Home / BERITA / HUKUM

Wednesday, 18 January 2023 - 12:08 WIB

Jaksa Agung: Kalau Kajari-Kajati Berbuat Tercela, Saya Tindak Tegas

 

Jakarta, Sinyalnews.com,- Jaksa Agung meminta kepala daerah di Indonesia mempercayakan penegakan hukum kepada Kejaksaan. Dia juga menyampaikan, apabila ada jajarannya yang berbuat tercela, akan ditindak tegas.

“Pak, Bu, berikan kepercayaan kepada anak-anak, saudara kami di daerah. Kajari, Kajati, ingat, kalau kalian masih melakukan hal-hal tercela, saya akan tindak, ingat itu,” kata Burhanuddin di acara Rakornas Forkopimda 2023 di SICC, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/1/2023).

 

Dia menyampaikan kini Kejaksaan telah berbenah. Jadi dia meminta kepala daerah yang hadir tak ragu bekerja sama dengan Kejaksaan, khususnya dalam penegakan hukum.

 

Kemudian saya juga mengharapkan nanti di dalam pelaksanaan apapun yang dilakukan, utamanya berita kepercayaan kepada kami. Kami sudah berubah. Apabila ada hal-hal yang menyangkut perbuatan teman-teman saya di daerah, sampaikan ke saya. Saya akan beri garis toleransi, apabila ini betul-betul mereka lakukan perbuatan tercela, saya tidak akan kasih ampun lagi,” tuturnya.

Baca Juga :  Hadiri Halal Bihalal Ketua PKS Batam, Irwansyah Tampak Harmonis Dengan Semua Kader

 

Burhanuddin juga meminta jajarannya bekerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di daerah. Serta bersinergi dengan inspektorat pemerintah daerah.

 

“Di dalam pelaksanaannya, kerja sama dengan BPK yang ada di daerah. Agar mereka untuk masalah dasar hukum. Masalah yuridisnya, kalian yang bertanggung jawab. Masalah keuangannya, BPK yang bertanggung jawab. Tolong bersinergi dengan inspektorat, agar tidak ada kebohongan di antara kita,” ucapnya.

Baca Juga :  Sesosok Mayat laki-laki Ditemukan di Hutan Lebakbarang Pekalongan

 

Dia juga menyampaikan apa yang dikeluhkan kepadanya terkait dengan kepala desa. Dia menerima aduan adanya kepala desa yang menjadi obyek pemeriksaan.

 

“Saya perintahkan pada kalian, apabila ada laporan tentang terjadinya dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh kepala desa, renungkan dulu oleh kalian. Kepala Desa itu adalah seorang swasta, yang tidak ngerti bagaimana keuangan pemerintah,” ungkapnya.

 

“Kemudian kalian jadikan objek pemeriksaan, tolong jangan lakukan itu. Lakukan melalui inspektorat dulu. Mohon nanti teman-teman di inspektorat berikan penilaian yang seobjektif mungkin,” sambungnya.

 

Share :

Baca Juga

BERITA

Hari Bhayangkara ke-77, Polres Batang Gelar Donor Darah

ARTIKEL

Polsek Gandrungmangu Ungkap Kasus Dugaan Pengeroyokan Anak di Bawah Umur

BERITA

Rektor UIN Bukittinggi Sampaikan Klarifikasi dan Permintaan Maaf atas Aksi Oknum Mahasiswa, Gubernur Sumbar : Tidak Perlu Dipersoalkan dan Kami Sudah Memaafkan

ARTIKEL

Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Hadiri dan Bantu Prosesi Pemakaman Raja Ambenu di Desa Bakitolas

ARTIKEL

Pemerintah Desa Kalibeluk Laksanakan MusrenbangDes Tahun 2025

BERITA

Program SEMATA Bantu Keluarga Hendri, Wako Hendri Septa: Ini Semata mencari Ridho Allah SWT!

BERITA

Buka Rakor KDEKS Sumbar 2023, Gubernur Mahyeldi : Sumbar Terdepan Menuju Pusat Industri Halal

ARTIKEL

Kemenag Kota Padang, Jalin Kerjasama dengan Bank BSI, Ini Penjelasannya