PadangPanjang.Sinyalnews.com-Di bawah sorot lampu yang menggantung tepat di atas meja hijau, denting bola beradu memecah hening malam Ramadhan. Bukan sekadar pertandingan, tetapi denyut semangat generasi muda yang memilih tetap produktif selepas ibadah.
Kamis malam, 26 Februari 2026, pukul 21.30 WIB, usai sholat tarawih, Turnamen Biliar Nine Ball Ramadhan Ceria HC 4A dan 4B Milleniq resmi dimulai. Dengan penuh semangat, Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, membuka langsung turnamen tersebut, ditandai dengan pukulan pembuka di atas meja hijau.
Dalam sambutannya, Hendri Arnis menegaskan bahwa Ramadhan harus menjadi ruang pembentukan karakter, bukan sekadar rutinitas ibadah seremonial.
“Ramadhan mengajarkan kita disiplin, kesabaran, dan pengendalian diri. Nilai-nilai itu juga ada dalam olahraga. Saya ingin turnamen ini bukan hanya mencari juara, tapi melahirkan atlet yang berakhlak, sportif, dan membanggakan Padang Panjang,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah kota mendukung penuh kegiatan positif generasi muda, selama tetap menjaga norma dan suasana religius bulan suci.
“Silakan berkompetisi, silakan berprestasi. Tapi jangan tinggalkan adab dan jaga nama baik kota kita,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.
Ketua POBSI Padang Panjang, Dasril, menegaskan turnamen ini bukan sekadar agenda kompetisi, melainkan bagian dari pembinaan atlet lokal.
“Ramadhan justru momentum melatih kesabaran dan fokus. HC 4A dan 4B kita buka agar pemain dengan level berbeda tetap punya ruang berkembang. Dari sini kita berharap lahir atlet yang bisa membawa nama Padang Panjang lebih jauh,” ujarnya.
Sementara itu, Owner Milleniq Biliar, Ilhamdi, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah kota terhadap pembinaan olahraga biliar.
“Kami ingin tempat ini bukan hanya arena permainan, tapi ruang pembinaan dan silaturahmi. Ramadhan Ceria menjadi bukti bahwa biliar bisa dikemas positif, tertib, dan tetap menghormati suasana bulan suci,” kata Ilhamdi.
Suasana arena malam itu hangat namun disiplin. Penonton memadati sisi ruangan, sorak tertahan setiap kali bola mendekati lubang. Turnamen ini menjadi pesan kuat bahwa Padang Panjang tak berhenti bergerak,merawat marwahnya sebagai kota pendidikan, sekaligus membuka ruang bagi lahirnya atlet-atlet berprestasi dan berkarakter.
Dari meja hijau Milleniq, harapan itu digulirkan. Setenang pukulan yang presisi, setegas komitmen membangun generasi tangguh untuk masa depan kota.(paulhendri)














