKUM

Thursday, 2 February 2023 - 11:03 WIB

Kejagung Periksa 9 Saksi Terkait Kasus Korupsi BAKTI Kominfo

Jakarta, Sinyalnews.com,- Tim Penyidik pada Kejaksaan Agung ( Kejagung ) memeriksa beberapa orang saksi terkait, dugaan korupsi penyediaan menara Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastuktur pendukung 2,3,4 dan 5 Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

 

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana jumlah saksi yang diperiksa saat ini sebanyak sembilan orang.

 

 

Kesembilan saksi itu adalah, AA selaku Steering Committee PT Aplikanusa Lintasarta, AFM selaku karyawan PT Ardoci Niscala Strategi, TA selaku karyawan PT Indoleds Semesta.

 

Lalu, S selaku karyawan PT Pioneer, RDP selaku Tenaga Ahli Project Manager Unit BAKTI, YK selaku karyawan PT Catur Panca Mandiri, SSD selaku Sekretariat Pokja Pemilihan Proyek Penyediaan Infrastruktur BTS 4G dan Infrastruktur Pendukungnya.

Baca Juga :  Wanita Umur 70 tahun Ditemukan Tewas Bersimbah Darah Bersama Mantan Menantu

 

Kemudian, JK selaku Direktur Keuangan PT Mora Telematika Indonesia, Direktur PT Candrakarya Multikreasi, dan Direktur PT Indopratama Teleglobal dan SA selaku Sekretaris Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia.

 

“Kesembilan orang saksi diperiksa terkait penyidikan perkara dugaan tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana asal tindak pidana korupsi atas nama tersangka AAL, tersangka GMS, tersangka YS, dan tersangka MA,”katanya, Rabu (1/2).

 

Diketahui Kejagung telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus ini. Tersangka AAL yaitu selaku Direktur Utama BAKTI Kemenkominfo mempunyai peran sengaja mengeluarkan peraturan yang diatur sedemikian rupa sehingga tidak terwujudnya persaingan usaha yang sehat serta kompetitif dalam pendapatkan harga penawaran.

Baca Juga :  Menhan Prabowo Hadiri The 1st DEFEND ID’S Day di Bandung, Tegaskan Industri Pertahanan adalah Unsur Vital Pembangunan

 

Untuk tersangka GMS yaitu selaku Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia mempunyai peran memberikan masukan kepada AAL ke dalam Peraturan Direktur Utama. Hal itu dimaksudkan menguntungkan vendor dan konsorsium serta perusahaan yang bersangkutan.

 

Sedangkan, tersangka YS selaku Tenaga Ahli Human Development Universitas Indonesia tahun 2020 mempunyai peran membuat kajian teknis. Dalam membuat kajian teknis itu YS diduga memanfaatkan Lembaga Hudev UI.

 

Sementara tersangka terakhir Account Director of Integrated Account Departement PT Huawei Tech Investment, MA. Dia diduga melawan hukum melakukan permufakatan jahat dengan tersangka AAL.

 

Share :

Baca Juga

BERITA

Padang Panjang dikepung Maraknya Baliho dan Spanduk Caleg Nakal di Zona Terlarang

ARTIKEL

Nevi Zuairina Anggota DPR RI Mengajak Masyarakat Sumatera Barat khususnya Payakumbuh untuk Membangun Indonesia dengan Aman dan Ramah Lingkungan

ARTIKEL

Panglima TNI Rotasi dan Mutasi 117 Pati; Kebutuhan Organisasi dan Regenerasi Kepemimpinan

ARTIKEL

PPDB Sumatera Barat Jenjang SMA/SMK di Mulai

BADAN NEGARA

Kementrian Perindustrian Sepakat Selesaikan Persoalan Aset yang ada di Sumbar

BERITA

Pesawat Ketiga Berisikan Bantuan Kemanusiaan Bagi Warga Palestina Diberangkatkan

DAERAH

Peringatan Puncak Hari Koperasi Tiga Pelaku UMKM diganjar Penghargaan

BERITA

Kapolda Kepri Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Seligi 2023