Home / BERITA / DAERAH / HUKUM

Tuesday, 7 November 2023 - 17:51 WIB

Lakukan Monev, Dinkes Cegah dan Tanggulangi Kasus TB di Lingkungan Lapas

KOTA PEKALONGAN, SINYALNEWS.COM – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat terus berupaya menekan kasus penyakit Tuberkulosis (TB) di Kota Pekalongan, salah satunya di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan yang sangat rentan terjadi penyebaran dan penularan penyebaran penyakit menular seperti TB. Sehingga, upaya preventif menjadi hal yang sangat krusial. Selain pemeriksaan rutin kesehatan terhadap narapidana dan WBP, Dinkes juga melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi program penanggulangan Tuberkulosis (TB) di Lapas Kelas IIA Pekalongan, Senin (6/11/2023). Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan jejaring dan sinergitas antara Lapas Pekalongan dan Dinas Kesehatan Kota dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada warga binaan dan petugas, terutama dalam penanggulangan TB.

Pengelola Program TB pada Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Indayah Dewi Tunggal mengungkapkan bahwa, program penanggulangan TB di Lapas Kelas IIA Pekalongan telah menjadi perhatian utama, mengingat populasi warga binaan dan petugas berisiko tinggi terpapar TB. Oleh karena itu, peran Dinas Kesehatan Kota Pekalongan sangat penting dalam memberikan dukungan teknis, pelatihan, dan peralatan yang diperlukan untuk mendeteksi, mengobati, dan mencegah penyebaran TB di dalam Lapas.

“Kami mempunyai kegiatan monitoring dan evaluasi ketercapaian penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TB) di sejumlah lokasi pelayanan kesehatan baik rumah sakit, termasuk di Lapas dan Rutan. Sehingga, ketika terdapat kendala di dalamnya, baik dari pelaporan , logistik dan sosialisasi ke petugas, kami siap membantu penanganannya,” ucap Indayah.

Menurutnya, program penanggulangan TB di Lapas Kelas IIA Pekalongan sudah berjalan dengan baik, dimana selama ini semua pasien terduga (suspect) TB sudah dilaporkan ke Dinkes dan sampel dahaknya sudah dikirim ke rumah sakit TCM atau yang melayani tes TB seperti di RSUD Bendan, Rumah Sakit Budi Rahayu dan Puskesmas Buaran Kota Pekalongan. Berdasarkan hasil pelaksanaan screening pada 14 September 2023 lalu, terdapat 1 WBP suspect TB, namun WBP tersebut merupakan pindahan dari Rutan dan yang bersangkutan sudah mendapatkan penanganan secara intens baik dari pihak Lapas maupun berkoordinasi dengan petugas kesehatan Dinkes setempat.

Baca Juga :  Jumat Curhat, Jajaran Polres Bintan Kembali Tampung Keluhan dan Aspirasi Masyarakat

“Di lapas seperti ini beresiko terjadi penularan TB, karena 1 sel tahanan dihuni oleh banyak narapidana dan WBP. Sehingga, jika ada pasien positif TB harus di isolasikan dan dipindahkan di ruang khusus selama 2 bulan, karena kuman TB itu aktifnya 2 bulan. Setelah minum obat TB, maka kuman itu sudah tidak bisa menularkan ke yang lain,” terangnya.

Lanjut Indayah menambahkan, bagi yang tidak sengaja berkontak dengan penderita TB, Dinkes langsung melakukan screening secara menyeluruh. Pelaksanaan program screening TB di Lapas ini rutin dilaksakan setahun sekali. Kendati demikian, di Lapas Kelas IIA Pekalongan ini sudah dilengkapi tim medis screening TB Lapas yang selanjutnya nanti bisa meneruskan hasil laporannya ke Dinas Kesehatan. Adapun gejala penderita TB, diantaranya batuk dan demam terus menerus selama 2 minggu tidak kunjung sembuh, berkeringat pada malam hari, berat badan menurun, nafsu makan berkurang, disertai nyeri dada dan sesak nafas.

