Home / BADAN NEGARA / BERITA / BUMN / DAERAH / EKONOMI / INTERNASIONAL / MAKANAN / NASIONAL / PERISTIWA

Sunday, 10 December 2023 - 09:55 WIB

Pisang Mentawai, Tembus Pasar Malaysia

Padang, Sinyalnews.com,- Pisang Mentawai, tembus pasar Malaysia. Dengan pengiriman rata-rata 30-40 ton sekali kirim, Afrizon, sang eksportir pisang berhasil mengangkat kehidupan petani pisang Mentawai ke arah yang lebih baik.

“Dalam 1 bulan kita bisa eksport pisang sebanyak 8 kali dengan rata-rata setiap pengiriman 30-40 ton” ujar Afrizon.

Afrizon menyebutkan pisang Kepok atau pisang batu asal Mentawai merupakan salah satu dari sekian banyak komoditas hortikultura yang diminati pasar global.  Pisang Kepok mencatat adanya tren peningkatan yang signifikan pada ekspor tahun ini.

Tercatat sebanyak  96 kali sertifikasi ekspor pisang kepok dengan tonase 3 ribu ton senilai Rp. 16,3 miliar ke Malaysia dari Januari hingga Desember 2023.  Sementara pada periode sama ditahun 2022, jumlah sertifikasi ekspor dengan tujuan sama hanya 82 kali, volume 2,4 ribu ton dengan nilai Rp. 12,6 milyar.

Proses pengiriman kata Afrizon, pisang diangkut dari Mentawai dengan truk. Sesampainya di Padang, pisang tersebut dipindahkan ke truk yang akan mengangkut pisang ke Tanjung Balai Asahan. Dari sana pisang di kirim dengan menggunakan kapal laut ke Malaysia. “Panjang prosesnya, akan tetapi harus bagaimana lagi, tidak ada kapal yang melayani rute dari Padang ke Malaysia” ujar Afrizon.

Afrizon berharap pemkab Mentawai dan pemprov Sumbar membantu para petani dan eksportir pisang agar jalur distribusi bisa persingkat. Dengan demikian biaya transportasi akan lebih rendah dan keuntungan yang diperoleh petani bisa lebih besar.

Selain pisang, Mentawai juga penghasil durian terbesar di Sumatera Barat. Selain untuk konsumsi lokal, durian mentawai juga telah mulai mengisi pasar internasional. Durian mentawai selain dikenal lezat, juga memiliki daging yang tebal. Sentra durian mentawai berada di Kecamatan Sikakap, Pagai Utara dan Pagai Selatan, rata-rata produksi 5.440 ton per musim panen.

Untuk di Sikakap sendiri, sebarannya, berada di Desa Matobe dan Desa Taikako. Sementara, untuk dua kecamatan lainnya, yakni Kecamatan Pagai Utara, sebarannya ada di Desa Saumanganya, Betumonga dan Silabu. Sedangkan, di Kecamatan Pagai Selatan, sebarannya terdapat di Desa Malakopak, Bulasat dan Sinakak.

Baca Juga :  Polresta Cilacap Tangkap Seorang Pria Diduga Jadi Kurir Sabu, Barang Bukti Berhasil Diamankan

Datius, 39, petani durian di Sikakap mengatakan, durian di tiga Kecamatan tersebut, sangat potensial. Selain sebagai jenis durian alami dengan usia normal, kata dia, hampir setiap petani di Sikakap memiliki tanaman durian dengan jumlah pohon 3 batang hingga 8 batang. Komoditi durian sudah ditanam sejak lama oleh petani di Mentawai, di samping tanaman lainnya.

“Komoditi durian juga menjadi primadona bagi masyarakat Mentawai, khususnya di tiga Kecamatan di Pulau Pagai. Momen ini, tidak saja dijadikan sebagai konsumsi keluarga, namun juga sebagai momen meraup pundi-pundi rupiah. Sebab, buah durian di Mentawai memang masih lebat buahnya, seperti tahun lalu,” ujarnya.

Durian yang sudah siap panen, biasanya akan langsung didatangi oleh pengepul. Untuk pembeliannya, bisa langsung dilakukan di batang atau harga yang ditetapkan dengan memperkirakan jumlah buah. Maupun, jual beli durian yang sudah matang atau diantar ke pengepul. Untuk harga durian bervariasi dan tidak merugikan petani.

“Paling kecil Rp 5.000, menengah bisa Rp 15.000 dan besar bisa mencapai Rp 20.000 hingga Rp 30.000 per buah. Masa panen durian di Sikakap ini bisa mencapai 1,5 bulan. Biasanya, juga sudah ada mobil yang langsung menjemput dari Padang dengan alat pendingin atau freezer. Kabarnya, durian ini dikirim ke Medan dan Jakarta,” katanya.

