Medan, SINYALNEWS.COM,- — Namanya AKBP (Purn) H. Hendra Joni Tuak Bando Basau, SH, MH (disebut HJ) sudah tidak asing lagi bagi warga Pesisir Selatan Prov Sumatera Barat. Bupati Pesisir Selatan periode 2014-2019 ini lahir tahun 1961 di Kotobaru Kambang kecamatan Lengayang Pesisir Selatan Propinsi Sumatera Barat.
Hendra Joni menamatkan Sekolah SD sampai SMP di Kambang, dan melanjutkan SMA di Jakarta. Orang tua Hendra Joni adalah seorang guru sekolah negeri dikampung halamannya.
Di Jakarta memasuki SMA bersama Udanya bernama SAMIR DM KATIK INTAN berjiwa sosial, beliau pendiri IKWAL Jakarta dan pengurus PKPS dahulu bernama IKPS. Samir Katik Intan adalah seorang pejabat Rektorat Universitas Indonesia (UI) merangkap kepala asrama UI Salemba Jl. Pegangsaan Timur Kecamatan Menteng Jakarta Pusat tepatnya di belakang kantor Biro Kementrian Pendidikan Nasional atau belakang bioskop Megaria Menteng.
Dalam asrama itu ada ratusan kamar mahasiswa dan ada rumah dinas pegawai UI, disanalah Hendra Joni ditempa ditengah hirukpikuk ibu kota negara DKI Jakarta.
Hendra Joni, anak seorang guru negeri dikampungnya kelahirannya disambut oleh Udanya bernama SAMIR DM KATIK INTAN pejabat Rektorat UI berarti HJ dibesarkan dari kecil sampai diusia remaja dalam keluarga pendidikan sampai tamat SMA di Jakarta.
Saat HJ mau ikut mencalonkan diri sebagai Bupati Pesisir Selatan tahun 2014, Udanya Samir DM Katik Intan menyarankan mikir-mikir dulu mengambil resiko mengorbankan perwira menengah karir dan jabatan sedang moncer. Namun HJ tetap dengan pendiriannya mengambil langkah untuk maju sebagai calon Bupati Pesisir Selatan untuk mengabdi dikampung halamannya.
Dikisahkan, begitu tamat SMA, Hendra Joni langsung masuk polisi di Jakarta sekali masuk langsung gool, HJ pemain bola berbadan tegak, putih, bersih, ceria yang selalu menjadi kesayangan komandan. Dalam karir abdi Negara HJ tak menyianyiakan waktu berlalu, mengikuti sekolah, kuliah, rajin, taat beribadah.
Dalam menjalankan tugas prestasi demi prestasi sering diraih sehingga dapat penghargaan dari Kapolri dan kenaikan pangkat otomatis setingkat pada Perwira menengah.
Entah apa yang merasuk jiwa dan raganya saat berusia sekitar 53 tahun yang 5 tahun lagi mau pensiun, Hendra Joni mengincar mau mengabdi pada tanah kelahirannya Pesisir Selatan. Dia bercita-cita menjadi seorang Bupati di tanah kelahirannya.
Dua tahun lebih sebelum waktu pemilihan Hendra Joni sering pulang kampung mengintip keadaan Pesisir saat itu, Karena seringnya pulang kampung dan sering sedekah sana sini tak mengenal dari suku apa saja, usia berapa saja, kalangan mana saja, tiap ada kesempatan selalu HJ bersedekah pada orang, sarana Ibadah, kelompok-kelompok pemuda, kelompok ibuk-ibuk.
Dengan munculnya sosok badan tegak gampang senyum dan sering jumpa dimasjid-masjid oleh masyarakat dan disitu desas desus keinginan banyak masyarakat menginginkan agar HJ maju jadi Bupati pemilihan tahun 2015 yang lalu.
Seorang perantau Pesisir Selatan asal Kambang yang berprofesi Advokat / Pengacara dan Pengusaha Network dan site Acquisition di Indonesia untuk banyak Operator dan Profider Telekomunikasi Selular dan niir kabel tinggal di Medan, juga pernah manager kebun besar kelapa sawit lahan gambut, saat itu ada membangun 11 site BTS Tower Telkomsel se Pesisir Selatan dan mengurus 36 site BTS PT. Telkom sesumatera Barat tahun 2013 dan 2014, yang
Jonaidi, SH MH adalah ;
Advokat/ Pengacara,
Pelaku Network Telekomunikasi di Indonesia,
Pelaku Site Acquisition untuk Operator dan Profider Telekomunikasi di Indonesia,
Pernah manager perusahaan besar Kebun Kelapa Sawit lahan gambut 7 tahun,
Pernah sekre IKWAL Jakarta (Jabotabek),
Pernah Penasehat PKPS dahulu IKPS Kota Tangerang,
Kini Ketua IKWAK Sumut,
Kini Sekwil PKPS dahulu bernama IKPS Sumut,
Kini Coordinator Badan Musyawarah Masyarakat Minang (BM3) Sumut,
Memiliki Sertipikat Penyelesaian Sengketa Pilpres, Pilleg DPR RI, DPD RI, DPR Prop, DPR Kab/ Kota,, Pilkada Prop. Kabupaten/ Kota dari Mahkamah Konstitusi (MK) RI,
Mendengar HJ digadang-gadangkan banyak orang maka Jonaidi perantau Minang asal Kambang yang berdomisili di Medan berusaha untuk mendapatkan nomor kontak Hendra Joni. Tidak terlalu sulit bagi Jonaidi untuk mendapatkannya.
