Home / ARTIKEL / BERITA / BUDAYA / EKONOMI / HUKUM / INTERNASIONAL / KESEHATAN / POLITIK

Tuesday, 15 April 2025 - 00:07 WIB

Konflik Memanas, Hamas Gempur Israel dengan Rudal, Pasukan IDF Justru Retak dari Dalam

PELESTINA SINYALNEWS.com – Ketegangan di Jalur Gaza kembali memuncak setelah Hamas melancarkan serangan rudal besar-besaran ke wilayah Israel pada Minggu hingga senin (14/4). Sedikitnya 10 rudal dilaporkan menghantam kota Ashdod, Ashkelon, Yavne, dan sejumlah wilayah sekitarnya. Sirene peringatan meraung di banyak kota, memaksa warga Israel mengungsi ke tempat perlindungan. Tiga orang terluka, sementara kerusakan terjadi di berbagai titik penting.

Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan respons atas kejahatan militer Israel terhadap warga Gaza. Mereka menyebut serangan itu sebagai “awal dari neraka” yang selama ini dijanjikan kepada Israel. Hamas juga menyindir narasi lama dari Israel dan Amerika Serikat soal “gerbang neraka” di Gaza, menyiratkan bahwa kini giliran wilayah Israel yang merasakannya.

Baca Juga :  Warga Menanti 30 Tahun, Pembangunan Jembatan Batang Namang Tuntas

Dalam pernyataan terpisah, Hamas mengklaim telah menyiapkan sekitar 40.000 pejuangnya untuk menghadapi pasukan Pertahanan Israel (IDF). Sebaliknya, IDF justru dilaporkan mengalami tekanan internal yang besar. Ratusan tentara cadangan, termasuk dari unit intelijen dengan sekitar 2.000 personel, menandatangani petisi menolak bertugas di Jalur Gaza dan menuntut diakhirinya perang.

Krisis moral juga meluas ke unit-unit lainnya. Sedikitnya 150 mantan perwira Angkatan Laut dan puluhan dokter cadangan turut menyatakan penolakan dengan menandatangani surat petisi serupa.

Baca Juga :  Gubernur Mahyeldi Lantik Pejabat Esselon 2 dan 3 dilingkungan Pemprov Sumbar

Di lapangan, IDF dilaporkan menghadapi kesulitan dalam operasi menembus jaringan terowongan bawah tanah milik Hamas. Strategi militer pun dialihkan ke pertempuran darat berskala kecil dengan memanfaatkan pesawat nirawak dan taktik penyergapan.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan Kabur ke Amerika Serikat untuk bertemu PresidenTrum guna membahas kemungkinan gencatan senjata. Namun, upaya diplomatik tersebut dinilai belum akan membuahkan hasil dalam waktu dekat, mengingat eskalasi di lapangan yang terus meningkat.

Share :

Baca Juga

BERITA

FIK UNP sambut hanggat Rombongan SMA N 5 Bengkulu Selatan sekalian kerjasama

BERITA

Sebelum Launching, Polresta Cilacap Gelar Pelatihan Polisi RW Untuk Anggota

BERITA

PWS Sumbar Serahkan Bantuan Bagi Anggotanya yang Menjadi Korban Kebakaran di Timpeh

BERITA

Kakanwil Kemenag Sumbar Lantik 34 Pejabat Esselon IV

ARTIKEL

Babinsa Koramil Binangun Monitoring PMT Balita Stunting

ARTIKEL

KKN UIN WALISONGO POSKO-87 Tumbuhkan Keterampilan Lewat Pelatihan Design Di Era Serba Digital

ARTIKEL

Gubernur Mahyeldi Tegaskan Pentingnya Keselamatan bagi Para Pekerja dan Terus Memantau Perusahaan yang Mempekerjakan Anak

BERITA

MUI, Tokoh Adat dan Pemerintah Berperan Untuk Meningkatkan Tatanan Kehidupan Umat