Home / BERITA / HUKUM / INTERNASIONAL / PERISTIWA

Monday, 16 October 2023 - 06:57 WIB

Kenapa Palestina Anda Bela?

JAKARTA, SINYALNEWS.COM – Tragedi besar dimulai dengan munculnya gagasan mencaplok Palestina sejak Deklarasi Balfour pada 2 November 1917. Dengan dukungan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, segerombolan imigran Yahudi yang tidak jelas identitasnya datang di wilayah Palestina dan membuat koloni. Dengan mandat PBB, Yahudi pelarian itu kemudian mendirikan negara di atas wilayah Palestina dengan nama Israel tahun 1948.

Aswar Hasan di Tribun Timur, 4 Juni 2021 dengan judul Setelah Yahudi Israel Merobek Kemanusiaan Kita, mengutip dari buku John J Mearsheimer The Tragedy of Great Power Politics.

David Ben Gurion, bapak pendiri Israel mengakui, “Tanpa pengusiran orang Palestina, sebuah negara Yahudi tidak akan pernah terwujud. Tidak mungkin mengharapkan kepindahan massal (penduduk Arab) di Palestina tanpa kekerasan. Olehnya itu, kita harus mengorganisasikan sebuah pasukan pertahanan yang modern, dan setelah itu saya yakin bahwa kita tidak akan bisa dicegah untuk menduduki bagian-bagian lain di negeri ini.” Pernyataan Ben Gurion itulah yang menjadi inti ideologi Zionis Israel, dan dengan prinsip itulah, tentara Zionis selalu brutal dalam menghadapi rakyat Palestina.

Disebut berdirinya negara khusus Yahudi adalah kompensasi buat komunitas Yahudi yang telah merasakan dampak paling parah dari terjadinya Perang Dunia II. Karena Yahudi telah begitu sangat menderita, dengan korban jiwa konon katanya mencapai jutaan orang dan harus terusir dari negara-negaranya dengan tinggal di kamp-kamp pengungsian, maka untuk menebus itu, maka perlu sebuah negara khusus Yahudi yang mereka bisa diami secara aman.

Manusia yang berakal apakah bisa menerima bahwa pembunuhan dan genosida terhadap orang-orang Yahudi yang terjadi di Barat dijadikan alasan untuk menduduki sebuah wilayah yang berjarak ribuan kilo meter di benua lain untuk dijadikan negara baru dengan penduduk yang baru sementara penduduk asli yang telah mendiami wilayah itu ribuan tahun harus terbunuh dan terusir?.

Sejarah Rakyat Palestina tidak melakukan kejahatan apapun. Mereka tidak punya peran dan keterlibatan apapun dalam Perang Dunia II. Mereka hidup dengan harmonis bersama masyarakat Yahudi dan Kristen meski saat Perang Dunia II sedang berlangsung. Tetapi apa sebabnya, Holocaust yang disebut sebagai tragedi mematikan dan paling mengerikan yang telah menelan korban dari jutaan Yahudi harus orang-orang Palestina yang menanggung dan menebusnya?. Yahudi ingin diselamatkan dari amukan kebencian, namun dengan cara mengusir jutaan rakyat Palestina yang akibatnya sampai sekarang masih jadi pengungsi di negerinya sendiri.

Baca Juga :  Peringati Bulan Inklusi Keuangan 2023, Gubernur Mahyeldi Minta TPAKD Makin Memudahkan Akses Keuangan bagi Seluruh Masyarakat

Ditambah blokade Jalur Gaza yang dilakukan sejak tahun 2007 sampai sekarang oleh Israel telah menjadikan Gaza sebagai wilayah yang paling tidak layak huni di dunia. Akibat blokade tersebut 80% populasi di Jalur Gaza bergantung pada bantuan kemanusiaan. Pengangguran merajalela, keluarga-keluarga miskin mengalami kekurangan makanan dan malnutrisi anak-anak meningkat, standar kehidupan yang memburuk bahkan dengan blokade yang menghalangi orang-orang Palestina keluar Gaza untuk mendapatkan pengobatan menyebabkan anak-anak Gaza harus mati dalam pelukan orangtuanya tanpa pengobatan.

Pelanggaran lainnya yang masih terus dilakukan Israel adalah penguasaan dan kontrolnya pada Baitul Maqdis. Warga asing yang ingin ke Baitul Maqdis hanya bisa masuk melalui visa yang dikeluarkan Israel sehingga devisa yang masukpun dikuasai sepenuhnya Israel. Akses ke Masjidil Aqsa pun dibatasi oleh Israel, bahkan penggunaannya untuk momen-momen peringatan keagamaan juga harus seizin Israel. Berkali-kali warga Zionis melakukan penghinaan dan pelecehan di Masjidil Aqsa. Karena itu lengkaplah, kezaliman yang dilakukan rezim Zionis dalam tiga dimensi, yaitu spiritual, kesejarahan, dan material.

