Padang Panjang, SINYALNEWS.COM,- — Banjir yang terjadi Selasa malam (9/2) di batas kelurahan Gantiang Dan Guguak Malintang RT 23 menyebabkan satu jembatan putus. Tepatnya Jembatan itu adalah jembatan Tanjuang yang terletak di Jalan Tanjuang Tanah Bato yang juga berada antara batas 2 kelurahan sebagai akses utama masyarakat menuju Rumah Sakit Umum Daerah ,dan Pasar Pusat kota Padang Panjang, sampai hari ini Selasa 30/4 jembatan tanjuang itu masih terbengkalai pasca roboh diterjang banjir belum disentuh sama sekali untuk upaya memperbaiki nya
Pemko Padang Panjang khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU) juga seolah-olah cuek dan terkesan tak peduli dengan kondisi yang ada. Padahal, hari pertama saat jembatan itu roboh pada Selasa (9/4) lalu, Pj Wako , Pj Sekda , setelah kadis Pekerjaan Umum ada juga kepala BPBD kota padang panjang yang langsung turun ke lokasi melihat kondisinya.
Kepada warga Pemko berjanji akan menurunkan untuk memperbaiki jembatan itu. Apalagi dia mengaku masih ada dana perawatan jembatan tersebut. Sayang, hingga Kamis (Selasa 30/4) sore, jembatan yang sangat membutuhkan perbaikan ini tak kunjung tersentuh.
Karena masih terbengkalai warga yang tak memakai kendaraan (pejalan kaki ) terpaksa harus melalui jembatan kecil yang ada di bawah sungai Tanjuang Kelurahan Gantiang , yang kondisi nya juga parah hampir putus pula ,hal itu terpaksa dilakukan dikarenakan jembatan Tanjuang sebagai akses utama putus cukup panjang dan lebar, jembatan utama itu jebol selebar 4 meter dan panjang 4 meter ini ngak bisa kami manfaatkan
Harapan kami warga Tanjuang ,meski belum bisa dilalui oleh kendaraan roda empat, setidaknya pemko melalui Dinas Pekerjaan Umum ada upaya bagaimana akses itu dapat dilalui minimal kendaraan roda dua ujar Amir salah seorang warga tanjuang pada media ini dalam keluh nya
.”Ya, sekarang untuk kepasar kami harus berputar jauh , dan kalau pakai ojek harus mengeluarkan ongkos 3kali lipat dari yang biasa. Hampir sebulan jembatan putus ,tak sedikitpun upaya pemko melalui Dinas PU untuk memperbaiki ,” terang Amir. Janji nya hanya hisapan jempol belaka , ini juga yang membuat masyarakat merasa kecewa terhadap Pemko maupun Kadis PU padahal mereka telah melihat langsung .
Begitu juga dengan para wakil rakyat yang dipilih dari wilayah ini ,yang katanya dulu waktu kampanye peduli dengan masyarakat , setelah pileg dengan kondisi sekarang tak melihatkan wujud dirinya karena pileg telah usai ,kalau pun ada hanya jajaran 1-2 orang dari unsur pimpinan .
Sebagai masyarakat kecil kita heran dengan pemerintah kota yang awal seperti serius, rupanya juga hanya sebuah “ Prank” pada masyarakat, kami merasa jika janji pejabat hanya sebatas janji belaka tanpa pembuktian yang nyata. “Kami selaku masyarakat tak butuh kata-kata. Tapi kami butuhkan itu karya nyata
Wahai Pak walikota dan para caleg yang dulu mengumbar janji janji dan anggota dewan terhormat yang kini masih duduk di DPRD, Jangan janji-janji doang seperti ini,” sambung Sari, warga lain disana. Sayang, sejauh ini Kadis PU maupun BPBD belum bisa dikonfirmasi.Orang nomor satu di Dinas PU itu juga tak dapat ditemui di kantornya. Nomor handphone-nya juga tak aktif
Ditempat terpisah Mardiansyah ketua DPRD Padang Panjang dan Wakilnya Yulius Kaisar saat ditemui di ruang kerja sangat menyayangkan sikap. Pemko Padang Panjang yang terkesan membiarkan jembatan Tanjuang di RT 23 kelurahan Guguak Malintang yang putus akibat banjir itu.
Mardiansyah mengatakan jembatan tersebut sangat penting bagi masyarakat terutama warga Tanjuang Kelurahan Gantiang dan guguak malintang RT 23 terutama akses akses anak anak ke sekolah ,berobat ,dan ke pasar membawa hasil tani dan belanja kebutuhan harian ke pasar induk Padang Panjang.makanya kita minta pemko secepat nya lakukan perbaikan dengan uang tanggap darurat yang sudah kita anggarkan sebanyak Rp 1 Miliar rupiah.
Secara lembaga kita telah berulang kali sampaikan agar jembatan itu secepatnya diperbaiki mengigat akses jalan itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat . Namun jawaban pemko ,kalau jembatan itu telah disurvei oleh BNPB saat kejadian ,dan mereka telah menjanjikan membantu perbaikan yang minimal menghabiskan anggaran 1 Miliar rupiah tersebut.
Karena banyak nya keluhan masyarakat ke DPRD atas masih terbengkalainya jembatan tanpa terjamah oleh OPD terkait ,melalui ketua DPRD Mardiansyah , dia meminta Yulius Kaisar selaku wakil ketua DPRD menelusuri sampai dimana proposal yang kata Pj Walikota itu telah dibuat dan dikirim ke kementerian (BNPB) ,.
Yulius kaisar yang menjambangi BNPB pusat dan mengkomfimasi atas semua apa yang dikatakan pemko atas proposal perbaikan jembatan Tanjuang itu, hinga Rabu 23/4-2024 lalu ,ternyata proposal itu belum ada di BNPB pusat tersebut ,dan mereka juga belum pernah survei itu jembatan katanya.
Penasaran dengan lapiran wakil ketua Yulius kaisar ,Mardiansyah kembali .engingagkan pemko agar segera melakukan perbaikan jembatan dengan Dana Tanggap Darurat yang ada ,yang telah dianggarkan DPRD 1 Miliar dulu.namun dengan dalih yang sama jawaban pemko tetap masih menunggu jawaban dari BNPB pusat untuk perbaikan tersebut ,proposal kita telah layangkan ujar nya
Selasa 30/4 -2024 Mardiansyah kembali menjambangi kantor BNPB pusat dan bertemu langsung dengan Bapak Ibnu direktur utama pasca bencana, Mardiansyah selaku ketua DPRD Padang Panjang mempertanyakan proposal dari kota Padang Panjang Sumatera Barat yang katanya telah di kirim oleh Pemerintah Kota Padang Panjang dua minggu yang lalu.
Ibnu Direktur utama BNPB pasca bencana yang dengan nomor telpon selulernya 0813-9872 XXXX ,yang telah di kompirmasi oleh Mardiansyah dan juga di hubungi oleh media ini, ternyata apa yang dikatakan pemko itu hanya Prank untuk masyarakat Padang Panjang terutama warga Tanjuang kelurahan Gantiang dan Warga RT 23 kelurahan Guguak Malintang. Ternyata proposal perbaikan jembatan Tanjuang itu sampai Selasa 30/4 -2024 tidak pernah ada di sini jawab Ibnu.
(phi)















