Home / BERITA / DAERAH / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / POLITIK / SUMBAR

Thursday, 16 October 2025 - 01:19 WIB

Program Angkot Gratis untuk Pelajar di Padang Panjang Tetap Jalan

Oplus_0

Oplus_0

Mardiansyah : Rp750 Juta untuk Masa Depan, Transportasi Gratis Demi Pendidikan Anak Padang Panjang

Padang Panjang,Sinyalnews.com-Dukungan warga terhadap rencana Pemerintah Kota Padang Panjang melanjutkan program angkot gratis untuk pelajar terus mengalir. Program yang sudah diuji coba selama dua bulan ini dinilai sangat membantu meringankan beban orang tua, terutama bagi pelajar SD hingga SMA/SMK yang setiap hari membutuhkan transportasi menuju sekolah.bukan kita hentikan ,tapi itu masih dalam uji coba

Kadisdik Padang Panjang Nasrul SH saat dikonfirmasi mengatakan ,berdasarkan data dari Dinas Pendidikan, dari total 14.183 pelajar di seluruh jenjang pendidikan di Kota Padang Panjang, terdapat 1.712 pelajar yang benar-benar membutuhkan transportasi umum untuk pergi dan pulang sekolah. Artinya, sekitar 12 persen pelajar di kota ini masih bergantung pada angkutan umum.
Selebihnya, banyak yang diantar langsung oleh orang tua, sementara di tingkat SMA/SMK sebagian pelajar sudah menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor.

Angka tersebut menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyiapkan kebijakan lanjutan agar program ini bisa berjalan lebih terarah dan tepat sasaran.

Sementara itu Fandy Ramona Kepala Dinas Perhubungan mengatakan tengah menyiapkan mekanisme pembayaran dan sistem pengelolaan bagi sopir angkot agar program ini berjalan transparan dan akuntabel. Salah satu opsi yang dikaji adalah sistem berbasis data digital, mirip dengan konsep “JakLingko” di DKI Jakarta, di mana setiap pelajar yang terdaftar akan memiliki kartu khusus.
Dengan kartu tersebut, mereka cukup menempelkan (tap) kartu di alat yang tersedia di dalam angkot, tanpa perlu membayar tunai.

Baca Juga :  Meriahkan HUT ke-78 RI, Lemdiklat Polri Gelar Lomba Lukis

“Yang penting datanya harus rill, jangan sampai ada tumpang tindih. Jadi, setiap pelajar yang benar-benar membutuhkan transportasi sekolah akan terdaftar dan terlayani,” ujar salah satu pejabat Dishub usai rapat.

Dalam pembahasan Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) siang tadi, Wakil Ketua DPRD Padang Panjang, Mardiansyah, yang juga memimpin rapat tersebut, menegaskan bahwa program ini akan tetap mendapat dukungan anggaran di tahun depan.kemarin itu baru uji coba ,seberapa butuh warga akan program ini, jadi kita tetap dukung program unggulan walikota ,yang telah tertera dalam rentra kota tuturnya

“Untuk tahun anggaran 2026, kita telah mengalokasikan dana sebesar Rp750 juta. Insyaallah, semoga tidak ada pemotongan. Kalau dua bulan kemarin itu baru uji coba, tahun depan kita ingin program ini bisa berjalan penuh,” kata Mardiansyah.

Dukungan juga datang dari kalangan tokoh adat. Dt. Rajo Magek, tokoh adat dari Nagari Gunuang, menilai langkah pemerintah ini merupakan bentuk nyata perhatian terhadap generasi muda.

“Dulu kami berjalan kaki jauh ke sekolah, kini anak-anak kita bisa naik angkot gratis. Ini bukan soal kemudahan semata, tapi soal keadilan. Kalau anak-anak dari keluarga mampu bisa diantar jemput, yang kurang mampu jangan sampai tertinggal,” ujarnya.

Baca Juga :  Edy Oktafiandi : Moderasi Beragama Kunci untuk Menjaga Keharmonisan dalam Masyarakat Majemuk

Bagi masyarakat kecil, terutama para orang tua pelajar, program ini dianggap sangat membantu di tengah beban ekonomi yang makin berat.

Rahma (16), pelajar kelas XI di salah satu SMA di Padang Panjang, mengaku selama ini harus berjalan kaki hampir dua kilometer setiap hari karena tidak punya uang untuk ongkos.

“Kadang kalau hujan, saya tunggu reda dulu baru berangkat. Kalau ada angkot gratis, tentu saya sangat senang. Bisa sampai sekolah lebih cepat dan nggak capek lagi,” katanya dengan mata berbinar.

Program ini pun dinilai bukan sekadar soal transportasi, tetapi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap pendidikan dan kesejahteraan keluarga. Jika sistem pembayaran digital dan pendataan pelajar nanti sudah matang, Padang Panjang berpeluang menjadi kota kecil pertama di Sumatera Barat yang mengadopsi model transportasi publik berbasis data seperti di Jakarta.

Sebuah langkah maju menuju kota yang ramah pelajar, efisien, dan berpihak kepada masyarakat kecil.(Paulhendri)
Teks foto : lanjutan rapat banggar kua ppas antara ,TAPD dan Badan Qnggaran DPRD Padang Panjang .

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Novrial Berikan Penghargaan Tingkat Bidang dan UPTD Berprestasi dilingkungan Disperindag Sumbar

BADAN NEGARA

Gubernur Mahyeldi Gerak Cepat Atasi Masalah Kesehatan Sejumlah Warga Kapujan Koto Berapak Pessel

BERITA

Bakti Sosial Polres Bintan Dalam Rangka Memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke-78

ARTIKEL

Peduli Pendidikan, Babinsa Koramil 1710-02/Timika Melaksanakan Komsos Dengan Sekolah-Sekolah Di Wilayah Binaan

BERITA

RTRW Harus Direvisi, Sumbar Moratorium Tambak Udang Vaname

BERITA

Meriahkan HUT TNI ke78 KOREM 032/WBR Gelar Turnamen Tenis Lapangan

BERITA

Menhan Prabowo Hadiri Peringatan HUT ke-78 TNI Tahun 2023

BERITA

Rumah Zakat Bersama MPBI Gelar Sphere Training Regional Sumatera