Home / ARTIKEL / BERITA / DAERAH / EKONOMI / HUKUM / NASIONAL / PERISTIWA / RUBRIK CAHAYA ILMU

Wednesday, 4 December 2024 - 22:25 WIB

Akhirnya Gus Miftah Minta Maaf ke Penjual Minuman Asongan

SINYALNEWS.COM – Media sosial tengah diramaikan oleh video viral yang menampilkan pendakwah Gus Miftah, atau Miftah Maulana Habiburrahman, menyampaikan candaan yang dianggap kurang pantas kepada seorang penjual es teh keliling saat mengisi sebuah pengajian. Video tersebut memicu berbagai reaksi dari masyarakat.
Menangapi kejadian itu, Gus Miftah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Dalam video klarifikasinya yang dirilis pada Rabu (4/12/2024), ia mengungkapkan penyesalannya.
“Dengan kerendahan hati, saya minta maaf atas kekhilafan saya. Saya memang sering bercanda dengan siapa pun. Maka atas candaan kepada yang bersangkutan, saya akan meminta maaf secara langsung dan mudah-mudah dibukakan pintu maaf untuk saya,” ujar Gus Miftah.

Selain itu, Gus Miftah juga meminta maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi akibat candaan tersebut.
“Kemudian, saya juga meminta maaf kepada masyarakat atas kegaduhan ini, terutama mereka yang terganggu dengan tindakan saya yang mungkin dinilai berlebihan. Untuk itu, saya mohon  Maaf Kejadian ini menjadi introspeksi bagi saya untuk lebih berhati-hati dalam berbicara di masa mendatang,” menambahkan
Kronologi Kejadian
Dalam video yang viral, Gus Miftah terlihat bertanya kepada seorang penjual es teh keliling apakah dagangannya masih banyak.

Baca Juga :  Ustad Jerri Menutup Tarwih 1 Juz 1 Malam di Mesjid Baiturahmah Padang di Sambut Haru Jemaah

Namun, candaan yang ia lontarkan setelah itu, termasuk menyebut kata “goblok”, dianggap menyinggung sang penjual. Video tersebut langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial, dengan banyak yang menilai candaan itu tidak pantas.

Dampak Insiden
Insiden ini membawa dampak besar bagi para penjual es teh. Tak hanya menerima permintaan maaf dari Gus Miftah, pria tersebut juga mendapatkan perhatian dari berbagai kreator konten yang datang ke rumahnya untuk memberikan bantuan. Namun, fenomena ini juga menuai kritik dari publik yang menganalisis motif di balik aksi para pembuat konten.
“Keviralan seperti ini seperti gula bagi semut. Banyak yang datang memberikan bantuan, tapi apakah ini murni empati atau hanya untuk mengejar cuan?” ujar seorang pengamat media sosial.

Baca Juga :  Pentingnya Mengetahui Kesehatan Warga Binaan, Babinsa Koramil Jila Dampingi Nakes  Adakan Pemeriksaan Rutin

Warganet juga menyoroti pola masyarakat yang baru bertindak setelah sebuah kisah menjadi viral.
“Kalau benar-benar peduli, kenapa harus menunggu viral dulu?

Banyak penjual kecil, guru honorer, petani, hingga peternak yang juga membutuhkan perhatian tanpa harus jadi sorotan publik,” ujar seorang pengguna media sosial.
Di balik kejadian ini, fenomena keviralan memang kembali menjadi sorotan. Apakah kehebohan publik hanya soal empati saat atau ada kepentingan lain yang bermain? Satu hal yang pasti, Gus Miftah mengingatkan bahwa tidak ada salahnya belajar dari setiap kejadian untuk menjadi lebih baik.

Di tengah sorotan tajam ini, Gus Miftah berkomitmen untuk belajar dari kejadian tersebut. Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih bijak dalam bertindak dan berbicara. (Jodi)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Foto pasangan calon Hendri Arnis & Allex Saputra saat menjalani test kesehatan di RS M Djamil Padang Sabtu 31/8-2024

BERITA

Panglima TNI dan Kapolri Buka Pelatihan Latsitarda Nusantara XLIII 2023

ARTIKEL

Kunjugan Kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat ke PT. AMP POM di Kebupaten Agam

BERITA

*Menjelang Peringatan HUT TNI Ke-78 Satgas Yonif 122/TS Kembali Gagalkan Penyeludupan Narkoba Jenis Ganja 635 Gram*

ARTIKEL

Panglima TNI Dampingi Presiden RI dalam Acara Halal Bihalal Bersama Purnawirawan TNI AD

BERITA

Prof Zudan: Korpri Berkomitmen Selesaikan Masalah Birokrasi Melalui Rakernas 2023

BERITA

Satu Orang Warga Paraman Ampalu Tertimbun Di Tambang Galian Emas Ilegal

BERITA

Sinergitas TNI-Polri dan Masyarakat Tanam Mangrove di Wilayah Wonokerto Pekalongan