Riau, Sinyalnews.com,- Berdasarkan arahan Gubernur untuk menemukenali masalah tutupnya beberapa pabrik karet di Sumbar, turunnya volume dan nilai ekspor dan kemungkinan turunnya nilai tukar petani karet, Disperindag Sumbar yang dipimpin langsung Kepala Dinas Novrial melakukan kunjungan observasi lapangan ke Prov Riau selama 3 hari mulai 27-30 Juli 2023. Ikut dalam rombongan, Sekretaris Disperindag Wiko Umar Dhani, Kabid Industri Agro, Ilmi, ST dan Kabid Industri Non Agro, Wahendra.
Hipotesa awal penyebab turunnya harga karet dunia adalah merebaknya barang substitusi karet, dan alih tanam kebun karet menjadi kelapa sawit. “Inilah penyebab kenapa banyak pabrik pabrik yang tutup dan menurunnya perdagangan karet, sebahagian dibenarkan baik oleh Disperinakertrans Limapuluh Kota, Disperinaker dan Disperagkop Kampar dan Disperindagkopukm Riau” ujar Novrial.
Sebahagian besar pabrik karet di Riau masih beroperasi walaupun dengan kapasitas terbatas, dan pasokan karet mentahnya sebahagian memang dari Sumbar khususnya dari Limapuluh Kota, Sijunjung dan Dharmasraya. “Namun berapa pastinya arus perdagangan karet dan komoditi lainnya dari Sumbar ke Riau memang tidak tercatat karena belum ditetapkan kewenangan siapa dan bagaimana mekanisme perhitungannya” lanjut Novrial
Dari hasil koordinasi diatas, ditambah dengan informasi UPT Jembatan Timbang Tanjung Balik Limapuluh Kota, diperlukan kerjasama perhitungan data arus barang antara Pemprov Sumbar dan Riau dan antara Pemprov Sumbar dengan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub untuk mengolah data Jembatan Timbang.
Dengan adanya data tersebut nantinya akan diketahui dengan pasti berapa volume perdagangan antar daerah komoditi-komoditi sumbar selain ekspor, sebagai dasar kebijakan perdagangan dimasa mendatang.
(Marlim)














