PADANG.SINYALNEWS.com,- Dalam kunjungannya ke Air Bangis Pasaman Barat Jumat tanggal 2 Juni 2023, sejumlah nelayan pengolah ikan mengeluhkan kepada Gubernur mahalnya harga garam untuk membuat ikan asin, sehingga mengganggu produktifitas ikan asin Air Bangis yang banyak diminati konsumen di Sumatera bagian tengah.
Sebelumnya pada kunjungan beliau ke Dharmasraya pada hari minggu tanggal 31 Mei 2023, sejumlah masyarakat juga mengeluhkan rendahnya harga Pinang, Karet dan TBS kepada Gubernur yang menyebabkan turunnya pendapatan petani dan pengolah dari waktu sebelumnya.
Mendapat keluhan dari masyarakat tersebut, gubernur segera perintahkan Kadis Perindag Prov Sumbar untuk menemukan penyebab akar permasalah tersebut dan menginstruksikan langsung untuk menyusun strategi jalan keluarnya sehingga nelayan dan petani yang akan memproduksi produk perdagangan dan ekspor tersebut kembali normal seperti sebelumnya.
Tanpa menunggu lama, Kadisperindag Novrial membentuk tim investigasi guna mencari akar permasalahan tersebut. Dari hasil investigasi Disperindag, garam industri saat ini memang kekurangan pasokan dan produsen di Jawa dan Madura, karena turunnya produksi di sentra-sentra garam rakyat.
Sementara untuk pinang, saat pasokan lancar pada bulan april harga beli hanya sekitar Rp.6.000 sd 6.500,-/kg, sementara minggu lalu harga mencapai Rp.7.500 per kg dan volume pasokan memang sedikit terganggu. “Dari penelusuran kita ke sentra garam, diinformasikan pertengahan Juni atau selambatnya Juli pasokan akan normal kembali dan harga diperkirakan akan kembali normal.” ujar Novrial.
Harga pinang di Padang memang turun tajam karena minimnya permintaan dari importir di luar negeri. “Saat ini hanya 1 perusahaan ekspor di Padang yang masih membeli, dengan kisaran harga Rp.5.000 sd 6.000 per kg dengan kondisi kering 75%, dan wajar harga ditingkat petani sekitar Rp. 3.000,-” ungkapnya. Seperti yang ditemukan Gubernur dalam kondisi asalan
Lain halnya dengan harga karet, pasca penutupan beberapa pabrik karet di Padang karena turun drastisnya harga karet dunia, saat ini harga ditingkatkan petani memang sangat rendah sekitar Rp.8.000/ kg. Harga TBS kelapa sawit juga mengalami penurunan karena berkurang permintaan pasar, harga mitra hanya diatas Rp.2.000 per kg sementara harga swadaya dibawah Rp.2.000 per kg.
Karena memang harga ini terkoreksi karena faktor-faktor eksternal, diharapkan nelayan dan petani bersabar terlebih dahulu. Kita dari pihak pemerintah daerah akan mengupayakan berbagai fasilitasi ke sentra garam melalui distributor agar pasokan garam bisa lebih banyak, dan permintaan komoditi ekspor bisa mulai meningkat melalui KADIN dan para pelaku ekspor lainnya.” akhir Novrial
(Marlim)














