Ujung Tanjung, Rokan Hilir,SINYALNEWS.COM,-
Dua jembatan Ujung Tanjung yang melintas diatas sungai Rokan berdiri berdampingan jembatan lama dan jembatan baru. Dari jauh jembatan tersebut terlihat kokoh dan indah untuk dilihat. Jembatan yang lama dilalui oleh kendaraan yang datang dari arah Dumai atau Duri dan jembatan yang baru dilalui oleh kendaraan yang datang dari arah Ujung Tanjung. Salah satu jembatan kembar Ujung Tanjung terancam tidak bisa untuk dilewati oleh semua jenis kendaraan yakni jembatan yang dari arah Ujung Tanjung.

Pengamatan Sinyalnews.Com langsung di lapangan di jembatan ujung tanjung untuk melihat kondisi lantai jembatan yang terbuat dari beton bertulang dilapisi dengan Aspal Hot Mix pada posisi sebelah kanan, berjarak sepertiga dari pangkal jembatan terlihat rusak. Kerusakan tersebut cukup serius dan berpotensi untuk kerusakan yang lebih besar dan parah jika tidak segera ditangani. Aspal penutup beton terkelupas kurang lebih 1,5 m2 dan tulangan jembatan sudah terlihat dan sudah mulai terlihat berkarat.
Lalu lintas yang padat dengan kendaraan berat setiap harinya yang melintasi jembatan tersebut tentu akan membuat kerusakan yang lebih besar lagi. Secara teknis besi tulangan yang terlihat keluar dan mendapatkan getaran serta goncangan setiap hari tentu akan mengganggu penulangan lantai secara keseluruhan.
Pemeliharaan jembatan tentu dilakukan secara periodik dan Komprehensif dan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian PUPR Direktorat Jendral Bina Marga dan Pemerintah Daerah dimana tempat jembatan tersebut berdiri tentunya. Kondisi penggunaan jembatan dikarenakan padatnya lalu lintas juga berpotensi terhadap kerusakan jembatan yang tentunya juga perlu melakukan penangan yang cepat untuk menghindari kerusakan yang lebih besar.
Seorang pengendara sepedamotor yang setiap hari melewati jembatan ini untuk beraktifitas kepada Sinyalnews.Com mengatakan agak kawatir dengan kondisi rusaknya jembatan ini. Kita tidak tau akan musibah yang datang dan ini bisa mengundang musibah tersebut, imbuhnya prihatin. Penangan perbaikan terhadap kerusakan kecil sekalipun tidaklah harus menunggu masa perawatan atau harus menunggu terjadinya korban manusia atau benda yang melintas di jembatan tersebut. Masyarakat pengguna tentu berharap jembatan yang rusak ini segera untuk dapat diperbaiki. (13 Desember 2023)














