Sadis! Demi Uang, Adik Kandung Nekat Kuras ATM Kakak Hingga Rp17 Juta

Oplus_0

Oplus_0

Darah daging seharusnya saling melindungi, namun di Batipuh, rasa persaudaraan terkubur oleh nafsu uang. Seorang adik kandung bersama suaminya tega membobol ATM milik kakaknya sendiri, menguras hingga Rp17 juta. Aksi licik ini tak berlangsung lama, Tim Macan Merapi Polres Padang Panjang berhasil membekuk keduanya.

Padang Panjang – Sinyalnews.com – Kasus pencurian dengan modus pembobolan ATM kembali menggemparkan warga Tanah Datar. Pelakunya adalah ED (48) dan suaminya AN (42), warga Nagari Batipuh Baruh, Kecamatan Batipuh, yang diduga membobol ATM milik kakak kandung ED, Rosnidar.

Kasus ini terungkap setelah korban melapor ke Polres Padang Panjang pada 7 Agustus 2025. Saat itu, Rosnidar terkejut mendapati saldo rekeningnya berkurang drastis akibat penarikan tunai yang tidak pernah ia lakukan. Total kerugian mencapai Rp17 juta.

Baca Juga :  Danlanud Sultan Hasanuddin Mengantar Keberangkatan Pangkogabwilhan II Usai Kunker Di Makassar

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Macan Merapi Satreskrim Polres Padang Panjang segera melakukan penyelidikan.

“Kronologinya, kartu ATM korban yang disimpan di bawah bantal diambil oleh pelaku ED tanpa sepengetahuan korban. ED kemudian bersama suaminya menarik uang di mesin ATM. Setelah itu, kartu dikembalikan ke tempat semula. Aksi ini dilakukan berulang kali hingga kerugian korban mencapai Rp17 juta,” ungkap Kasat Reskrim Polres Padang Panjang, IPTU Ary Andre Jr, S.H., M.H., mewakili Kapolres AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P.

Dari pemeriksaan, kedua pelaku mengaku uang hasil pencurian digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, polisi masih mendalami kemungkinan penggunaan uang tersebut untuk hal lain. Barang bukti yang diamankan berupa kartu ATM atas nama Rosnidar. Pelaku diketahui mengetahui PIN ATM karena hubungan keluarga yang dekat.

Baca Juga :  Pos Kout Berhasil ! Warga Perbatasan Kembali Serahkan Senjata Api Rakitan dengan Sukarela Kepada Satgas Pamtas Yonarmed 10/ Bradjamusti

Kini, keduanya mendekam di tahanan Polres Padang Panjang untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi menjerat mereka dengan Pasal 367 KUHP tentang pencurian dalam keluarga, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kerahasiaan data perbankan, bahkan terhadap orang terdekat sekalipun, guna mencegah kejadian serupa,” tegas IPTU Ary Andre. (Paulhendri)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Polresta Cilacap dan TNI Gelar Olahraga Bersama Pererat Sinergi Sambut Hari Bhayangkara ke-79

BERITA

RTLH Program TMMD Sengkuyung Tahap ll Kodim Cilacap Mulai Dikerjakan

BERITA

Dalam Rangka Ops Patuh, Satuan Lalu Lintas Polres Sawahlunto Sosialisasikan Tertib Berlalu Lintas Kepada Pelajar

BERITA

Gubernur Mahyeldi Resmikan Surau Sydney Australia sebagai Surau Pertama Orang Minang di Luar Negeri

ARTIKEL

Perlombaan Paduan Suara Mars PKK Antar RW di Desa Tanjungmojo Semarakkan HUT RI ke-79, Posko 118 KKN MIT 18 UIN Walisongo Semarang Turut Berpartisipasi

ARTIKEL

Panglima TNI Terima 650 Unit  Ransus Maung dari Kemhan untuk Perkuat Pertahanan NKRI

BERITA

Ketua & Sekjend ALARM Minta APH Tertibkan Gelper Uban Zone dan Zeus 88

ARTIKEL

Kakan Kemenag Kota Padang, Lantik Dua Kepala KUA dan Tiga Kepala TU Madrasah