SOLOK. Sinyalnews.com—Malam baru memasuki awal ketika arus deras bercampur material longsoran menerjang kawasan kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok di Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Senin (21/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Di kawasan yang biasanya menjadi pusat aktivitas pemerintahan itu, banjir bandang membawa material dari kawasan sekitar kompleks. Aliran deras tersebut menerjang sejumlah bangunan dan fasilitas publik, termasuk kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Solok.
Peristiwa terjadi ketika aktivitas perkantoran telah berakhir. Karena itu, sejumlah ruangan kantor dalam kondisi tidak beraktivitas saat material banjir dan longsor menerjang kawasan tersebut.
Tak hanya fasilitas pemerintah, banjir bandang juga dilaporkan berdampak terhadap rumah warga di sekitar lokasi.
Material longsoran yang terbawa arus membuat kondisi sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan. Setelah kejadian, warga yang melintas di sekitar kawasan tampak berhenti untuk melihat kondisi kompleks perkantoran yang terdampak.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, Khairul, membenarkan terjadinya bencana tersebut.
“Benar,” kata Khairul saat dikonfirmasi.
Menurut dia, petugas masih berkonsentrasi melakukan evakuasi dan penanganan awal di lokasi. Pendataan mengenai dampak bencana, termasuk kemungkinan adanya korban, masih berlangsung.
“Kami masih fokus mengevakuasi saat ini,” ujarnya. Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya korban, Khairul mengatakan pihaknya belum memperoleh data lengkap. “Belum dapat datanya, kami masih fokus mengevakuasi,” katanya.
Ia mengatakan informasi lebih lengkap mengenai kondisi di lokasi akan disampaikan setelah proses evakuasi dan pendataan awal selesai dilakukan.
“Nanti akan kami sampaikan, sabar dulu,” ujarnya.Menunggu Data di Tengah Situasi Darurat Hingga berita ini ditulis, belum terdapat data resmi mengenai jumlah korban, luas kerusakan maupun nilai kerugian akibat banjir bandang tersebut.
Tim gabungan masih melakukan penanganan di lapangan. Selain memastikan keselamatan warga, petugas perlu memeriksa kondisi bangunan dan infrastruktur yang terdampak sebelum kawasan tersebut kembali digunakan untuk aktivitas pemerintahan.
Peristiwa ini juga menunjukkan kembali pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman banjir bandang dan longsor di kawasan yang memiliki kondisi geografis rawan.
Namun, penyebab pasti banjir bandang maupun jalur material longsoran yang menerjang kompleks perkantoran masih menunggu hasil asesmen petugas di lapangan.
Pemerintah daerah bersama BPBD dan unsur terkait diharapkan segera menyelesaikan pendataan agar gambaran mengenai dampak bencana dapat diketahui secara utuh—mulai dari kondisi warga, kerusakan fasilitas publik hingga kebutuhan penanganan lanjutan.
Malam itu, kompleks perkantoran yang biasanya menjadi tempat berlangsungnya aktivitas pelayanan pemerintahan berubah menjadi salah satu titik penanganan bencana.
Berita ini masih dikembangkan. Data mengenai korban, kerusakan, kerugian, serta hasil asesmen penyebab dan dampak banjir bandang akan diperbarui berdasarkan informasi resmi dari pihak berwenang.(Paulhendri)













