Home / BERITA / BUDAYA / DAERAH / HUKUM / NASIONAL

Sunday, 7 July 2024 - 20:27 WIB

Aksi Cepat Tanggap Epyardi Asda Bantu Warga Lubuak Mato Kuciang Dan Nagari Singgalang.

PADANG PANJANG SINYALNEWS.COM – Pasca bencana alam yang terjadi Sabtu malam 11/5 lalu akibat derasnya aliran lahar dingin yang berasal dari luapan air yang dari lereng Gunung Singgalang dan lahar dingin Gunung Marapi itu memutuskan jalan utama Padang Panjang menuju Nagari Singgalang, tak hanya itu derasnya air itu mengakibatkan jebolnya pemandian Lubuak Mato kucing sebagai salah satu ikon kota Padang Panjang.

Putusnya jalan yang menghubungkan Padang Panjang dengan nagari (desa) Singgalang Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar itu sampai saat ini belum ada respon pemerintah kota maupun provinsi yang juga mengnyutkan warga di Kelurahan Sangkua Silaing Bawah Kecamatan Padang Panjang Barat itu.

Sehingga kondisi jalan itu terus berlanjut seperti itu, masyarakat sekitar Pasar Usang serta Wali Nagari Singgalang melakukan tindakan besar guna membuat jembatan penghubung agar akses jalan itu kembali dapat dilalui oleh masyarakat.

Dalam goro besar warga lubuak mato kuciang dan nagari singgalang itu, puncak cinta ulama pun tiba, salah seorang sosok calon pemimpin Sumatera Barat Kapten Epyardi Asda sejak musibah bencana alam melanda Sumbar, Dia selalu mendapat tinjauan lokasi – lokasi terdampak bencana. Meluncurkan berbagai bantuan dan bedah rumah serta bantuan uang tunai.

Bakal calon Gubernur Sumbar itu, mendapatkan informasi kalau akses jalan yang menghubungkan Kota Padang Panjang dan Nagari Singgalang itu masih terbengkalai, Epyardi Asda langsung menuju lokasi di temani Ketua Partai Amanat Nasional Kota Padang Panjang Mardiansyah dan Bakal Calon Wakil Walikota Padang Panjang Allex Saputra.

Baca Juga :  Berharap Dukungan Semua Pihak Wujudkan Padang Kota Wakaf, Berikut Ungkapan Kepala Kantor

Epyardi Asda melihat kondisi kerusakan secara langsung itu di lubuak.mato.kuciang yang rusak akibat terjang banjir lahar gunung Merapi yang kini tengah dikerjakan gotong royong bersama oleh warga lubuak mato kuciang Pasar Usang dan masyarakat nagari Singgalang yang dimotori Mesra wali nagari Singgalang Tanah Datar langsung mengambil sikap demi.perbaikan jalan vital tersebut.

Tak hanya sekedar janji dan janji manis, kedatangan Epyardi Asda menyambut Seri Mesra, wali nagari Singgalang dan ratusan anak nagari serta warga lubuak mato kuciang Pasar Usang Padang Panjang. Dalam kesempatan itu, Epyardi langsung menyumbangkan 120 karung semen dan 50 bedah rumah, serta menjembatani ke BKSDA Sumbar agar jalan dan jembatan yang putus ini segera diselesaikan.

Sebagai bakal calon Gubernur Sumbar 2024-2029 yang kini miris melihat kondisi umum Sumatera Barat, Epiardi Asda bertekad kembali membangun batang tubuh lima belas tahun terakhir ini. Buktinya Sabtu siang 6/7 dia mendatangi lokasi, Minggu 7/7 pagi Alat berat yang menjadi kebutuhannya sampai di lokasi lubuak mato kuciang

Melihat datangnya alat berat yang datang dari Epyardi Asda, Wali Nagari Seri Mesra S.Hum Singgalang sangat mengapresiasi bantuan yang cepat dari Epiyardi Asda, kami membutuhkan pemimpin yang visioner seperti ini, pemimpin yang tegas dan peduli dengan kebutuhan masyarakatnya. Ujar Seri Mesra di media.

Dilokasi yang sama dengan Rini warga lubuak mato kuciang Pasar Usang Padang Panjang yang juga terdampak bencana lahar dingin itu, sangat berterima kasih kepada Bupati Solok itu, dia bukan hanya janji janji tapi dia datang dengan bukti apa yang dia katakan. Dia tegas dan berlandasan agama, kita butuh pemimpin Sumatera Barat seperti ini. Ujarnya.

Baca Juga :  Dansatgas Cek Pembuatan Drainase Dengan Alat Berat Excavator

Hal itu juga dikatakan E.Gindo Sinaro tokoh masyarakat Pabasko mengatakan tidak mudah menjadi pemimpin, karena akan ditanya semua yang dipimpinnya. Kita semua akan ditanya oleh Allah Swt jika para pemimpin membiarkan rakyatnya dalam kemaksiatan, tidak melakukan amar makruf nahi munkar, apalagi jika melihat kondisi pemimpin akhir zaman saat ini yang tidak merasa bersalah dan bangga dengan berbagai kemungkaran yang akhirnya mendatangkan musibah bencana pada kita semua.

Meskipun demikian Gindo Sinaro mengakui untuk menata dan meletakkan arah pembangunan Sumbar tidak semudah membalikkan telapak tangan.Tetapi satu hal yang tidak dapat dipungkiri, bahwa puncak manajemen pembangunan Sumbar itu terletak pada figur pemimpinnya.

“Kalau pemimpinnya loyo, tidak bisa tegas dan tidak berwibawa, yang hanya memikirkan kelompok dan pengikutnya saja, maka yang di bawah juga akan ikut loyo. Untuk itu pemimpin Sumbar ke depan harus memiliki sikap tegas dan rasa memiliki yang tinggi,” ungkap politikus Nagari Singgalang itu.

Selain itu tambahkan dia, yang terpenting lagi, sosok pemimpin itu harus memiliki kepekaan dalam membuat kebijakan. Sehingga kebijakannya tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kepentingan masyarakat umum.Apalagi di tengah kondisi bencana alam yang memporak-porandakan sendi-sendi pembangunan dan ekonomi masyarakat saat ini.(Paulhendri)

Oplus_0

Share :

Baca Juga

BERITA

Irjen Ahmad Luthfi Dorong Polwan Jadi Influencer Kamtibmas

BERITA

Dukung Pengembangan Ekowisata, Kemitraan dan Pemkot Bangun Breakwater di Kawasan PIM Pekalongan

ARTIKEL

Pelatprov PSTI Sumbar sudah ditabuh Ketum Ermizen, S.Pd

BERITA

SDN 12 ujung gading kecamatan lembah melintang mengadakan kegiatan Porseka tahun 2023-2024

BERITA

Wujud Kepedulian Satgas Yonif 122/TS Dengan Bantu Perbaikan Jembatan Penghubung Menuju Gereja GKI Eden Kampung Suskun Papua

ARTIKEL

Gubernur Sumbar Usulkan Penambahan Isi Rombel SMA kepada Kemendikbudristek Dikarenakan Masih Ada Siswa Tamatan SMP Yang Belum Dapat sekolah

ARTIKEL

Kapolresta Cilacap Kunjungi Polsek Jajaran, Tekankan Profesionalisme dan Sinergitas TNI-Polri

ARTIKEL

Selalu Hadir Bersama Warga Binaan, Babinsa Mapurujaya Bantu Petani Panen Jagung