The International Centre of Justice for Palestinians (ICJP) Organisasi indepnden yg bermarkas di Inggris, bekerja untuk menyuarakan dukungan hak-hak Palestina, 14/10/2023 mengeluarkan peringatan kepada perdana menteri dan publik Inggris yang memberikan “dukungan militer, ekonomi dan politik kepada Israel, yang telah membantu Israel untuk melakukan kejahatan perang.” {1}

Pemberitahuan ICJP datang ketika rezim Israel melakukan upaya untuk secara paksa mengevakuasi lebih dari satu juta warga Palestina di Gaza utara ke bagian selatan dalam waktu kurang dari sehari.

ICJP mengatakan “pemindahan paksa massal” mungkin merupakan “kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.” “Pengepungan Gaza, membatasi listrik, makanan, air dan kebutuhan dasar lainnya, merupakan hukuman kolektif, yang juga merupakan kejahatan perang di bawah Konvensi Jenewa,” tambahnya.

“Sekarang kejahatan perang telah dilakukan, kelanjutan dukungan dan bantuan semacam itu akan berarti bahwa pejabat pemerintah Inggris akan terlibat dalam melakukan kejahatan perang dan berpotensi kejahatan terhadap kemanusiaan,” tambahnya.

Baca Juga :  Polda Jateng Ajak Masyarakat Turut Serta Sukseskan Pemilu 2024 Dengan Cegah Penyebaran Hoax

Sikap masyarakat inggris cerminan sikap di belahan dunia Barat, juga terjadi di belahan benua lain. Ada yang menyebut, pemicu konflik karena adanya HAMAS yang tidak mau berdamai dengan Israel.

Perlu perlu diketahui bersama bahwa Tepi Barat yang PLO dan berdamai dengan Israel juga ditindas habis-habisan oleh Israel, wilayahnya dianeksasi dan diserobot paksa, dan Fatah hanya memerintah semu di Palestina, Mahmud Abbas namanya saja Presiden, tetap saja pemegang kebijakan adalah Israel.

Semua yang datang ke Yerusalem dan Masjidil Aqsa atas nama apapun, ziarah, travelling, melancong, studi, napak tilas, keuntungan devisanya 100% diambil Israel.

Bisa dibayangkan, ada negara tapi tidak ada militernya, karena Israel gak ngasih izin, mengapa tidak ada serangan roket ke Israel dari Tepi Barat? ya karena Tepi Barat sepenuhnya dibawah kontrol Israel, termasuk keamanannya. Jadi dapat dipastikan bahwa Negara Palestina Belum merdeka.

Dengan semua ketertindasan itu apa salah jika kemudian rakyat Palestina melakukan perlawanan?. Kalau dulu, rakyat Palestina hanya bisa melawan dengan lontaran batu, sekarang dengan transfer tekhnologi dari negara-negara pendukung, seperti Iran dan Suriah, masyarakat libanon, Qatar dan Iraq melalui Hamas mereka sudah bisa melontarkan roket.

Salahkah Hamas menjalankan operasi Badai al-Aqsa, sebuah operasi militer paling mematikan yang pernah dilakukan Hamas dalam sejarahnya mengingat sejarah penindasan yang mereka alami dalam tujuh dekade ini?. Logiskah Israel dengan dalih melakukan serangan balasan, tapi mengarahkan serangan roketnya ke arah penduduk sipil di Gaza? itupun dengan menggunakan bom fosfor, jenis bahan peledak yang telah dilarang penggunaannnya secara internasional. Itulah puncak kebiadaban manusia Zionis Israel.

Justru yang membela tindak tanduk Zionis dengan alasan humanisme dan perdamaian, adalah mereka yang hanya menggunakan emosionalitasnya dan telah meninggalkan rasionalitasnya. Ditambah Saat ini Barat tengah menabuh gendang perang dan mengarahkan perangkat perangnya ke Palestina, sebuah wilayah besar yang tidak memiliki pertahanan militer apapun.

Melihat kenyataan ini, masihkah kita tidak juga mau membela Palestina, minimal dengan doa dan wirit setiap saat. JS

{1}. https://www.icjpalestine.com/

Share :

Baca Juga

BERITA

Walikota Erman Safar Evaluasi Kinerja dan Serahkan Honorarium Untuk 240 Linmas

ARTIKEL

Bakamla RI Gelar Latihan Kesiapan Tugas di Perairan Serei

ARTIKEL

Haornas 2023, Dinparbudpora Gelar Walikota Cup Antar Kelurahan September Mendatang

ARTIKEL

Tampilkan Yang Terbaik: Asmaul Husnah DWP Kemenag Padang Membuat Merinding Audiens Saat Tampil

BERITA

Ketua LKAAM Sumbar Berbagi Alquran Untuk Peserta Pesantren Ramadhan Masjid An-Nur

BERITA

ATLET UK FIK UNP IKUTI UNESA PETANQUE INTERNATIONAL TOURNAMENT 2024

BERITA

Babinsa Timika Bagikan Buku Tulis ke Siswa SD Teologi Kristen  

BERITA

Anggota Koramil 07/Maos Dan Bhabinkamtibmas Menghadiri Acara Pengajian 1 Muharom 1445 Hijriyah