Home / ARTIKEL / BADAN NEGARA / BERITA / BUDAYA / DAERAH / NASIONAL / PERISTIWA

Tuesday, 12 December 2023 - 08:41 WIB

Gubernur Mahyeldi : Budaya Minangkabau Kembali Masuk Kurikulum Pendidikan SMA dan SMK

PADANG, SINYALNEWS.COM,– Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mengaku telah menyiapkan regulasi untuk mendukung pelestarian Budaya Minangkabau terhadap generasi muda di Sumbar. Salah satunya dengan kembali memasukkan mata pelajaran Budaya Minangkabau kedalam kurikulum pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA dan SMK).

“Kita telah menerbitkan Pergub No. 36 tahun 2022 tentang Mata Pelajaran Keminangkabauan untuk kembali diterapkan sebagai salah satu mata pelajaran tambahan pada setiap Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan di Sumbar,” ungkap Gubernur Mahyeldi.

Hal tersebut dikatakan Gubernur Mahyeldi saat menjadi pembicara dalam Focus Group Discussion (FGD) Kebudayaan bersama Akademisi, Budayawan dan Tokoh Adat di Auditorium Gubernuran, Padang, Senin (11/12/2023).

Mahyeldi meyakini, dengan adanya regulasi tersebut setiap siswa SMA dan SMK di Sumbar akan mampu memahami secara utuh tentang bagaimana pengimplementasian adat dan budaya Minangkabau yang baik dalam tatanan kehidupan masyarakat di Sumbar.

Baca Juga :  Polresta Cilacap Tangkap Tiga Pengedar Obat Terlarang, Ratusan Butir Psikotropika Disita

Selain itu menurutnya, hal itu juga amanat dari UU No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dan UU No 11 tahun 2010 tentang Pelestarian Cagar Budaya.

“Tanggung jawab untuk pelestarian budaya ini bukan hanya menjadi sebuah tugas dari pemerintah dan seluruh insan kebudayaan di Indonesia, tapi juga merupakan tanggung jawab moral,” tegasnya.

Apalagi, sambung Mahyeldi, amanat tersebut juga telah semakin diperkuat dengan lahirnya UU No 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat. Dimana pada pasal 5 telah secara jelas disebutkan bahwa ‘adat dan budaya Minangkabau berdasarkan nilai falsafah, Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK)’.

“Artinya, UU tersebut mengakui bahwa adat, kekayaan sejarah, dan bahasa serta kesenian, ritual, dan kearifan lokal telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Sumatera Barat,” jelas Mahyeldi.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Drs, Syaifullah mengatakan FGD yang mengusung tema ‘Mahimpun Pangana Marajuik Wacana, Mewujudkan Kebudayaan Sumatera Barat’ itu bertujuan untuk menghimpun masukan-masukan tentang pelestarian kebudayaan untuk bahan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Sumbar 2045.

Baca Juga :  Satgas Yonif 715/Mtl Brantas Buta Huruf

“Untuk merumuskan itu, pemerintah membutuhkan sumbang saran dari akademisi dan tokoh adat,” ujar Syaifullah.

Adapun para akademisi dan tokoh adat yang dihadirkan sebagai narasumber dalam FGD ini adalah Prof. Nursyrwan Effendi dan Budayawan Dr. Yulizal Yunus.

Selain para akademisi dan tokoh adat Sumbar, juga tampak hadir dalam acara tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar; Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar, Fauzi Bahar, Dt. Nan Sati; Kepala BPK Wilayah III, Kepala Balai Bahasa Sumbar, para Kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumbar, serta tamu undangan lainnya. (adpsb/marlim)

Share :

Baca Juga

BERITA

Yayasan Mubaligh Profesional ( YMP ) Melaksanakan Silaturrahmi Dakwah Bersama Jemaah Masjid Raya Baitul Makmur Belimbing 

BADAN NEGARA

11 Tokoh Masyarakat Disematkan Pin Emas di Hari Jadi Kota Padang ke-354

ARTIKEL

12 Orang Berebut Jabatan Eselon II Pemprov Sumbar

ARTIKEL

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Padang Buka Baksos dan Bazar Murah PKK Kec Padang Utara

BADAN NEGARA

PPPK R4  Dikorbankan di Tengah PermenPAN-RB yang Memberi Harapan

BERITA

Satgas TMMD Ke-119 Kodim Yahukimo Bangun MCK Untuk Warga Desa-Desa Terpencil

ARTIKEL

TIGA HARI PENCARIAN TIM SAR GABUNGAN TEMUKAN PELAJAR YANG HILANG TERSERET OMBAK

BERITA

Kadisperindag Sumbar Buka Bimtek Sistem Pasar Lelang Terpadu (SPLT) Tahun 2023