Jonaidi mendapatkan contac dari Jenderal Asmardi Arbi yang sedang membahas buku MONOGRAFI NAGARI KAMBANG,
Jenderal H. Asmardi Arbi asal Padang Tabek Kambang Pessel yang pernah wakil Indonesia diluar negeri sebagai Konsulat Jenderal (Konjen) di negara Iran dan Filifina sekitar 5 tahun. Jenderal Asmadri Arbi berbicara dengan Jonaidi panjang lebar tentang siapa Hendra Joni.
Setelah mendapat cukup informasi, Jonaidi pun melaporkan kepada DR. Drs. H. Syafrial N Dt, Bandaro Ita, M.Ag sebagai Pucuak Suku Kampai senagai Kambang tentang buko Monografi Nagari Kambang, ternyata ada revisi isi buku yang belum dimasukan dalam cetakan. Jonaidi langsung berperan mencegah (Prefentiv) sgar tidak terjadi perselisihan dan langsung menjadi pendingin antara Jenderal H. Asmardi Arbi dengan DR. Drs. H. Syafrial N Dt, Bandaro Ita,
M.Ag.
“Lewat telpon malamnya kami bertiga langsung sepakat untuk bertemu dengan tokoh IKWAL di Jakarta pada tanggal 23 Desember 2024” ucap Jonaidi.
Singkat cerita kami bertiga berangkat ke Jakarta saya, Jonaidi, SH, MH, DR. Drs. H. Syafrial N Dt, Bandaro Itam, M.Ag, Bandaro Kambang, Rajo Kambang. Saat hari H acara di Jakarta malang tak dapat ditolak mujur tak dapat diraih penggagas dan penfasilitas acara Jonaidi terkurung di kota Pontianak Kalimantan Barat karena tidak dapat tiket ke Jakarta, akhirnya acara dibuka oleh kakak kandung Jonaidi bernama Yubianto alias Ujang Bentol (kini sudah alm).
Di acara itu HJ memberitahukab keinginannya untuk mengabdi di kampung halaman dengan menjadi Bupati Pesisir Selatan. HJ menyetujui tawaran untuk istrinya tercinta jadi Bundo Kanduang Dr. Hj. Lisda Hendrajoni Istri HJ malakok (bergabung) ke suku Kampai kemenakan Datuak Bandaro Itam Lubuk Sarik Kambang.
Selang hitungan hari Hendra Joni dan istri segera pulang kampuang. Adat diisi limbago dituang tak berselang lama pucuak-pucuak datuak-datuak menyaksikan ikrar pengambilan suku Kampai, acara tersebut ikut dihadiri oleh Jonaidi, SH, MH
Semenjak itu keinginan ninik mamak nan 50 dari 7 suku senagari Kambang, beserta Lakitan Kecamatan lengayang tak terbendung bahwa HJ harus maju dan HJ menyatakan tekadnya untuk maju sebagai calon Bupati Pesisir Selatan. “Apapun resikonya dengan ucapan“ Bismillaa hirrah maanirrahiim “Kunfayakun” saya nyatakan untuk maju sebagai calon Bupati Pesisir Selatan” ucap Hendra Joni saat itu.
Hari demi hari tiga sejoli ini sering beriringan dengan masing-masing berkendara Padang – Kambang HJ, DT. Bandaro Itam, Jonaidi dengan mobil Innova kesayangannya BA 888 EC bolak-balik membuat acara-acara seperti menyerahkan bantuan Meja-Kursi-Palu Sidang Hakim dan panitera. Hendra Joni juga memberikan bantuan untuk kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) sekitar 150 jt tiap KAN, yaitu 11 KAN Sebanda Sapulua dari Batangkapas sampai ke Punggasan dan kegiatan lain-lain.
Mendengar anak kemenakannya mau maju di Pilkada Pesisir Selatan, ninik mamak nan 60 Sungai Pagu Muarolabua turut memberikan dukungan dengan berkunjung ke Kambang. Kedatangan mamak nan 60 Sungai Pagu Muara Labuh disambut Ninik mamak nan 50 senagari Kambang. Menurut silsilah, orang Kambang berasal dari Muarolabua dan yang pertama turun melintasi bukit Barisan adalah kelompok nan 62 orang.
Hendra Joni juga membangun satu surau dikota Tarbiyah di Koto Kandis senilai sekitar 400 jt. Banyak lagi yang lain action yang diujudkan HJ sebelum mendaftar Pilkada. Sejak itulah nama AKBP (Purn) H. hendra Joni Tuak Bando Basau, SH, MH lebih termashur mulai dari Siguntur sampai Lunang Silaut.
Hendra Joni memang lihai mencari dukungan. Berkat kelihaiannya tersebut muncul berbagai kebulatan tekad dari masyarakat Pesisir Selatan, mulai dari Tarusan sampai ke Tapan. Dalam perjalanan selaku kepala Daerah Pesisir Selatan umumnya semua program bupati sebelumnya dilanjutkan oleh HJ, sehingga tak tanggung tanggung masyarakat yang turut angkat jempol pada HJ. Itu semua karena Izin Allah Swt.
Apakah langgam-langgam gagap kempita seperti dulu akan terulang kembali ?
Bila HJ masih memiliki kepribadian seperti yang dulu dan sudah berpengalaman selama 5 tahun jadi kepala daerah serta mempunyai tim strong yang rela bekerja keras, jujur tentu : Hanya Kancil yang tak bias mandi dua kali namun orang biasa saja jadi pejabat yang sama berulang kali.
(Marlim)














