Wali Kota Padang Panjang menerima Anugerah Sahabat Pers Indonesia dari SMSI 2026, sejajar dengan tokoh nasional yang dinilai berjasa bagi kemerdekaan pers, keterbukaan informasi, dan pelayanan publik.
JAKARTA.Sinyalnews.com— Malam itu, Hall Dewan Pers di Jakarta menjadi saksi pertemuan berbagai kisah pengabdian dari seluruh penjuru Indonesia. Di bawah sorot lampu panggung, nama-nama besar dipanggil satu per satu. Ada menteri, gubernur, bupati, pimpinan media, hingga kepala desa dari daerah yang jauh dari hiruk-pikuk ibu kota.
Mereka datang dari latar belakang yang berbeda, namun dipersatukan oleh satu nilai yang sama, dedikasi untuk membangun bangsa melalui keterbukaan informasi, pelayanan publik, dan dukungan terhadap kemerdekaan pers.
Di antara deretan tokoh yang menerima penghargaan pada Malam Anugerah SMSI 2026, Kamis (18/6/2026), berdiri Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis, yang menerima Anugerah Sahabat Pers Indonesia dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).
Penghargaan tersebut bukan penghargaan biasa. Dari 61 nama yang diusulkan pengurus SMSI kabupaten dan kota se-Indonesia, hanya 16 tokoh yang ditetapkan sebagai penerima penghargaan setelah melalui proses seleksi dan penilaian ketat oleh dewan juri yang dipimpin Prof. Topik Kurniawan.
Momentum itu terasa semakin istimewa karena Hendri Arnis berada dalam satu panggung penghormatan bersama sejumlah tokoh nasional yang memiliki kontribusi di bidang masing-masing.
Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, menerima penghargaan kategori Pelopor Kemerdekaan Pers Indonesia, sebuah apresiasi atas dukungannya terhadap ruang kebebasan pers dan penguatan ekosistem kreatif nasional.
Di sisi lain, hadir pula Marianus Yono Jehanu, Kepala Desa Batu Cermin, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, yang menerima penghargaan kategori Tokoh Inspiratif. Kehadirannya menjadi simbol bahwa pengabdian tidak mengenal batas wilayah dan jabatan. Dari desa di ujung timur Indonesia, dedikasi yang tulus mampu mendapat pengakuan di panggung nasional.
Malam penghargaan itu seolah mengirim pesan kuat bahwa kemajuan bangsa dibangun oleh banyak tangan. Oleh para pemimpin yang bekerja dari pusat pemerintahan, oleh kepala daerah yang menggerakkan perubahan di wilayahnya, hingga oleh pemimpin desa yang hadir langsung di tengah masyarakat.
Bagi Hendri Arnis, penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen Pemerintah Kota Padang Panjang dalam membangun tata kelola pemerintahan yang terbuka, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.
Salah satu inovasi yang mendapat perhatian tim penilai adalah kehadiran Sistem Informasi Tata Ruang (SIMTARU) berbasis digital. Melalui sistem tersebut, masyarakat dan investor dapat mengakses informasi tata ruang secara mudah, cepat, dan transparan.
Inovasi ini dinilai menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih akuntabel sekaligus memperkuat hak masyarakat untuk memperoleh informasi.
Namun lebih dari sekadar inovasi digital, penghargaan itu juga mencerminkan hubungan yang terbangun antara pemerintah daerah dan insan pers. Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan era digital, kolaborasi yang sehat antara pemerintah dan media menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga kepercayaan publik.
Saat menerima penghargaan tersebut, Hendri Arnis menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada SMSI.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi juga untuk masyarakat dan seluruh jajaran Pemerintah Kota Padang Panjang yang terus berkomitmen membangun keterbukaan informasi serta menjalin sinergi yang baik dengan insan pers. Semoga kolaborasi ini semakin kuat demi kemajuan Kota Padang Panjang,” ujarnya.
Pernyataan itu disambut tepuk tangan para hadirin yang memenuhi Hall Dewan Pers malam itu. Sebuah malam yang tidak sekadar menjadi ajang pemberian trofi, tetapi juga ruang penghormatan bagi mereka yang meyakini bahwa informasi yang terbuka, pers yang merdeka, dan pelayanan publik yang baik merupakan fondasi penting bagi kemajuan bangsa.
Ketika acara berakhir dan para penerima penghargaan berfoto bersama, tersimpan satu pesan yang kuat dari panggung tersebut: bahwa pengabdian selalu menemukan jalannya untuk dihargai.
Dan malam itu, dari antara menteri, kepala desa, dan tokoh-tokoh nasional lainnya, nama Hendri Arnis membawa Padang Panjang berdiri tegak di panggung pengabdian Pers Indonesia. Sebuah kebanggaan bagi daerah yang terus meneguhkan diri sebagai kota yang terbuka, melayani, dan tumbuh bersama masyarakatnya.(paulhendri)














