oleh :Paulhendri (wartawan)
PadangPanjang-.Sinyalnews.com-Ketika nama Ulya Kireina Halim diumumkan lolos sebagai Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Nasional 2026, kebahagiaan tidak hanya menyelimuti keluarganya. Kabar itu menjalar cepat ke seluruh sudut Kota Padang Panjang, menghadirkan rasa haru, bangga, sekaligus syukur yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.
Sebab yang berhasil menembus Istana Negara kali ini bukan sekadar seorang siswi SMAN 2 Padang Panjang. Ia adalah bagian dari sejarah.
Setelah hampir 236 tahun perjalanan Kota Padang Panjang, untuk pertama kalinya putri daerah itu berhasil lolos menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka tingkat nasional dan dipercaya mengemban tugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, 17 Agustus 2026 mendatang.
Sebuah pencapaian yang membuat nama Padang Panjang kembali bergema di panggung nasional. Bagi masyarakat kota berhawa sejuk di kaki Gunung Marapi itu, keberhasilan Ulya bukan hanya prestasi seorang pelajar. Ia telah menjadi simbol harapan, bukti bahwa anak daerah mampu berdiri sejajar dengan putra-putri terbaik Indonesia.
Momentum bersejarah itu hadir pada masa kepemimpinan Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis dan Wakil Wali Kota Allex Saputra, ketika pembinaan generasi muda terus mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.
Namun di balik capaian besar itu, tersimpan perjalanan panjang yang tidak mudah.
Ulya lahir di Padang Panjang pada 17 Oktober 2009. Ia merupakan putri pasangan Bobby Halim, seorang wiraswasta, dan Gustiya Khadrifa, seorang Bidan Delima yang dikenal luas karena pengabdiannya kepada masyarakat.
Semangat pengabdian seolah telah menjadi bagian dari darah yang mengalir dalam keluarganya. Sang nenek dikenal sebagai salah satu bidan terbaik dan paling dihormati di Kota Padang Panjang pada masanya. Jejak pengabdian itu kemudian diteruskan sang ibu yang hingga kini masih melayani masyarakat dengan penuh dedikasi.
Sementara sang kakek merupakan mantan pegawai Pemerintah Kota Padang Panjang yang cukup tersohor dan dikenal luas karena kiprahnya selama mengabdi kepada daerah.
Di lingkungan keluarga sederhana yang menjunjung tinggi nilai disiplin dan pendidikan itulah Ulya tumbuh.
Ia menempuh pendidikan di TK Diniyyah Puteri, MI Rey, SMP Negeri 4 Padang Panjang, hingga kini menjadi siswi SMAN 2 Padang Panjang.
Namun perjalanan menuju Istana Negara tidak dimulai dari ruang seleksi nasional. Perjalanan itu dimulai dari sebuah mimpi kecil.
Sejak duduk di bangku SMP, Ulya telah menyimpan keinginan menjadi anggota Paskibraka. Setiap kali menyaksikan upacara peringatan kemerdekaan di televisi, matanya selalu tertuju kepada pasukan pengibar bendera yang berdiri tegap di halaman Istana Negara.
Di dalam hati, ia berjanji suatu hari akan berada di sana. Mimpi itu kemudian dirawat dengan disiplin.
Latihan demi latihan dijalani. Seleksi demi seleksi dilewati. Dari tingkat sekolah, tingkat kota, tingkat provinsi hingga akhirnya menembus tingkat nasional.
Pada seleksi tingkat Sumatera Barat, Ulya berhasil masuk tiga besar terbaik dan berhak mengikuti seleksi pusat. Setelah melewati tahapan yang sangat ketat, mulai dari tes kesehatan, fisik, mental, wawasan kebangsaan hingga penilaian karakter, namanya akhirnya diumumkan lolos sebagai Capaska Nasional 2026.
Tangis haru pun pecah.
“Saat nama saya diumumkan lolos, saya langsung teringat semua proses yang telah saya jalani. Latihan yang berat, seleksi yang panjang, doa orang tua, dukungan guru, pelatih dan semua pihak yang selalu memberikan semangat. Saya sangat bersyukur dan bangga bisa membawa nama Padang Panjang hingga ke tingkat nasional,” ujar Ulya.
Meski telah mencapai salah satu kehormatan tertinggi bagi seorang pelajar Indonesia, Ulya tetap membumi.
“Saya akan berusaha memberikan yang terbaik dan menjaga nama baik keluarga, sekolah, Kota Padang Panjang serta Sumatera Barat. Mohon doa seluruh masyarakat agar saya bisa menjalankan amanah ini dengan baik di Istana Negara nanti,” katanya.
Ia juga menitipkan pesan kepada generasi muda.
“Jangan takut bermimpi besar. Saya hanya anak biasa dari Padang Panjang. Tetapi dengan disiplin, kerja keras, doa dan dukungan banyak orang, mimpi itu bisa menjadi kenyataan,” ujarnya.
Keberhasilan tersebut mendapat perhatian dan apresiasi luas dari jajaran Forkopimda Kota Padang Panjang.
Wali Kota Hendri Arnis berpesan agar Ulya menjaga kehormatan yang kini berada di pundaknya.
