Home / BERITA / DAERAH / KEMENTERIAN / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PERISTIWA / SUMBAR

Friday, 12 December 2025 - 18:51 WIB

PadangPanjang.Sinyalnews.com-Di tengah ruangan yang hening, seorang perempuan berkerudung hitam menggenggam mikrofon merah erat-erat, seolah itu satu-satunya pegangan ketika kata-kata tak lagi mampu ditahan. Suaranya pecah pelan, namun cukup untuk menggugah siapa pun yang mendengarnya.

“Digo… mana mungkin segitu pak?” ucapnya, hampir berbisik namun menembus dinding keheningan.pada wakil rakyat  dalam curhatnya “Saya punya anak, rumah kontrak. Belum lagi uang jajan anak. Bagaimana kami hidup dengan gaji Rp1,5 juta?”

Matanya terpejam, menahan rasa yang tak sanggup dijelaskan angka. Di sampingnya, beberapa PPPK lain menunduk, sebagian menyeka air mata, sebagian lagi hanya bisa menggenggam tangan sendiri, mencoba tetap tegar.

Kebijakan TAPD Pemko Padang Panjang menetapkan gaji PPPK hanya Rp1,5 juta per bulan, jauh di bawah arahan Kementerian yang meminta agar gaji mereka tidak lebih rendah dari UMR atau gaji terakhir yang diterima.

Bagi para pegawai kecil ini, kebijakan itu tak hanya soal angka,tetapi tentang apakah esok mereka masih bisa membayar kontrakan, membeli beras, atau sekadar memberi uang jajan agar anak mereka tidak minder di sekolah.

Baca Juga :  Momentum Apel, Kemenag Kota Padang Serahkan SK dan Piagam Statistik Izin Operasional, Ini Pesan H. Edy Oktafiandi

Seorang PPPK lainnya, dengan suara semakin serak, menambahkan:“Apakah tim banggar Pemko hanya berpikir untuk kesejahteraan mereka dan kelompoknya saja? Tak sedikit pun yang menyentuh akar rumput.”

Lembaga DPRD Padang Panjang pun menyatakan menolak pemotongan gaji tersebut. Namun para PPPK tahu, dukungan moral tidak selalu berbanding lurus dengan keputusan anggaran yang ditetapkan

Pengamat politik Padang Panjang, Rendi Arfian, menilai kebijakan ini menunjukkan adanya masalah serius dalam cara pemerintah daerah menentukan prioritas.

“Pemotongan gaji PPPK hingga ke angka yang jauh dari kelayakan adalah sinyal bahwa kebijakan anggaran kita tidak sensitif terhadap realitas sosial,” ujar Rendi.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah semestinya memiliki keberpihakan yang jelas kepada kelompok rentan.

“Jika pos-pos bantuan masyarakat dihilangkan, sekaligus gaji PPPK dipangkas hingga ke titik tidak manusiawi, maka ini bukan lagi persoalan teknis anggaran. Ini persoalan arah kebijakan. Pemerintah harus hadir untuk rakyat kecil, bukan meninggalkan mereka.”

Baca Juga :  Puncak Peringatan HUT Kodam XVII/Cenderawasih Ke-61 Tahun 2024, Kodim 1710/Mimika Gelar Acara Syukuran

Menurutnya, pemerintah seharusnya mencari solusi lain,optimalisasi PAD, efisiensi belanja non-prioritas, bukan justru memotong pendapatan orang-orang yang sudah lama berjuang menjaga roda birokrasi tetap bergerak.

Di luar ruang rapat itu, hidup tetap berjalan. Harga sembako tak menunggu kebijakan baru. Kontrakan tidak ikut turun. Anak-anak tetap pulang sekolah dengan wajah penuh harap melihat orang tuanya.

Para PPPK tidak menuntut kemewahan. Mereka tidak meminta keistimewaan.Mereka hanya meminta keadilan yang wajar, penghidupan yang manusiawi, dan kebijakan yang berpihak pada mereka yang paling terdampak.

Di balik angka “Rp1,5 juta”, ada kehidupan, ada harapan yang perlahan mengecil.

Dan hari itu, di ruangan sederhana itu, suara-suara kecil akhirnya berani bersuara.Pertanyaannya kini: apakah mereka akan didengar? Atau memang sengaja biar kami mundur dan anggka pengangguran lebih banyak (paulhendri)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Jalin Keakraban, Satgas Yonif 715/Mtl Bangun Komunikasi Sosial Lewat Makan Bersama Dengan Masyarakat

ARTIKEL

Panglima TNI Sematkan Bintang Yudha Dharma Utama Kepada Menhan RI

BERITA

Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) Menggelar Pertemuan Bulanan di Kecamatan Luhak Nan Duo

BERITA

Wagub Audy Resmikan Pengaliran Listrik PLN di Dusun Berkat Kabupaten Mentawai, Produktivitas Masyarakat Diharapkan Meningkat

ARTIKEL

Polres Pekalongan Ungkap dan Tangkap Pelaku Penganiayaan di Exit Tol Bojong

ARTIKEL

Mesjid Ikhlas RW 1 Gunung Pangilun Laksanakan Shalat Idul Adha 1444 H hari ini

ARTIKEL

Tiga Anggota Dari Koramil 07/Maos Laksanakan Kegiatan Tanam Padi

BERITA

Wako Hendri Menyusuri Asap dan Luka: Malam Ketika Rumah Mantan Petugas Damkar Dilalap Api