Home / ARTIKEL / BADAN NEGARA / BERITA / BUDAYA / EKONOMI / HUKUM / NASIONAL / POLRI/TNI/ BAKAMLA RI

Thursday, 19 June 2025 - 18:52 WIB

Polresta Cilacap Ungkap Dua Kasus Narkoba, Ratusan Butir Obat Keras dan Psikotropika Disita

CILACAP, 19 Juni 2025-SINYALNEWS – Satuan Reserse Narkoba Polresta Cilacap berhasil mengungkap dua kasus peredaran gelap obat keras dan psikotropika dalam satu hari. Dalam pengungkapan tersebut, petugas menyita ratusan butir obat-obatan terlarang serta mengamankan dua tersangka yang diduga sebagai pengedar.

Kasus pertama terjadi pada Jumat, 13 Juni 2025, sekitar pukul 12.45 WIB. Tim Satresnarkoba meringkus tersangka berinisial ZGP (25) di rumahnya di Desa Sindangsari, Kecamatan Majenang, berdasarkan laporan masyarakat mengenai maraknya peredaran narkoba di wilayah tersebut.

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan 747 butir obat keras jenis Heximer, Yerindo, dan Tramadol, serta 41 butir psikotropika jenis Atarax Alprazolam. Selain itu, turut disita uang tunai Rp 2.425.000, satu unit ponsel, dan barang bukti lainnya. ZGP mengaku memperoleh barang tersebut dari rekannya bernama Angga di Tanah Abang, Jakarta Pusat, melalui pemesanan via WhatsApp dan pengiriman menggunakan jasa travel.

Tak berselang lama, Satnarkoba Polresta Cilacap sekitar pukul 13.30 WIB di hari yang sama kembali menangkap tersangka kedua berinisial RH (21) di Jalan Sirsak, Desa Jenang, Kecamatan Majenang. Dari tangan RH, disita 19 butir obat keras jenis Dolgesik Tramadol dan 47 butir psikotropika. Petugas juga melakukan penggeledahan lanjutan di rumah RH di Desa Gunungreja, Sidareja, dan menyita tambahan obat-obatan serta uang tunai Rp 651.000.

Baca Juga :  Kepala UPTD BBI dan Penyuluh Dinas Perikanan Dan Pangan Kota Padang Kunjungi SD 16 Timbalun

RH mengaku memperoleh sebagian obat dengan cara berobat ke apotek di Surakarta dan mendapatkan resep untuk obat golongan psikotropika. Ia serta ZGP diketahui menjual kembali obat-obatan tersebut demi memperoleh keuntungan pribadi.

Tersangka ZGP dan RH dijerat dengan pasal berlapis, yakni:
Pasal 435 Jo Pasal 138 ayat (2) dan ayat (3), serta Sub Pasal 436 Jo Pasal 145 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun dan/atau denda hingga Rp5 miliar . Pasal 62 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp100 juta.

Baca Juga :  Saat Lumpur Belum Kering, Erick Hamdani Datang Membajak Harapan Petani Tanah Datar

Kasi Humas Polresta Cilacap Ipda Galih Soecahyo, S.H. menegaskan komitmen kepolisian dalam memberantas narkoba di wilayah hukumnya.
“Pengungkapan dua kasus ini adalah bukti keseriusan kami dalam melindungi masyarakat dari bahaya peredaran obat-obatan terlarang. Kami akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan yang lebih besar,” ujarnya.

Saat ini, kedua tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolresta Cilacap untuk proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Polresta Cilacap juga mengimbau agar warga segera melapor jika mengalami atau mengetahui tindak pidana. Masyarakat dapat menghubungi Layanan Bebas Pulsa Call Center 110 Polresta Cilacap.

Layanan ini aktif 24 jam setiap hari untuk melayani pengaduan dan kebutuhan bantuan hukum masyarakat. Diharapkan, dengan sinergi antara kepolisian dan masyarakat, keamanan dan kenyamanan warga di Kabupaten Cilacap tetap terjaga.

 

Share :

Baca Juga

BERITA

Kakan Kemenag Kota Padang Beserta Tim Monitoring Asesmen MIN 1 Kota Padang  

ARTIKEL

Irkoopsud II Dampingi Irjenau Terima Kunjungan Ketua BPK RI ke Lanud Hnd

BERITA

Wisnu, Pelaku Jambret di Wonopringgo Juga Pernah Melakukan Aksinya di Wilayah Doro

BADAN NEGARA

Wakil Bupati Solok Terima Kunjungan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan

BERITA

Dinas Pendidikan Kabupaten Agam Terus Dukung Program Unggulan Bupati Agam Dalam Bidang Tahfizh Al-Qur’an

BERITA

Warga Sambut Antusias Bakti Kesehatan Polri di Rempang  

BERITA

Pasca Kisruh Antara Warga Pemilik Rumah yang Retak-Retak Akibat Tambang Batu Kapur diduga ilegal Menyisakan tanda tanya

BERITA

Ances Kurniawan : Kita Dukung Sepenuhnya Pembenahan Terminal Anak Air