PadangPanjang.Sinyalnews.com— Tepuk tangan itu pecah hampir bersamaan di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Padang Panjang, Sabtu (7/3/2026). Tidak ada perdebatan panjang, tidak pula voting yang menegangkan. Forum Musyawarah Luar Biasa Palang Merah Indonesia Kota Padang Panjang sepakat dalam satu suara: Maria Feronika Hendri dipercaya memimpin organisasi kemanusiaan itu untuk masa bakti 2026–2031.
Keputusan yang lahir melalui aklamasi itu menjadi tanda kuatnya dukungan peserta musyawarah kepada sosok yang selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial di kota berhawa sejuk tersebut.
Di podium pendopo, Maria berdiri dengan suara tenang namun tegas. Ia menyadari amanah yang baru saja disematkan bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab besar untuk memastikan PMI tetap hadir di setiap panggilan kemanusiaan.
“Kepercayaan ini adalah amanah yang harus kita jalankan bersama. PMI hidup dari kepedulian, dari kerja relawan, dan dari semangat gotong royong masyarakat,” ujarnya.
Musyawarah tersebut dihadiri perwakilan PMI Sumatera Barat yang diwakili Ketua Bidang Humas Eko Yance, Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra, kepala OPD, camat, lurah, relawan PMI, serta sejumlah unsur organisasi terkait.
Dalam sambutannya, Eko Yance menegaskan bahwa musyawarah luar biasa merupakan mekanisme organisasi yang sah sekaligus ruang konsolidasi untuk menentukan arah gerak PMI ke depan.
“PMI harus selalu siap setiap saat. Bencana, kecelakaan, hingga kebutuhan darah masyarakat membutuhkan relawan yang terlatih dan organisasi yang solid,” katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Allex Saputra yang membuka kegiatan tersebut menilai PMI memiliki peran strategis dalam kegiatan kemanusiaan di daerah. Ia berharap kepengurusan baru mampu memperkuat organisasi sekaligus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai pihak.
“PMI bukan hanya organisasi sosial, tetapi mitra penting pemerintah daerah dalam pelayanan kemanusiaan. Sinergi dengan dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat harus terus diperkuat,” ujarnya.
Bagi Maria, tantangan PMI ke depan tidak hanya soal struktur organisasi. Ia menyinggung perlunya pembenahan dari dalam—mulai dari peningkatan mobilitas relawan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, hingga perbaikan sarana dan prasarana penunjang kegiatan kemanusiaan di Padang Panjang.
Di kota kecil yang kerap bergerak cepat saat bencana datang, kerja kemanusiaan sering berlangsung tanpa sorotan: relawan yang bergegas di tengah malam, petugas yang menjemput donor darah, hingga tangan-tangan yang hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
“PMI harus selalu hadir lebih dulu ketika masyarakat membutuhkan,” kata Maria.
Kini, tongkat kepemimpinan PMI Padang Panjang berada di tangannya. Lima tahun ke depan akan menjadi ujian apakah aklamasi bulat yang ia terima hari itu dapat dijawab dengan kerja nyata.
Sebab di balik tepuk tangan yang menggema di pendopo siang itu, ada satu panggilan yang tidak pernah mengenal waktu: panggilan kemanusiaan.(paulhendri)














