PADANG SINYALNEWS.COM – BKOM dan Pelkes Dinas Kesehatan Prov Sumatera Barat dibawah pimpinan Kepala UPTD BKOM dan Pelkes, Drg, Afando Ekardo, MM mengadakan acara sosialisasi Kesehatan dan Kebugaran serta Inovasi “Rasa Surga” bagi Siswa-siswi SMKN 6 Padang, Kamis (18 /7/2024) bertempat di Ruang Meeting Edotel Minangkabau lantai 3 SMKN Padang.
Kepala SMKN 6 Padang, RDS Deta Mahendra, S.Pd, MM dalam Selamatnya mengucapkan terima kasih atas dijadikannya SMKN 6 Padang sebagai pilot projek pengenalan inovasi terbaru dari BKOM dan Pelkes “Rasa Surga”.
“Setelah sukses dengan inovasi Masuk Surga sewaktu menjabat Kepala UPTD BKIM, maka saya yakin inovasi “Rasa Surga” kembali akan meraih penghargaan di Tingkat Nasional” ujar Deta.
Menurut Deta, Drg, Edo merupakan seorang pemikir dan mempunyai ide-ide cemerlang yang bisa membawa perubahan di manapun dirinya memimpin.
“Tahun ini Sang Inovator Drg Afando Ekardo,MM berhasil membuat inovasi Bkom Pelkes dengan judul Rasa Surga “Raih Asa Sehat Bugar Jiwa Raga”dan mdh2n bisa mewakili lagi Sumbar ke Lomba tingkat Nasional” ucapnya.
“Terimakasih kami ucapkan atas fasilitasi BKOM dan Pelkes terhadap terlaksanaanya acara sosialisasi ini. Dari tes yang akan diadakan nanti, kami mengetahui bagaimana tingkat kebugaran masing-masing dan apa upaya yang harus dilakukan sesuai tingkat kebugaran tubuh kami,” ujarnya
Sementara Drg, Afando Ekardo dalam paparannya mengatakan tes kebugaran ini diperlukan untuk mengetahui seberapa jauh tingkat kebugaran seseorang.
“Bapak ibu dan anak-anak sekalian, sehat beda dengan bugar. Sehat belum tentu bugar. Untuk itu, kami akan melakukan tes kebugaran bagi anak-anak semua termasuk majelis guru” ujar mantan Ka UPTD BKIM ini.
Drg, Edo menjelaskan bahwa sehat itu adalah sehat jasmani, rohani dan sosial. Sementara bugar adalah kondisi dimana setelah melakukan olahraga atau aktivitas sehari-hari tanpa rasa lelah. Jika sedikit beraktifitas sudah mengalami kelelahan, maka tubuh kita tidak bugar.
“Bagi kalian yang ingin masuk TNI/Polri atau sekolah kedinasan, maka kami BKOM dan Pelkes siap membantu adek-adek dengan melakukan tes kebugaran terlebih dahulu” ungkap Drg, Edo
Kata Drg, Edo, dalam mengikuti tes kebugaran nanti, peserta harus mengisi formulir tentang kondisi fisik yang bersangkutan. Pertanyaan dalam daftar harus diisi dengan penuh kejujuran, sesuai kondisi tubuh masing-masing.
Setelah itu diukur ketegangan, tinggi dan berat badannya. Lalu dokter memeriksa apakah mereka bisa mengikuti tes atau tidak.
Untuk tes kebugaran ini, kata Drg, Edo peserta wajib mengikuti pemanasan. Pemanasan dimaksudkan agar peserta tidak mengalami cedera nantinya. Tes kebugaran yang dilaksanakan adalah Tes daya tahan jantung dan paru-paru untuk mengukur kemampuan dalam memakai jantung dan paru-paru secara efektif dan efisien. Fungsinya, untuk mencukupi oksigen dan energi saat melakukan suatu aktivitas fisik.
Kemudian, para peserta diperbolehkan lari atau jalan cepat. Lalu kita mengukur berapa jarak yang mampu mereka tempuh dalam waktu yang telah ditentukan,” katanya lagi.
Usai lari selama 10 menit tadi, peserta mengukur denyut nadi masing-masing selama satu menit. Hasilnya dikali empat, terus dikurangi dengan umur masing-masing. “Dari jarak yang berhasil dicapai serta hasil akhir dari pengukuran denyut nadi kali empat dikurangi umurnya, maka didapatlah berapa tingkat kebugaran seseorang,” tegasnya.
Keuntungan dari mengetahui tingkat kebugaran ini, seseorang dapat mengetahui aktivitas apa saja yang bisa dilakukannya sesuai tingkat kebugaran tubuh saat itu. Sebab jika dipaksakan beratifitas saat tubuh tidak bugar, maka bisa berakibat fatal. Bisa cedera.
Diakhir Perayaannya, Drg, Afando Ekardo mengucapkan terima kasih atas kerjasama SMKN 6 Padang dengan BKOM dan Pelkes. “Perdana di Kota Padang bahkan Sumbar kami jalin kerjasama seperti ini” akhir Drg, Edo
(Marlim)














