Home / BUDAYA / NASIONAL / SINYAL HIKMAH

Monday, 17 June 2024 - 09:23 WIB

Prof, Dr, Ir, Badrul Mustafa Kemal Sebagai Khatib Shalat Idul Adha di Masjid Ikhlas Tabek Gunung Pangilun

PADANG SINYALNEWS.COM – Khatib shalat Idul Adha 1445 Hijriah di Masjid Ikhlas Tabek Kelurahan Gunung Pangilun kec Padang Utara, Prof, Dr, Ir, Badrul Mustafa Kemal mengatakan bahwa Idul Adha merupakan manifestasi dari ketulusan berkorban, kerendahan hati untuk melakukan refleksi sejarah dalam mengenang pengorbanan dan mengorbankan Nabi Ibrahim AS.

“Jika Idul Fitri merupakan manifestasi kemenangan atas nafsu, maka Idul Adha merupakan manifestasi dari ketulusan berkorban, kerendahatian untuk melakukan refleksi historis dalam mengenang perjuangan dan pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan putra Ismail AS, sekaligus memaknai nilai-nilai spiritual dari manasik haji,” kata Prof. , Badrul Mustafa Kemal yang juga Dosen FMIPA Universitas Andalas Padang saat menyampaikan khutbah di Masjid Ikhlas, Senin (17/6/2023).

Prof Mustafa menyampaikan khutbah dengan tema “Reaktualisasi pesan moral Idul Kurban bagi wujudnya masyarakat yang harmonis dalam kebhinekaan”.

Ia mengatakan bahwa Idul Adha sejatinya merupakan kesinambungan jalan kesalehan sosial spiritual dari Idul Fitri.

Menurutnya, Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha bermuara pada nilai-nilai kepedulian, ketakwaan, dan kesalehan sosial berupa ketulusan memaafkan, pentingnya silaturahim, dan etos berbagi yang disimbolkan dengan zakat fitrah pada Idul Fitri dan daging kurban pada Idul Adha.

Baca Juga :  Panglima TNI Mendampingi Presiden RI Pada Rakornas Penyelenggara Pemilu

Kedua hari raya tersebut, kata dia, berangkat dari panggilan iman melahirkan kemanusiaan universal, terutama aktualisasi nilai-nilai hak asasi manusia, seperti yang dikumandangkan Nabi Muhammad SAW dalam khutbah wadanya di saat wukuf di Arafah.

“Haji bukan hanya sebagai kewajiban dan rukun kelima dalam Rukun Islam, melainkan sebagai ibadah sosial. Kerinduan kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad menjadi unsur utama dalam menjalankan ibadah ini, di dalamnya mereka dikumpulkan dari berbagai ras, etnik, suku dan bangsa,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa salah satu makna sosial haji yang menghubungkan antara manusia dengan manusia lainnya sebagai makhluk sosial, yakni penyadaran akan adanya kebhinekaan umat Islam.

Umat ​​Islam saat ini telah menyebar di berbagai negara dan belahan dunia, mulai dari negara paling barat hingga paling timur.

Tentunya, kata dia, di antara umat Islam tersebut terdapat perbedaan dalam keberagamaannya, mulai dari mazhab yang paling liberal sampai mazhab yang paling fundamental, aliran kiri maupun kanan, dan lain sebagainya.

“Karena berbagai perbedaan tersebut, umat Islam harus sadar bahwa kebhinekaan umat Islam itu tidak bisa dihindari, karena adanya perbedaan adat-budaya, pemahaman keislaman, tingkat intelektualitas, bahasa, dan lain sebagainya. Kebhinekaan umat Islam merupakan sebuah realitas yang niscaya ada,” ujar Prof, Mustafa

Baca Juga :  Jacob Ereste : Israel, PBB dan Amerika Serikat Pun Agresor

Meski demikian, Khatib mengatakan kebhinekaan dan multikulturalitas umat Islam tersebut disatukan dengan lafaz “labbaika Allahumma labbaik…” yang diserukan ketika melaksanakan ibadah haji, sehingga makna sosial haji yang kedua adalah kesatuan dan persamaan.

Menurut dia, kesadaran akan kebhinekaan umat Islam yang terkandung dalam pelaksanaan ibadah haji, seharusnya dapat meningkatkan kesadaran akan kebhinekaan umat manusia dalam konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Jika dalam ibadah haji kita mampu melebur dalam ikatan ukhuwah Islamiyyah dan mengabaikan segala perbedaan mazhab, ras dan kelas sosial. Maka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kita pun mampu melebur dalam ikatan ukhuwah Insaniyah dan mengabaikan segala perbedaan termasuk perbedaan agama dan keyakinan,” katanya. .

Sebelum pelaksanaan shalat Idul Adha, pengurus Masjid Ikhlas menghimpun dana untuk kelangsungan pembangunan Mesjid Ikhlas. “Alhamdulillah, infak yang terkumpul pada hari ini berjumlah lebih kurang Rp 5,5 juta” ujar Drs, Syafrian Naili, Ketua Pengurus Masjid Ikhlas

(Marlim)

Share :

Baca Juga

BERITA

Wujudkan Swasembada Pangan Di Wilayah, Dandim 1710/Mimika Tinjau Lahan Kosong  Untuk Rencana Dibuka Menjadi Lahan Persawahan Agar Menjadi Produktif

ARTIKEL

Daftar ke KPU Bukittinggi, Ramlan-Ibnu Disambut Tumpah Ruah Masyarakat

BERITA

5 Petak Rumah di Tabing Kota Padang Habis dilalap si Jago Mera

ARTIKEL

Nasionalisme Warga Perbatasan Menggema, Satgas Yonif 126 Kalacakti Hadiri Pembentukan Panitia HUT RI ke-80 di Distrik Ninati

ARTIKEL

TNI Dukung Kebebasan Berpendapat, Tolak Intimidasi Dalam Kehidupan Demokrasi

ARTIKEL

LSLI : Guru/Dosen Memilih Amsakar Sebanyak 66,7% Untuk Pilwako Batam 2024

BERITA

Kasus Dugaan Korupsi Taman Budaya Masuk Tahap Baru

BERITA

Mengabdi Untuk Masyarakat, Anggota DPRD Kota Padang Faisal Nasir menggandeng PJU Dinas Perhubungan Kota Padang Melakukan Pemeliharaan Lampu Jalan di Kecamatan Nanggalo Kota Padang