Home / BERITA / DAERAH / NASIONAL

Sunday, 12 November 2023 - 21:51 WIB

Gubernur Mahyeldi Resmikan Pengopreasian Tiga Kapal untuk Memperkuat Pengawasan terhadap Aktivitas Penangkapan Ikan di Sumbar

PADANG, SINYALNEWS.COM – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, meresmikan penggunaan 1 unit Kapal Pengawas serta 2 unit Kapal Konservasi di Pelabuhan Bungus, Padang, Minggu (12/11/2023). Pengoperasiaan armada perairan itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas pemantauan, pengendalian, serta pengawasan terhadap kapal perikanan di perairan Sumbar, sehingga tidak terjadi aktivitas penangkapan yang melanggar ketentuan dan aturan yang berlaku.

“Pemprov Sumbar turut berperan penting dalam melakukan pengawasan terhadap pemanfaatan sumber daya kelautan di Pantai Barat Sumatera. Sebab, posisi geografis Sumbar persis di tengah-tengah Sumatera, dengan potensi kelautan dan perikanan yang cukup besar. Sehingga, ada potensi pihak-pihak tertentu melakukan praktek penangkapan ikan yang tidak sesuai dengan aturan,” ucap Gubernur Mahyeldi.

Ada pun tiga unit kapal yang diresmikan tersebut, sambung Mahyeldi, terdiri dari 1 unit Kapal Sailfish yang berfungsi melakukan pengawasan atas kepatuhan pelaku usaha penangkapan ikan, sehingga tidak melakukan illegal fishing seperti penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan dan dapat merusak keberlanjutan sumber daya ikan itu sendiri.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 1710-05/Jila Bersama Puskesmas Lakukan Pusjaki Untuk Berikan Layanan Kesehatan Kepada Masyarakat

“Dua unit kapal lainnya, adalah Chelonia Mydas dan Anemon. Gunanya untuk monitoring dan pengawasan terhadap kawasan konservasi, sehingga kawasan konservasi tersebut tetap terpelihara, ekosistem di sekitarnya dapat terjaga, dan pemanfaatan kawasan konservasi sesuai zonasi yang telah ditetapkan dapat dimaksimalkan. Ketiga kapal ini kita anggarkan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2023,” ucap Gubernur lagi.

Gubernur Mahyeldi juga menyebutkan, sebelumnya terdapat beberapa kasus tindakan ilegal penangkapan ikan di perairan laut Sumbar, seperti pelanggaran terhadap jalur penangkapan ikan, pelanggaraan terkait dokumen kapal yang tidak lengkap, serta penggunaan alat tangkap terlarang dan merusak (destructive fishing).

“Seperti yang baru-baru ini terjadi di Pasaman Barat, di mana terjadi penggunaan alat tangkap penangkapan trawl, yang diindikasikan dilakukan oleh nelayan dari luar Sumbar,” ungkapnya lagi.

Baca Juga :  Dari Balik Jeruji, Harapan Itu Ditebar: Lele-Lele Kecil dan Mimpi Besar Ketahanan Pangan

Sementara itu, Kepala DKP Sumbar Reti Wafda mengatakan, kehadiran tiga kapal baru tersebut akan dapat meningkatkan kekuatan armada pengawas sumber daya kelautan dan perikanan di Sumbar. Penguatan dilakukan seiring dengan penetapan zona-zona penangkapan ikan berbasis kuota, demi menyeimbangkan kelestarian laut dan ekonomi biru bagi masyarakat.

“Sebagai daerah maritim, Sumbar tentu harus memiliki sistem pengawasan yang kuat di wilayah perairan, salah satunya dengan adanya salifish ini. Sehingga, dapat digunakan untuk meningkatkan penjagaan terhadap kedaulatan dan kelestarian laut, yang muaranya adalah kesejahteraan masyarakat,” kata Reti.

Namun demikian, kata Reti lagi, Pemprov Sumbar akan senantiasa meningkatkan kerja sama yang sinergitas dengan berbagai pihak dalam hal menjaga kedaulatan tersebut, terutama sekali dengan aparatur TNI/Polri, mengingat cakupan wilayah perairan Sumbar yang cukup luas. (adpsb/marlim)

Share :

Baca Juga

BERITA

Update Erupsi Gunung Marapi, Polda Sumbar dirikan Posko DVI   

BERITA

Mursalim : Kita Kerahkan Anggota ke Lokasi Wisata Demi Kenyamanan Pengunjung  

BADAN NEGARA

Tingkatkan Partisipasi Pembangunan, Eska Gelar Festival OMS

ARTIKEL

Polri Naikan Pangkat Setingkat Lebih Tinggi ke-13 Pati

BERITA

Tiga Hari Operasi Patuh Candi Ratusan Pelanggar Lalu Lintas Terjaring

ARTIKEL

Rem Blong,Kecelakaan Beruntun Kembali Terjadi Di Cubadak Bungkuak

ARTIKEL

PKM UNP : Laksanakan Sosialisasi Law OF Games ISTAF 2024 dan Manajemen Pertandingan Sepaktakraw di PSTI Kepulauan Mentawai.

BADAN NEGARA

Asben Hendri : Kita Optimis Sampai Akhir Tahun 2022 Nilai Eksport Akan Membaik