“Kalau ada pasien TB harus dipisah ruangannya, dilakukan pengobatan sampai sembuh, yang kontak harus discreening dan dilakukan terapi pencegahan dengan minum obat seminggu sekali dengan 12 dosis sampai 3 bulan. Mereka yang berkontak dengan penderita TB juga dianjurkan memakai masker agar meminimalisir penularan penyakit tersebut,” bebernya.

Sementara itu, Kalapas Kelas IIA Pekalongan, Asih Widodo melalui Kasi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik, S Hardono mengaku bersyukur adanya sinergi upaya-upaya yang telah dilakukan bersama antara Lapas dengan Dinas Kesehatan Kota Pekalongan untuk penanggulangan penyakit TB di lingkungan Lapas Kelas IIA Pekalongan, termasuk didalamnya ada program pemeriksaan TB secara berkala, penyuluhan tentang TB, dan perbaikan infrastruktur kesehatan di dalam Lapas.

Baca Juga :  Perkuat Sinergitas TNI Polri dan Komponen Bangsa Koramil 07/Maos Ikut Meriahkan HUT Bayangkara Ke- 77

“Kebetulan di Tahun 2022 lalu dilakukan screening TB di Lapas juga, dan ditemukan ada 12 orang WBP yang positif TB, namun Alhamdulillah setelah diobati 6 bulan berturut-turut para WBP sudah bisa sembuh dan tingkat kesehatannya meningkat, mereka juga saat ini sudah bisa menghirup udara bebas dari Lapas,” ujar Hardono.

Hardono mengakui, saat ini memang Lapas masih terkendala sejumlah ruangan khusus karena minimnya ketersediaan kamar hunian dan lingkungan sekitar Lapas yang kurang mendukung, dimana setiap blok masih ada genangan air yang tidak pernah surut. Pihaknya menyebutkan, saat ini Lapas Kelas IIA Pekalongan dihuni oleh 236 orang WBP.

“Mungkin nanti, apabila ada pemindahan lokasi Lapas jadi tahun depan ke daerah Doro, Kabupaten Pekalongan bisa disediakan ruangan khusus isolasi untuk mengantisipasi penyakit menular seperti TBC. Secara SDM tim medis, di Lapas sini sudah ada 2 orang perawat dan 1 dokter dari puskesmas terdekat setiap Rabu datang kesini untuk screening kesehatan WBP dan karyawan, sehingga antisipasi secara mandiri untuk pencegahan TB sudah dilakukan,” paparnya.

Hardono mengapresiasi kegiatan monitoring dan evaluasi TB di Lapas yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan setempat, dimana hal ini menjadi langkah positif dalam memastikan bahwa program penanggulangan TB di Lapas Kelas IIA Pekalongan berjalan efektif.

“Kami berharap kerjasama antara Lapas dan Dinas Kesehatan akan semakin kuat dan berkelanjutan, sehingga pelayanan kesehatan kepada warga binaan dan petugas di Lapas dapat ditingkatkan, dan target Zero Tuberkulosis pada tahun 2030 dapat tercapai,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Agar Terlihat Rapi dan Tidak Mengganggu Pengguna Jalan, Babinsa Koramil 1710-02/Timika Bersama Polri dan Satpol PP Tertibkan Para Pedagang

BERITA

Endrizal Pjs Bupati Agam Sementara Edi Dharma Syafni Pjs Bupati Pasaman

BADAN NEGARA

Bakamla RI Dukung Sosialisasi Pelindungan Pekerja Migran di Banten

BERITA

Ketua DPRD Padang Panjang Mardiansyah Buka Sidang Paripurna Ranperda Perubahan APBD 2023.

BADAN NEGARA

Bunda Een Refan: Saya Terharu BPK Perwakilan Sumbar Ikut Mendorong Kemajuan UMKM Sumbar

BERITA

Ikut Roadshow Survei Indeks TDN, Begini Arahan Kemendagri

ARTIKEL

“Target” 2024 Turun Menjadi 14%, Kapolres Kebumen Ikut Sosialisasikan Pencegahan Stunting

ARTIKEL

Serka Kame Kula Memberikan Pelatihan Tata Cara Penggunaan Alsintan dan Pestisida Kepada Warga