Home / BERITA / BUDAYA / DAERAH / HUKUM / INTERNASIONAL / KEMENTERIAN / NASIONAL / PERISTIWA / POLITIK / SINYAL HIKMAH

Saturday, 21 January 2023 - 14:25 WIB

RTRW Harus Direvisi, Sumbar Moratorium Tambak Udang Vaname

RTRW Harus Direvisi, Sumbar Moratorium Tambak Udang Vaname

Padang, Sinyalnews.com – Perkembangan pesat usaha tambak udang vaname di Sumatera Barat ternyata menimbulkan persoalan lain terkait penataan kawasan. Perda RTRW masing-masing daerah belum mengakomodir ketentuan tentang kawasan perikanan di kawasan pantai.
Sehingga pada awal usaha tambak ini dibangun, para petani mendirikan tambak di sepanjang bibir pantai tanpa memperhatikan ketentuan tentang sempadan pantai.
“Untuk hal ini, beberapa kabupaten/kota telah melakukan revisi terhadap Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) guna mengakomodir aktivitas perikanan di kawasan pantai,” terang terang Desniarti kepada wartawan, Jumat (20/1/2023), di kantornya.
Berdasarkan ketentuan UU No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, lanjutnya, ditetapkan sempadan pantai berjarak minimal 100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat. Sempadan pantai ini berfungsi untuk mencegah abrasi pantai dan melindungi pantai dari kegiatan yang merusak fungsi dan kelestarian sekitar pantai.
Beberapa tambak yang berada di pinggir pantai itu, ditemukan juga tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Hal ini dikhawatirkan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan.
Namun karena proses revisi RTRW memakan waktu lalu yang lama, maka pada tahun 2021, pihaknya telah berkirim surat ke kabupaten/kota agar melakukan moratorium tambak di pinggir pantai melalui Instruksi Gubernur Sumbar Nomor 1011/INST-2021 tentang Moratorium Tambak Udang Vaname.
“Setelah moratorium ini, pihaknya tidak mengizinkan lagi untuk membangun tambak.Seluruh daerah kita minta menghentikan pembangunan tambak udang baru yang tidak sesuai dengan Perda RTRW kabupaten/kota,” ujar Desniarti didampingi Sekretaris DKP Resi Suryati, Kabid Perikanan Tangkap Donni R. Putra, Kabid PDSKP Yulia Madhona.
Selanjutnya, pihaknya meminta kabupaten/kota untuk mendata para petani tambak ini baik yang sudah memiliki izin maupun yang belum mengantongi izin. Nanti akan kita koordinasikan dengan Kementerian ATR/BPN tentang kemungkinan tambak-tambak yang sudah terlanjur dibangun tanpa memperhatikan sempadan pantai ini dapat tetap melanjutkan usahanya.
Usaha tambak udang vaname di Sumatera Barat sangat menjanjikan. Saat ini usaha tambak udang ini dikembangkan di Padang Pariaman, Pesisir Selatan dan Kota Padang. Tambak udang ini memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi daerah. Namun perkembangannya harus sesuai peruntukan wilayahnya berdasarkan Perda RTRW. (devi)

Share :

Baca Juga

BERITA

KAI Daop 1 Jakarta sampaikan permohonan maaf beberapa KA jarak jauh alami kelambatan, ini penyebabnya

ARTIKEL

BPBD Kota Padang Goes To Campus

ARTIKEL

Residivis Narkoba Kembali Tertangkap Edarkan 22 Gram Sabu di Jeruklegi Cilacap

ARTIKEL

Polsek Sampang Polresta Cilacap Goes To School: Membangun Karakter dan Sosialisasi Pencegahan Bullying di SMAN 1 Sampang

BERITA

Juara Umum Jambore Ranting Muara Sugihan Tingkat MI Maupun KMI Putra Dan Putri Pondok Modern Daarul Abroor

BERITA

Meriah dan Bertabur Hadiah Puncak HUT Ikasmantri ke 43

ARTIKEL

BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami

ARTIKEL

Jaksa Agung Rotasi Anak Buahnya, Satu Diantaranya akan Menjabat Sebagai Wakajati Sumbar