Home / ARTIKEL / BERITA / DAERAH / EKONOMI / PENDIDIKAN / SUMBAR

Wednesday, 24 September 2025 - 13:34 WIB

Tim UNP Gandeng PKK Malalak Wujudkan Inovasi Kayu Manis untuk Ekonomi Berkelanjutan dan SDGs

Agam SINYALNEWS.COM — Tim pengabdian Universitas Negeri Padang (UNP) menjalin kerja sama dengan ibu-ibu PKK Nagari Malalak Barat, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, untuk mengembangkan diversifikasi produk kayu manis sebagai upaya memperkuat ekonomi berkelanjutan masyarakat. Program ini tidak hanya fokus pada peningkatan nilai tambah produk, tetapi juga menjadi kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Program yang diketuai Prof. Dr. Syafri Anwar, M.Pd, dengan anggota Dr. Febriandi, M.Si, dan Drs. Surtani, M.Pd, serta melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, berangkat dari permasalahan masyarakat Malalak yang selama ini hanya menjual kayu manis dalam bentuk mentah. Melalui pelatihan, pendampingan, dan penerapan teknologi digital, ibu-ibu PKK didorong untuk menghasilkan berbagai produk turunan bernilai ekonomi seperti bubuk kayu manis, sirup, teh herbal, kue, hingga minyak esensial.

Baca Juga :  Kabag Humas BP Batam Sebut Korban Runtuhnya Rumah Imam Masjid Tanjak Lompat Dari Scapolding

“Selama ini masyarakat hanya menjual kulit manis mentah. Dengan adanya pelatihan dan inovasi produk, kita dorong ibu-ibu PKK agar bisa menciptakan produk yang lebih beragam, memiliki daya saing, dan mampu masuk ke pasar yang lebih luas,” ujar Prof. Syafri Anwar.

Camat Malalak, Zulwardi, S.Sos, selaku mitra program, menyambut baik kolaborasi UNP dengan masyarakat. Ia menilai inisiatif ini akan membawa perubahan besar bagi perekonomian nagari. “Dengan pemasaran digital dan branding yang lebih profesional, produk kayu manis Malalak punya peluang menembus pasar nasional bahkan internasional. Ini tentu menjadi harapan besar bagi kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Selain meningkatkan keterampilan produksi dan pemasaran, program ini juga memperkenalkan konsep ekonomi sirkular dengan memanfaatkan limbah kayu manis, seperti serbuk dan daun, menjadi produk ramah lingkungan berupa pupuk organik atau briket. Upaya ini sejalan dengan agenda SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) yang menekankan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Gubernur Ingin Tingkatkan Ekspor ke Australia

Secara lebih luas, program ini berkontribusi pada SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dengan membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pemberdayaan UMKM dan inovasi produk, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) lewat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah nagari, dan masyarakat.

Dengan adanya kolaborasi antara tim UNP dan ibu-ibu PKK Malalak, nagari ini diharapkan tumbuh menjadi sentra industri berbasis kayu manis yang mandiri, berdaya saing tinggi, dan berkontribusi langsung pada pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal maupun global.

Putra-sgm*

Share :

Baca Juga

BERITA

Pimpin Apel Pagi, Novrial Pesan ASN Tetap Disiplin Dalam Laksanakan Tugas

ARTIKEL

Bersama Membumikan HAM: Mendorong Integrasi Nilai-nilai HAM pada Ekosistem Sekolah

ARTIKEL

Guswardi : DPP Kota Padang Berikan Bantuan Kepada Kelompok Pembudidaya Ikan  

ARTIKEL

Puncak HPN 2025 di Riau, Momen Merayakan Keberanian, Integritas dan Semangat Juang Insan Pers

BADAN NEGARA

Sultan Harap Bisa Ucapkan Terima Kasih Secara Langsung Kepada Kapolri

ARTIKEL

Sinergitas TNI-Polri Tidak Perlu Diragukan, Anggota Polsek Reban Ikut Kegiatan TMMD Reguler Ke 121

ARTIKEL

Irwan Zuldani Apresiasi PPSI Sumbar Gelar Festival Pencak Silat Tradisi 2025 di UNP

ARTIKEL

Sertu Agus Melaksanakan Kegiatan fogging di Desa Bersama Warga Binaannya