Afrizon yang mengetahui, proses pembelian durian di Sikakap mengatakan, saat musim durian di Sikakap dan sekitarnya sudah jelas pangsa pasarnya. Biasanya akan ada asosiasi yang datang membeli langsung durian menggunakan mobile termo atau pendingin yang memiliki kapasitas lebih kurang 4 ton dalam satu trip.

“Prosesnya, setelah daging durian dipisahkan kulitnya, lalu disimpan di dalam wadah plastik. Kemudian durian tersebut dibekukan untuk siap dibawa ke luar Mentawai. Biasanya untuk pendingin ini disiapkan langsung oleh pembeli. Nantinya, juga membuka lahan pekerjaan bagi masyarakat untuk memisahkan durian dengan kulitnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Dua Jet  Tempur Sukhoi SU-27/30 Berhasil Hancurkan Sasaran Strategis Musuh Di AWR

Menurut informasi yang didapat Afrizon, durian tersebut dibawa ke Surabaya dan Medan. Bahkan, ada yang dikirim ke luar negeri, seperti Tiongkok. Hanya saja tantangan saat ini, transportasi yang masih belum optimal untuk Sikakap-Padang. Bila musim komoditi bersamaan, seperti musim jengkol dan durian, sering dihadapkan dengan kondisi transportasi.

Salah seorang tokoh masyarakat mentawai, Andre Kasianus, Senin (2/1) siang menyebut, durian terbanyak berada di tiga kecamatan di Mentawai yang sentranya berada di Kecamatan Sikakap. Untuk luas lahan komoditi durian diperkirakan 2.176 hektare.

“Ini memang tergolong komoditi tanaman yang belum banyak populasinya. Hal ini disebabkan karena durian belum dikebunkan secara intensif oleh masyarakat. Sementara, dari sisi kualitas komoditi durian cukup tumbuh subur di Kepulauan Mentawai. Sebab, hampir setiap petani Mentawai memiliki tanaman durian,” ujarnya.

Di Mentawai sendiri, kata dia, ada dua jenis komoditi durian lainnya yang dikonsumsi oleh masyarakat lokal, seperti toktuk dan kinoso. Dengan ciri durian yang lebih panjang dari durian pada umumnya. Rasanya pun sedikit berbeda dari durian biasanya.

Namun, untuk kalangan masyarakat Mentawai sendiri, varian ini juga banyak penggemarnya. Namun, untuk pemasaran komoditi ini hanya sebatas lokal yang berbeda dari durian biasanya.

“Untuk pemasaran selain dikonsumsi lokal, juga sudah dipasarkan keluar daerah berupa durian beku dan tempoyak. Biasanya pembeli datang langsung dari luar daerah dengan mobil yang dilengkapi pendingin (intercooler). Pemandangan ini hanya bisa kita saksikan pada saat musim durian di Sikakap,” ujarnya.

Ia mengatakan, sentra Sikakap disebut sebagai pusat perekonomian, sebab memiliki dermaga besar. Jadi durian dari Pagai Utara dan Pagai Selatan terpusat di Sikakap untuk dikemas, baru dikirim ke Padang atau luar Mentawai dengan menggunakan kapal. Untuk dua tahun belakangan ini durian sudah mulai diolah, berupa durian frozen, jadi lebih mudah untuk dikirim lewat laut.

(Marlim)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Dihadiri Kabid PSMK, SMKN 5 Padang Gelar Asesmen Diagnostik

BERITA

Warga Villa Bukit Gading Olahraga Pagi Bersama Mantan Kacab Utama Bank Nagari Irwan Zuldani

ARTIKEL

Wakapolres Batang Resmi Membuka Turnamen Voli Bhayangkara Cup 2023

BERITA

Tidak Hanya pada Masyarakat, Bid Propam Polda Kepri dan Ditlantas Laksanakan Gaktibplin Pemeriksaan Kelengkapan Surat-Surat Kendaraan Terhadap Personel Polda Kepri

ARTIKEL

Anton Wira Tanjung, terpilih aklamasi pimpin HNSI Padang Pariaman

BERITA

Sekretaris Kelompok Kerja Kepala Madrasah Prov Sumbar Buka Workshop Bimbingan Konseling

BUDAYA

Forum komunikasi Masyarakat dan Pemuda Pencinta Lingkungan Hidup FKMPPLHI Kembali Lakukan Bakti Sosial Dan Goro Bersama di Kelurahan Bungus timur.

BERITA

Pemantauan Yang Balita Stunting Girang Dan Ibu Hamil Di Balai Desa Karangjati