Agam, Sinyalnews.com,- Korban meninggal akibat erupsi Gunung Merapi sudah mencapai 11 orang. Sementara sebanyak 26 pendaki masih Terjebak di Puncak Gunung.
“Update data pukul 07.10 WIB, tim gabungan kembali menemukan 3 orang selamat dan 11 orang dalam keadaan meninggal dunia,” kata Abdul Malik, Kepala Kantor SSR Padang, Senin (4/12/2023).
Saat ini tim dalam perjalanan menuju ke bawah membawa 11 pendaki yang ditemukan meninggal dunia tersebut. Lanjut Abdul, pihaknya masih terus melakukan evakuasi dan pencarian korban yang masih belum ditemukan.
Hingga aat ini jumlah korban yang masih belum ditemukan sebanyak 12 orang dan tim gabungan masih dalam proses pencarian,” lanjutnya.
Diketahui, pendaki yang berada di Gunung Marapi saat terjadinya erupsi sebanyak 75 orang dan sudah dilakukan evakuasi hingga pukul 06.00 WIB sebanyak 49 orang.
Gubernur Sumbar Mahyeldi langsung mengunjungi posko yang berada di Nagari Batu Palano, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam. Mahyeldi juga menginstruksikan jajarannya untuk segera melanjutkan evakuasi 12 pendaki yang masih berada di puncak Gunung Marapi.
“Kami terus meminta tim gabungan yang berada di atas untuk terus melakukan pencarian 12 korban lainnya. Korban yang ditemukan langsung di arahkan untuk segera dibawa ke bawah agar dapat perawatan,” kata Mahyeldi saat jumpa pers dengan awak media, Senin (4/12).
“Untuk saat ini kami juga menyediakan tempat penginapan sementara bagi keluarga korban yang menunggu anaknya. Atau yang sedang mendampingi anaknya sedang dirawat. Penginapan itu berada di RSUD Achmad Mochtar, Bukittinggi,” jelasnya.
Bagi warga Kabupaten Agam dan Tanah Datar yang mengalami penurunan kesehatannya dampak erupsi Gunung Marapi, Mahyeldi meminta agar mengunjungi posko kesehatan dan Puskemas terdekat. Menurutnya Pemprov Sumbar sudah menginstruksikan Pemda Agam untuk memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat yang terdampak.
(Marlim)














