Home / BERITA / DAERAH / EKONOMI / KOTA PADANG PANJANG / MAKANAN / NASIONAL / PERISTIWA

Friday, 13 March 2026 - 06:16 WIB

Di Kota Kecil Itu, Api Mengetuk Dua Kali.”

PadangPanjang.Sinyalnews-com

Pepatah lama yang sering diucapkan orang tua terasa benar-benar hidup hari itu: malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih.

Di kota kecil bernama Padang Panjang, api datang bukan sekali. Ia mengetuk dua kali,siang dan tengah malam, meninggalkan kepulan asap, abu hitam, dan kegelisahan panjang di hati warga.

Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 11.40 WIB, teriakan warga memecah siang di Kampung KB RT 16, Kelurahan Tanah Hitam, Kecamatan Padang Panjang Barat. Asap tebal membumbung dari sebuah rumah semi permanen milik Safrianti (61).

Api diduga berasal dari arus pendek listrik di bagian atas rumah. Percikan kecil yang tak disadari itu berubah menjadi kobaran besar. Dinding kayu dan rangka bangunan membuat api menjalar cepat, seolah tak memberi kesempatan bagi siapa pun untuk menahannya.

Warga berlarian. Ada yang menimba air dengan ember, ada yang menarik keluar barang-barang seadanya dari dalam rumah. Namun api bergerak lebih cepat daripada tangan manusia.

Tak lama kemudian, deru sirene memecah kepanikan. Lima unit mobil pemadam kebakaran Kota Padang Panjang datang berjibaku memadamkan api, dibantu satu unit damkar dari Kabupaten Tanah Datar. BPBD Kota Padang Panjang menurunkan dua unit kendaraan, sementara dua ambulans disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan korban.

Personel Koramil 01/PP, Polsek Padang Panjang, Tagana, hingga Orari turut membantu mengamankan lokasi dan melakukan pendataan.

Baca Juga :  Jadi Irup di SMK Muhammadiyah Kajen, Kapolres Tegaskan Tidak Boleh Terjadi Perundungan di Lingkungan Pelajar

Ketika api akhirnya berhasil ditaklukkan, rumah Safrianti telah ludes menjadi arang. Tiga rumah lain ikut terdampak,milik Mira (46), Aferi Nur (50), dan Jon Joni (63). Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp250 juta.

Namun di tengah puing-puing yang hangus, warga masih bersyukur: tak ada korban jiwa.Belum lagi warga benar-benar menata napas dari musibah siang itu, malam membawa kejutan lain.

Ketika jarum jam menunjuk pukul 00.20 WIB, Jumat dini hari (13/3/2026), api kembali muncul. Kali ini di Jalan Barder Johan No. 37 RT 20 Kampung Dobi, Kelurahan Guguk Malintang.

Rumah milik Ermiyati tiba-tiba dilalap kobaran api yang memecah sunyi tengah malam. Petugas bergerak cepat. Enam unit mobil pemadam kebakaran Kota Padang Panjang dikerahkan, bahkan satu unit tambahan dari Kabupaten Agam ikut membantu.

Lampu rotator memantul di jalanan gelap. Selang-selang air terbentang panjang di antara warga yang berdiri cemas menyaksikan rumah tetangga mereka dilahap api. Petugas berjibaku hingga api akhirnya berhasil dipadamkan sebelum menjalar lebih luas ke rumah lain.

Dua kebakaran dalam satu hari membuat warga seakan tersentak. Kota kecil yang biasanya tenang itu seolah diuji oleh peristiwa yang datang bertubi.

Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra, yang meninjau lokasi kebakaran di Tanah Hitam, menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa warga.

Baca Juga :  Jaga Kemampuan Fisik, Prajurit Kodim 0703/Cilacap Melaksanakan Ketahanan Mars

“Pemerintah Kota turut prihatin atas musibah ini. Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak agar dapat meringankan beban mereka,” ujarnya.

Suara empati juga datang dari tokoh ulama Kota Padang Panjang, Buya Hamidi. Ia mengingatkan bahwa setiap musibah selalu membawa pesan bagi manusia.

“Musibah seperti ini adalah pengingat dari Allah agar kita semua lebih berhati-hati dan saling menguatkan. Rumah boleh hangus terbakar, tetapi jangan sampai iman dan kepedulian kita ikut padam. Mari kita bantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah ini,” ujar Buya Hamidi.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan peristiwa tersebut sebagai momentum memperkuat kebersamaan.

“Di saat seperti inilah kita melihat indahnya persaudaraan. Ketika satu rumah terbakar, seluruh kampung ikut merasakan duka. Semoga Allah mengganti kehilangan mereka dengan kebaikan yang lebih besar,” tuturnya.

Di balik rumah yang berubah menjadi abu, ada satu pemandangan yang tetap bertahan: warga saling membantu.

Ada yang membawa pakaian, ada yang menyediakan makanan hangat, ada pula yang sekadar datang menepuk bahu mereka yang kehilangan.

Karena di kota kecil itu, ketika api membakar rumah seseorang, yang ikut hangus bukan hanya dinding dan atap,tetapi juga kenangan hidup di dalamnya.Dan pada hari itu, api benar-benar mengetuk dua kali( paul hendri)

Share :

Baca Juga

BERITA

Gaktiplin, Propam Polres Pekalongan Cek Sikap Tampang dan Data Diri

BERITA

Raih Juara 1 Pada Ajang Penyuluh Award 2023 Tingkat Provinsi Sumatera Barat, Rapiun Harumkan Kemenag Kota Padang

BERITA

Kapolda Jateng Rotasi Sejumlah Jabatan Kapolres, Tekankan Netralitas dan Soliditas Polri Sebagai Kunci Amankan Pemilu

BERITA

Kabid PSMK Ariswan Sambut Langsung Kedatangan Presiden Jokowi dan Rombongan

ARTIKEL

Athan dan Duta Besar RI Untuk Mesir: Kunjungan Presiden RI berjalan Lancar

BERITA

Dukung UMKM Naik Kelas, Kemitraan Indonesia Siap Dampingi Penguatan Pemberdayaan Masyarakat

ARTIKEL

Anggota DPR RI Rezka Oktoberia Bagikan Beasiswa PIP untuk Masyarakat Pasaman Barat dan Agam

BADAN NEGARA

Satgas Yonif 715/Mtl Gelar Pelayanan Kesehatan kepada Masyarakat di Papua