“Ananda membawa nama keluarga, sekolah, Kota Padang Panjang dan Sumatera Barat. Jaga kehormatan itu dengan sikap yang baik, disiplin dan akhlak yang mulia. Tunjukkan bahwa anak-anak Padang Panjang mampu menjadi teladan di tingkat nasional,” pesannya.
Wakil Wali Kota Allex Saputra mengingatkan pentingnya membangun persaudaraan dengan peserta dari seluruh Indonesia.
“Pandailah bergaul dengan semua teman di sana. Bangun persahabatan, perluas wawasan, dan hindari polemik yang tidak perlu. Jadilah duta terbaik yang membawa citra baik daerah,” katanya.
Komandan Kodim menegaskan bahwa kesempatan tersebut merupakan amanah besar yang harus dijaga.
“Jaga kehormatan diri, keluarga dan daerah. Kesempatan ini tidak datang kepada semua orang. Tunjukkan integritas, karakter dan tanggung jawab yang baik,” ujarnya.
Kapolres juga memberi semangat agar Ulya tetap kuat menghadapi seluruh tahapan yang akan dijalani.
“Tetap semangat dan jangan pernah patah. Terus belajar, terus berjuang dan terus memberikan yang terbaik,” katanya.
Sementara Kepala Kejaksaan Negeri menilai pengalaman menjadi pengibar bendera di Istana akan menjadi modal penting bagi masa depan Ulya.
“Menjadi pengibar bendera di Istana Negara bukan perkara mudah. Pengalaman ini akan menjadi bekal berharga dalam meniti karier dan masa depan,” tuturnya.
Komandan Batalyon Brimob pun mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan.
“Jaga kebugaran, konsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup dan jangan pernah meninggalkan doa. Fisik yang kuat harus dibarengi mental yang tangguh,” pesannya.
Di tengah kebahagiaan itu, terselip kisah yang membuat banyak orang ikut terharu.
Ayahanda Ulya, Bobby Halim, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya.
Dengan suara bergetar, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini membantu perjalanan putrinya.
“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis beserta seluruh OPD terkait yang selama ini telah berjuang, memberikan perhatian dan membantu yang terbaik untuk anak kami. Alhamdulillah, akhirnya anak kami mampu mewakili Sumatera Barat dan Kota Padang Panjang menuju Istana Negara,” ujarnya.
Bobby mengaku keluarganya sangat tersentuh oleh perhatian yang diberikan Wali Kota kepada putrinya.
“Kami tahu sendiri bagaimana Bapak Wali Kota ikut memikirkan dan menggagas acara pelepasan ini hingga larut malam. Namun kami juga sedih karena saat anak kami akan dilepas, beliau tidak bisa hadir karena sedang sakit. Kami sekeluarga mendoakan semoga Bapak Hendri Arnis segera sembuh dan kembali sehat seperti sediakala. Sekali lagi terima kasih banyak Pak Wali atas perhatian dan dukungannya kepada anak kami,” katanya.
Dukungan juga datang dari dunia perbankan.
Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Bank Nagari Cabang Padang Panjang, Andre, menyerahkan bantuan melalui program Tabanas Bank Nagari Peduli sebagai bentuk apresiasi dan dukungan kepada Ulya yang akan mengemban tugas negara di tingkat nasional.
“Kami bangga atas prestasi yang diraih ananda Ulya. Semoga bantuan ini menjadi penyemangat dalam menjalani tahapan berikutnya dan menginspirasi generasi muda lainnya untuk terus berprestasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kesbangpol Kota Padang Panjang, Mihandrik, menyebut keberhasilan Ulya sebagai bukti bahwa generasi muda daerah mampu bersaing di level tertinggi.
“Ini kebanggaan bagi seluruh masyarakat Kota Padang Panjang. Semoga menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama daerah,” katanya.
Kini hitungan hari menuju pemusatan latihan nasional terus berjalan.
Di depan Ulya terbentang tantangan baru.
Namun di belakangnya berdiri doa seorang ibu yang mengabdikan hidupnya untuk melayani masyarakat, harapan seorang ayah yang tak pernah berhenti mendukung, semangat para guru, perhatian pemerintah daerah, dukungan Forkopimda, kepedulian dunia usaha, serta kebanggaan seluruh masyarakat Kota Padang Panjang.
Dan ketika Sang Saka Merah Putih perlahan naik menembus langit Istana Negara pada 17 Agustus 2026 nanti, jutaan pasang mata mungkin hanya melihat seorang anggota Paskibraka yang berdiri tegap dengan langkah sempurna.
Namun bagi masyarakat Padang Panjang, yang berdiri di sana adalah sejarah.
Seorang anak daerah yang membawa mimpi, doa, harapan dan kebanggaan sebuah kota yang telah menunggu momen itu selama hampir dua setengah abad.
Namanya Ulya Kireina Halim.
Putri Padang Panjang yang membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, doa, dan dukungan banyak orang mampu mengantarkan seorang anak menuju kehormatan tertinggi: mengibarkan Merah Putih di Istana Negara untuk Indonesia(..)














