Home / BERITA / BUDAYA / DAERAH / EKONOMI / KEMENTERIAN / NASIONAL / PERISTIWA

Tuesday, 10 December 2024 - 09:41 WIB

Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza membuka Andalas Business Matching ke-2 Dengan Tema Sinergi Lokal Untuk Pertumbuhan Global di Padang

PADANG, SINYALNEWS.com, – Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Wamen UMKM) Helvi Moraza menyakini Andalas Business Matching (ABM) ke-2 yang diselenggarakan oleh Universitas Andalas (Unand), Padang, dapat menjadi katalisator penting dalam mendorong sinergi lintas sektor untuk penguatan UMKM.

Dia menegaskan bahwa, kolaborasi ini sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan yang dihadapi UMKM, khususnya di Sumatra Barat. Hal ini disampaikannya saat membuka ABM ke-2 dengan tema Sinergi Lokal untuk Pertumbuhan Global di Hotel Truntum kota Padang, Senin (9/12/2024).

Acara ini bukan sekadar forum biasa, melainkan wadah strategis yang mempertemukan Akademisi, dunia usaha, Pemerintah, dan investor. Melalui sinergi ini, kita dapat mempercepat pertumbuhan UMKM sekaligus memastikan mereka siap bersaing di pasar internasional,” katanya.

Wamen Helvi juga mengingatkan pentingnya peran UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional, dengan kontribusi sebesar 60,5 persen terhadap PDB dan serapan tenaga kerja hingga 96,9 persen.

Namun, dia menggaris-bawahi tantangan besar yang masih dihadapi UMKM, termasuk rendahnya partisipasi dalam Rantai Pasok Global (GVC).

“UMKM kita belum cukup kompetitif untuk menembus pasar global. Di sisi lain, mayoritas UMKM juga masih belum terhubung ke rantai pasok industri,” ucapnya.

Wamen UMKM menjelaskan ada dua hal untuk mengatasi permasalahan perdagangan internasional.

“Pertama, rasionalisasi pajak ekspor dan impor bahan baku, lalu kedua, memfilter barang-barang impor yang membahayakan produk lokal,” tuturnya.

Baca Juga :  Edy Oktafinadi, Terima Tim Monev Pengelolaan Tekhnologi Informasi dan Komunikasi Kemenag RI

Untuk itu, kata Helvi, Kementerian UMKM sedanf berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan untuk merancang program UMKM Bisa Ekspor”.

“Kami sedang upayakan melalui program tersebut, memberikan peluang agar UMKM bisa memperluas pasar dan bisa bertahan di pasar global,” ujarnya.

Kolaborasi lintas sektor adalah kunci untuk membuka peluang yang lebih luas, termasuk akses pasar, pendampingan, pelatihan, dan adopsi teknologi.

“Kementerian UMKM terus berupaya untuk mendukung kemitraan dan membantu UMKM naik kelas dengan program Inabuyer untuk menghubungkan UMKM dengan korporasi besar dan BUMN, serta program kampus UMKM guna mendorong UMKM untuk go digital, go export, dan go standard,” tuturnya Wamen UMKM.

Selain itu, Wamen UMKM juga mengapresiasi Unand atas perannya sebagai penggerak ekosistem inovasi di Sumatra Barat.

“Unand memiliki peran strategis sebagai jembatan antara akademisi, dunia usaha, dan pemerintah. Kami sangat mengapresiasi inisiatif Unand dalam mendorong kolaborasi lintas sektor, yang tidak hanya meningkatkan daya saing UMKM di pasar lokal, tetapi juga membuka peluang besar untuk menembus pasar global,” ujarnya.

Helvi berharap, melalui acara seperti ABM, UMKM dapat semakin terhubung dengan ekosistem global, memperluas jaringan pasar, serta menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan ekonomi global.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Unand Efa Yonnedi menyampaikan perguruan tinggi sebagai pusat inovasi bisa menjadi lokomotif penciptaan wirausaha berbasis teknologi dan inovasi sebagai alat untuk persaingan pasar.

Baca Juga :  Tingkatkan Kemampuan Teritorial, Kodim 1710/Mimika Laksanakan Latnister

“Melalui hal tersebut, ini akan bisa memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi, sekaligus memaksimalkan potensi daerah, membuka lapangan kerja, serta membuat UMKM berkelanjutan, naik kelas, dan masyarakat sejahtera,” katanya.

Efa berharap agenda ABM ke-2 bisa mengajak seluruh pelaku bisnis untuk membangun sinergi dan kolaborasi.

“Ini diharapkan bisa membangun networking yang dapat menghasilkan kesepakatan bisnis yang mampu mengakselerasi perkembangan UMKM di Sumatra Barat,” tuturnya.

Dalam ABM k-2 turut menampilkan Tari Persembahan dari Unit Kegiatan Seni Universitas Andalas.
Panel Diskusi 1 yang membahas tentang Kolaborasi Bisnis Unand dengan Pemerintah yang dipaparkan oleh Rektor Unand Dr.Efa Yonnedi,MPPM Akt CA CRGP bersama Wali Kota Padang terpilih Fadly Amran, BBA.

Berikutnya Panel Diskusi 2 Peluang Bisnis Universitas Andalas (UNAND) sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) setelah diundangkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 95 Tahun 2021 pada tanggal 31 Agustus 2021 dengan Pemateri : Ahmad Kamil( CEO Universitas Teknologi Malaysia Company Holdings), Eric Wahyudyono (Direkrur PT.Penerbit IPB Press), dan Dr.dr.Andani Eka Putra,M.Sc (Direktur Pengembangan Unit Usaha dan Bisnis Unand)

Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari pada 9-10 Desember 2024 ini juga menampilkan berbagai produk dari para pelaku UMKM kota Padang. (MAH)

Share :

Baca Juga

BERITA

Kadis Pendidikan Sumbar Tutup Gelaran LKSN SLB Tingkat Provinsi Sumbar tahun 2023  

ARTIKEL

Kuota Haji Indonesia Tahun ini 221.000 Jamaah. Tak Ada Batasan Umur

BERITA

Mati Mesin di Perairan Barat Nusakambangan, 5 Orang ABK KM. Alviano Dievakuasi Dalam Keadaan Selamat

ARTIKEL

Demonstrasi Melukis Kaligrafi 100 Meter Bakal Meriahkan IMLF-4 pada 100 Tahun Jam Gadang Bukittinggi

ARTIKEL

Aqsho Habibi Umar Dani Siswa SMAN 16 Wakili Kota Padang Lomba Kompetensi SiswaTingkat Provinsi

BADAN NEGARA

Koramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes Latih Paskibra.

BERITA

Wisatawan Hilang Terseret Ombak Saat Mandi di Pantai Laguna Mirit 

ARTIKEL

Pendampingan Ketahanan Pangan, Babinsa Semangati Petani Maos Lor