1. Ketua PWS Sumbar H. Maman Sudarman menyerahkan bantuan untuk korban kebakaran yang diwakili Neldati.

2. Ketua PWS Sumbar H. Maman Sudarman, Ketua AMS Sumbar Amin Prabu bersama pengurus foto bersama dengan warga korban kebakaran di Timpeh. Juga hadir pengurus PWS Dhamasraya, walinagari dan tokoh masyarakat setempat.
Dharmasraya, Sinyalnews.com – Rasa haru dan bahagia menyelimuti hati para korban yang rumahnya terbakar pada Selasa (9/05/2023) lalu. Betapa tidak. Alhamdulillah, bantuan terus mengalir untuk mereka. Kali ini bantuan datang dari Paguyuban Warga Sunda (PWS) Sumbar dan Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Sumbar.
Di saat seperti ini, tak ada yang mereka butuhkan selain kepedulian dari sesama. Apalagi mereka yang menjadi korban kebakaran tergabung dalam paguyuban PWS Kabupaten Dharmasraya, yaitu Neldati (istri almarhum Soleh), Murni Setiasih dan Titin (adik almarhum Soleh). Dua unit rumah milik mereka di Jorong Pinang Makmur, Nagari Tabek, Kecamatan Timpeh, hangus terbakar. Tak ada harta benda yang bisa diselamatkan dari kebakaran tersebut.
“Kami datang sebagai kadeudeuh atau bentuk kepedulian dan rasa empati kami pada sanak saudara kami yang ditimpa musibah. Bantuan yang nilainya tidak banyak ini diharapkann dapat sebagai penawar duka,” kata Ketua PWS Sumbar, H. Maman Sudarman didampingi Ketua AMS Perwakilan Sumbar, Amin Prabu saat menyerahkan bantuan secara simbolis, Minggu (20/05/2023) di Pulau Punjung.
PWS Sumbar menyerahkan bantuan jumlahnya Rp. 14.260.000 dan bantuan dari warga setempat sebesar Rp. 490.000. Rinciannya, masing-masing korban Neldati dan Murni menerima uang tunai Rp. 5.500.000, sedangkan Titin menerima Rp. 3.750.000.
Pada kesempatan itu, H. Maman juga mengucapkan terima kasih kepada walinagari dan tokoh masyarakat setempat yang telah berjibaku menolong warganya yang ditimpa musibah. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada para dermawan melalui Sumbar Peduli.
Tokoh masyarakat setempat yang juga mantan walinagari, Syafrial mewakili masyarakat Pinang Makmur juga ucapan terima kasih atas kehadiran PWS Sumbar sebagai wujud kepedulian warga Sunda dari berbagai kabupaten/kota dalam membantu saudaranya yang ditimpa musibah.
Di Sumbar, populasi etnis Sunda jumlahnya cukup banyak. Berdasarkan data tahun 2014, jumlah warga Sunda di Ranah Minang dan tergabung dalam PWS mencapai 68.700 orang. Mereka paling banyak tinggal di Dharmasraya, Pasaman Barat, Sijunjung, Kabupaten Solok, Solok Selatan, Tanah Datar dan Limapuluh Kota.
“Awal mula warga Sunda menetap di Dharmasraya karena mengikuti program transmigrasi tahun 1975 silam dan beberapa kali program transmigrasi setelahnya. Kabupaten Dharmasraya adalah salah satu daerah tujuan transmigrasi untuk wilayah Sumatera,” terang Amin Prabu.
Umumnya warga Sunda yang tinggal di Sumbar mengantongi KTP masing-masing daerah yang ditempatinya. Pihaknya selalu menyarankan setelah 6 bulan menetap di Sumbar, warga Sunda agar mengurus surat pindah sekaligus mengurus KTP daerah ini. Jika tak memiliki KTP daerah di Sumbar maka mereka akan rugi sebab tidak bisa mengakses program pemerintah, seperti bantuan pertanian, pendidikan dan lainnya. (devi)














