Padang Panjang, Sinyalnews.com— Rencana pembangunan lanjutan Jalan Tol Padang–Pekanbaru ruas Bukittinggi–Sicincin menjadi peluang strategis bagi Kota Padang Panjang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperkuat konektivitas antardaerah, sekaligus membuka potensi investasi baru. Kehadiran akses keluar tol (exit tol) di kota ini diharapkan mampu mendorong Padang Panjang berkembang bukan sekadar sebagai daerah perlintasan, tetapi juga menjadi kota tujuan wisata, perdagangan, dan jasa.
Peluang besar tersebut mengemuka dalam kegiatan Pre-Sosialisasi dan Dialog Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin yang digelar di Gedung M. Sjafei, Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini menjadi ruang komunikasi antara pemerintah, penyelenggara pembangunan, wakil rakyat, serta masyarakat untuk membahas rencana pembangunan sekaligus berbagai dampak yang perlu diantisipasi sejak awal.
Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, menyambut positif rencana pembangunan jalan tol tersebut. Menurutnya, pembangunan infrastruktur berskala besar ini merupakan kesempatan penting untuk meningkatkan daya saing daerah dan mempercepat pergerakan ekonomi masyarakat.
Ia mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi dan dialog yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Baginya, keterbukaan informasi sejak tahap perencanaan merupakan langkah penting agar masyarakat memahami tujuan pembangunan, rencana trase, kebutuhan lahan, serta berbagai konsekuensi yang mungkin timbul.
Hendri menilai, keberadaan jalan tol akan memberikan kemudahan mobilitas masyarakat sekaligus memangkas waktu perjalanan antardaerah. Dengan konektivitas yang semakin baik, aktivitas perdagangan, distribusi barang, pariwisata, dan berbagai kegiatan ekonomi lainnya diharapkan semakin berkembang.
Lebih dari sekadar infrastruktur transportasi, keberadaan exit tol di Padang Panjang dinilai memiliki potensi besar untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Sektor pariwisata, kuliner, perdagangan, jasa, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi bidang yang berpeluang mendapatkan manfaat langsung.
Wako Hendri berharap peluang tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah daerah bersama masyarakat dan pelaku usaha. Persiapan berbagai sektor pendukung perlu dilakukan sejak dini agar kehadiran jalan tol benar-benar memberikan nilai tambah bagi perekonomian lokal.
“Kita berharap Padang Panjang tidak hanya menjadi kota perlintasan, tetapi juga menjadi kota tujuan. Dengan adanya akses tol, kita ingin aktivitas ekonomi semakin berkembang dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” harapnya.
Menurut Hendri, pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan kesiapan daerah dalam menciptakan peluang usaha. Pengembangan destinasi wisata, peningkatan kualitas produk UMKM, penataan kawasan perdagangan, serta penyediaan fasilitas bagi pengguna jalan menjadi sejumlah hal yang perlu dipersiapkan.
Meski memberikan dukungan terhadap rencana pembangunan, Hendri menegaskan bahwa kepentingan masyarakat tetap harus menjadi prioritas. Ia secara khusus meminta agar perencanaan trase dan pelaksanaan proyek memperhatikan dampak terhadap lahan milik masyarakat, terutama lahan pertanian yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga.
Keberlangsungan jaringan irigasi juga menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Padang Panjang. Sebab, saluran irigasi memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas pertanian masyarakat. Jangan sampai pembangunan infrastruktur justru menghambat aliran air dan mengganggu produktivitas lahan persawahan.

“Kami tidak menolak pembangunan ini. Namun, apabila ada lahan masyarakat yang terdampak, mohon dicarikan solusi yang baik. Jangan sampai pembangunan mengganggu sistem irigasi, terutama yang digunakan untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat,” tegas Hendri.
Ia berharap setiap persoalan yang berpotensi muncul dapat dibicarakan secara terbuka melalui koordinasi antara pemerintah, penyelenggara pembangunan, dan masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi sebelum pembangunan memasuki tahapan berikutnya.
Senada dengan Wali Kota, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menegaskan bahwa pembangunan lanjutan Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin merupakan kebutuhan strategis untuk memperkuat konektivitas dan memperlancar mobilitas masyarakat di Sumatera Barat.
Menurut Andre, kondisi sejumlah jalur penghubung di Sumatera Barat yang rawan longsor dan kerap mengalami kemacetan menunjukkan pentingnya menghadirkan alternatif infrastruktur transportasi. Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah jalur Singgalang Kariang yang disampaikan dalam dialog tersebut.
“Jalan tol ini merupakan kebutuhan. Kita membutuhkan terobosan untuk pembangunan infrastruktur di Sumbar agar mobilitas masyarakat semakin baik dan konektivitas antardaerah semakin lancar,” ungkap Andre.
