PadangPanjang.Sinyalnews.com- Malam itu, udara dingin Padang Panjang belum sepenuhnya turun ketika sebuah video cekcok keras antara seorang pejabat publik dan keluarga penghuni kos tiba-tiba memenuhi linimasa warga kota. Dalam hitungan jam, unggahan di medsos menjelma menjadi topik yang tak berhenti dibicarakan, dugaan pemasangan CCTV di area kamar mandi sebuah rumah kos milik oknum Plt Camat Padang Panjang Timur, yang juga dikenal sebagai penghulu adat dan mantan Ketua KAN di daerahnya.
Ironi pun menyeruak. Sosok yang sehari-hari memegang amanah sebagai pejabat pemerintahan dan figur adat yang dinobatkan untuk menjaga marwah, kini justru terseret dalam pusaran isu yang menyentuh titik paling sensitif: privasi perempuan.
Ketegangan di Malam Hari
Video berdurasi beberapa menit itu merekam suara tinggi, nada emosi, dan suasana mencekam di pelataran rumah kos yang terletak di Kelurahan Guguak Malintang, Kecamatan Padang Panjang Timur. Keluarga salah satu penyewa yang mengetahui adanya kamera CCTV di area kamar mandi mengecam keras tindakan tersebut.
Kos itu diketahui dihuni oleh belasan remaja putri, sehingga kehadiran kamera di ruang yang seharusnya steril dari pengawasan menimbulkan kegelisahan dan kemarahan.
“Bagaimanapun ini ruang privat anak kami,” demikian nada tinggi seorang keluarga yang terekam dalam video. “Tidak ada alasan apa pun yang membenarkan kamera di kamar mandi.”
Adu mulut pun tak terhindarkan. Di depan sorotan kamera ponsel, oknum Plt Camat tampak berusaha membantah dan mempertahankan penjelasannya, namun situasi justru semakin memanas.
Warganet Bereaksi: ‘Ini Pelanggaran Martabat!’
Tak menunggu lama, komentar publik membanjiri unggahan tersebut. Warganet dari berbagai kalangan mengecam dugaan pemasangan CCTV itu. Bagi banyak orang, tindakan tersebut bukan sekadar kelalaian, melainkan pelanggaran yang dapat mengoyak rasa aman para penghuni, terutama perempuan.
“Jika benar ada CCTV di kamar mandi, ini sudah menyentuh batas privasi paling dalam,” tulis salah satu warga.
“Apalagi pelakunya seorang camat sekaligus penghulu adat. Malu kita sebagai masyarakat,” komentar lainnya.
Di sisi lain, sejumlah akun meminta publik menahan diri sampai proses hukum memastikan fakta di lapangan. Namun arus kekecewaan dan tuntutan transparansi tetap mengalir deras.
Adat dan Jabatan yang Diuji
Publik juga menyoroti ironi peran pelaku. Sebagai penghulu adat dan mantan Ketua KAN, ia sejatinya figur yang “ditinggikan selangkah, didahulukan selangkah” dalam menjaga moral dan kehormatan kaum.
Ketika kabar ini pecah, sebagian masyarakat Minangkabau menyuarakan kekecewaan mendalam. “Penghulu itu payuang panji kaum. Kalau sampai muncul kasus seperti ini, tentu kami terluka,” kata seorang tokoh adat setempat yang enggan disebut namanya.
Di mata publik, kasus ini bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan moral, budaya, dan teladan.
Proses Hukum Berjalan, Pemko Masih Bungkam
Satreskrim Polres Padang Panjang telah menangani laporan serta mengamankan sejumlah barang bukti. Pemeriksaan saksi, penghuni kos, serta pihak pengelola sedang berlangsung.
Di saat berita ini tayang, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Padang Panjang. Publik menunggu sikap tegas, mengingat kasus melibatkan seorang pejabat aktif yang memegang posisi strategis.
Sementara itu, keresahan masyarakat terus bergulir. Banyak yang mendesak agar kasus ini ditangani transparan dan tuntas, demi menjaga kepercayaan publik terhadap aparatur negara dan pemangku adat.
Menunggu Jawaban
Hingga kini, pertanyaan utama masih menggantung di kepala warga:
Mengapa ada kamera di ruang paling privat penghuni?
Siapa yang memasang? Untuk tujuan apa? Dan bagaimana konsekuensi hukumnya?
Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu kini berada di tangan penyidik.
Sementara publik terus memantau, satu hal jelas: kasus ini telah membuka diskusi lebih luas tentang batas privasi, integritas pejabat, serta tanggung jawab moral seorang penghulu adat di tengah masyarakatnya.(PH)














