Home / ARTIKEL / BERITA / BUDAYA / BUMN / EKONOMI / HUKUM / KEMENTERIAN / NASIONAL / UMKM

Sunday, 2 March 2025 - 10:26 WIB

1.100 Karyawan Lokal Terancam PHK Imbas Yamaha Tutup 2 Pabrik Piano

Jakarta, Sinyalnews.com,- Dua pabrik piano milik Yamaha di Indonesia akan menghentikan operasinya pada tahun ini. Akibatnya, sebanyak 1.100 karyawan lokal terancam mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Riden Hatam Aziz mengungkapkan, dua pabrik yang akan tutup adalah PT Yamaha Music Product Asia di kawasan MM2100, Bekasi dan PT Yamaha Indonesia di Pulo Gadung, Jakarta.

“PT Yamaha Music Product Asia yang berlokasi di kawasan industri MM2100, Bekasi akan tutup pada akhir Maret 2025. Pabrik ini mempekerjakan sekitar 400 orang lokal. Sementara PT Yamaha Indonesia di Pulo Gadung, Jakarta, yang memiliki 700 karyawan lokal akan berhenti beroperasi pada akhir Desember 2025,” ujar Riden, Kamis (27/2).

Kedua pabrik tersebut merupakan divisi produksi piano dan berkaitan dengan induk usaha mereka, Yamaha Corporation. Menurut Riden, keputusan penutupan diambil lantaran permintaan pasar yang terus menurun, sehingga produksi dialihkan ke pabrik Pusat Yamaha di China dan Jepang.

Baca Juga :  BRI Regional Office Padang Adakan Khitanan Massal Dalam Rangka HUT BRI ke 127

“Kedua-duanya pabrik divisi piano, karena order menurun diputuskan diproduksi di China dan Jepang,” ujarnya.

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita turut menanggapi rencana penutupan pabrik ini. Ia menyebut secara umum industri manufaktur di Indonesia masih mengalami pertumbuhan positif, yang terlihat dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) serta Purchasing Manufacture Index (PMI) yang terus berada di atas 50 poin.

“Ini yang sedang kami pelajari walaupun perusahaan-perusahaan yang tutup itu menurut pandangan kami sama, jadi realisasi investasi baru cukup besar, gap-nya menunjukkan manufaktur tumbuh di atas 4 persen, tapi bukan berarti dia mewakili industri sepenuhnya, tapi kasus seperti itu (PHK) harus kita pelajari,” ujarnya.

Agus menambahkan, permasalahan penutupan pabrik harus dilihat secara holistik dari hulu ke hilir agar dapat diidentifikasi akar permasalahannya secara menyeluruh.

“Dalam pandangan kami, satu orang PHK itu masalah, karena PHK itu enggak boleh dilihat sebagai statistik. Kita harus mencoba merasakan gimana PHK itu, adik kita, kakak kita, maka isu kasus itu selalu kita pelajari. Apa dia tutup? Kalau tutup, kenapa? Mismanagement? Over ekspansi? Atau tidak bisa bersaing dengan produk lain, sebut saja produk impor yang datang dari negara tertentu, artinya memang competitiveness mereka,” jelasnya.

Baca Juga :  Awas, Pelaku Hipnotis Merajalela di Kota Padang. Seorang Warga Gunung Pangilun Jadi Korbannya

Agus juga menyoroti faktor relokasi produksi ke luar negeri.

“Kalau pindah pabrik relokasi, kenapa? Apa insentif negara tersebut lebih baik dari kita? Kenapa? Jadi semua kasus yang memang terdata, dari kita ada perusahaan-perusahaan tutup, PHK pasti kita pelajari,” pungkasnya.

Sinyalnews.com telah berupaya menghubungi Corporate Office PT Yamaha Indonesia dan PT Yamaha Musik Indonesia Distributor untuk mengklarifikasi kabar penutupan pabrik ini. Namun, pihak yang bersangkutan belum memberi tanggapan hingga berita ini tayang.(MAH)

 

Share :

Baca Juga

BERITA

Tidak Terbukti Bersalah, Terdakwa Sujud Syukur Usai Majelis Hakim Memvonis Bebas 

ARTIKEL

Panglima TNI Sematkan Bintang Yudha Dharma Utama Kepada Menhan RI

BERITA

Sekda Provinsi Sumatera Barat Lakukan Sosialisasi Produk Pembiayaan Syariah Kepada ASN Dalam Rangka Penguatan Perbankan Syariah

ARTIKEL

Aparat Gabungan TNI Pulihkan Keamanan di Distrik Homeyo

ARTIKEL

Tanggul Jebol Diperbaiki, 10 Hektar Area Sawah Klapagada Aman

ARTIKEL

HARI PERTAMA OPERASI AMAN CANDI 2025, BERHASIL UNGKAP KASUS PREMANISME DI BANTARSARI

BERITA

Untuk Keselamatan, Polisi Sampaikan Imbauan bagi Pengunjung di Obwis Pantai

ARTIKEL

Polres Pekalongan Ungkap Tiga Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Bawah Umur, Dua Pelaku Sudah Lanjut Usia