Ia menjelaskan, kelanjutan ruas tol dari Sicincin menuju Bukittinggi yang direncanakan melintasi Padang Panjang memiliki nilai strategis bagi pembangunan daerah. Manfaatnya tidak hanya dirasakan pada sektor transportasi, tetapi juga berpotensi mendorong pengembangan ekonomi dan pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Sumatera Barat.
Namun, Andre mengingatkan agar pembangunan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan kepentingan masyarakat. Kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), dampak terhadap lahan pertanian, keberlanjutan irigasi sawah, serta kebutuhan akses penghubung masyarakat harus dikaji secara menyeluruh.
“Semua harus dikaji dengan baik, termasuk dampak terhadap pertanian, irigasi sawah yang terdampak, dan kebutuhan akses penghubung masyarakat. Kita ingin pembangunan berjalan, tetapi kepentingan masyarakat juga harus tetap terlindungi,” ujarnya.
Andre juga menyatakan komitmennya untuk mengawal proses pembangunan agar berjalan sesuai rencana dan tidak mengabaikan hak masyarakat. Koordinasi dengan seluruh pihak terkait akan terus didorong guna memastikan berbagai persoalan yang muncul dapat diselesaikan secara tepat.
“Kami akan mengawal dan tidak akan lepas tangan. Kita ingin pembangunan ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Sumbar,” tegasnya.
Selain pembangunan jalan tol, Andre turut menyampaikan rencana pengembangan konektivitas transportasi lainnya di Sumatera Barat. Pembangunan tol ditargetkan berlanjut pada awal 2027, sementara reaktivasi jalur kereta api dari Kayu Tanam menuju Padang Panjang direncanakan pada pertengahan 2027.
Pengembangan kedua moda transportasi tersebut diharapkan dapat saling melengkapi dalam memperkuat konektivitas wilayah. Masyarakat nantinya memiliki lebih banyak pilihan perjalanan, sementara akses distribusi barang dan pergerakan ekonomi antardaerah diharapkan semakin lancar.
Sementara itu, Direktur Utama PT Hutama Karya, Koentjoro, mengungkapkan bahwa rencana pembangunan lanjutan Jalan Tol Padang–Pekanbaru ruas Bukittinggi–Sicincin akan melintasi wilayah Kota Padang Panjang dan dilengkapi akses keluar tol. Rencana tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan jaringan jalan tol di Sumatera Barat.
Berdasarkan pemaparan dalam kegiatan tersebut, panjang jalan utama (main road) yang berada di wilayah Padang Panjang diperkirakan mencapai 4,8 kilometer. Selain itu, direncanakan pula jalan akses sepanjang sekitar 1,5 kilometer untuk mendukung konektivitas menuju kawasan exit tol.
Adapun bidang tanah yang terdata dalam rencana pembangunan di wilayah Padang Panjang mencapai 352 bidang dengan luas keseluruhan sekitar 56,84 hektare. Data tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam tahapan persiapan, terutama berkaitan dengan kebutuhan lahan dan penanganan dampak terhadap masyarakat.
Koentjoro berharap rencana pembangunan ini memperoleh dukungan dari Pemerintah Daerah, masyarakat, tokoh adat, serta seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, sosialisasi dan dialog sejak tahap awal sangat diperlukan untuk membangun pemahaman bersama sekaligus memastikan proses persiapan berjalan dengan baik.
Pelibatan niniak mamak, bundo kanduang, tokoh adat, dan tokoh masyarakat juga dinilai penting dalam proses komunikasi pembangunan. Hal ini mengingat persoalan lahan tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik dan administrasi, tetapi juga menyangkut kehidupan sosial, nilai adat, serta keberlanjutan ekonomi masyarakat.
Dengan berbagai potensi dan tantangan tersebut, Pemerintah Kota Padang Panjang berharap pembangunan Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin dapat menjadi momentum percepatan pembangunan daerah. Pemerintah bersama pelaku usaha dan masyarakat perlu mulai menyiapkan sektor-sektor produktif agar peluang ekonomi dari keberadaan exit tol dapat dimanfaatkan secara optimal.
Pada akhirnya, pembangunan jalan tol diharapkan tidak hanya menghadirkan kemudahan transportasi, tetapi juga menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, penguatan pariwisata, serta perlindungan lahan pertanian dan jaringan irigasi harus berjalan beriringan demi mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Pemerintah Kota Padang Panjang optimistis, melalui koordinasi yang kuat antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, penyelenggara pembangunan, dan masyarakat, rencana strategis ini dapat diwujudkan dengan tetap mengedepankan kepentingan warga. Kehadiran jalan tol diharapkan menjadi pintu pembuka bagi Padang Panjang untuk tumbuh lebih maju, kompetitif, dan sejahtera.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Direktur Utama PT Hutama Karya Sugeng Rochadi, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat Elsa Putra Friandi, Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra, unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), lurah terkait, niniak mamak, bundo kanduang, tokoh masyarakat, tokoh adat Kanagarian Gunuang, serta pihak terkait lainnya. (Paul Hendri)














