Home / BERITA / BUDAYA / DAERAH

Tuesday, 24 October 2023 - 09:50 WIB

Gubernur Mahyeldi Hadiri Upacara Adat Batagak Gala Suku Sikumbang Datuak Putiah Kepada Suhatri Bur Bupati Padang Pariaman

PADANG PARIAMAN, SINYALNEWS.COM – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah menghadiri upacara adat Minangkabau, Batagak Gala Suku Sikumbang “Datuak Putiah” kepada Suhatri Bur yang juga menjabat Bupati Padang Pariaman di Surau Lubuk Tanjung Kaum Sikumbang, Nagari Pakandangan, Kec. Enam Lingkung Kab. Padang Pariaman, Senin (23/10/2023).

Gubernur Mahyeldi mengingatkan momentum malewakan panghulu perlu dimaknai secara mendalam bagaimana peran penting seorang panghulu yang diberi gelar Datuak merupakan gelar adat tertinggi di Minangkabau.

“Kepada keluarga besar Suku Sikumbang, Pakandangan khususnya Bapak Suhatri Bur, yang hari ini dilewakan gala sebagai Datuak Putiah kami ucapkan selamat, semoga mampu menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya dan mampu menjaga sumpah sebagai panghulu,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyebutkan bahwa niniak mamak yang diamanatkan sebagai penghulu memiliki tanggungjawab moral yang besar, tanggungjawab itu tidak hanya terhadap anak kemenakan dan kaum yang dia pimpin tetapi juga terhadap masyarakat secara umum, sesuai dengan sumpah adat saat dilantik sebagai panghulu.

“Namun demikian bahwa perkembangan dan tantangan degradasi moral generasi muda tidak hanya menjadi beban panghulu saja, tetapi menjadi tugas kita bersama saling bersinergi, antara Pemerintah, panghulu, alim ulama, cadiak pandai dan bundo kanduang,” ujarnya.

Pemerintah mendukung segala upaya pelestarian nilai-nilai adat dan budaya di Sumbar, sebagai mana yang diamanatkan dalam Undang-Undang No 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat, “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” adat salingka nagari adalah karakter dari masyarakat Minangkabau Sumatera Barat.

“Mudah-mudahan Ninik mamak, jajaran pemerintahan provinsi dan kab/kota, Kerapatan Adat Nagari apa yang telah di tuangkan dalam UUD tersebut dapat bersama sama dijaga dengan sebaik baiknya,” ajak Mahyeldi.

Selanjutnya, ia mengajak semua pihak saling bersinergi dan bekerjasama dalam membangun Daerah serta mempererat tali silaturrahmi antara sesama, suku, kaum, dan masyarakat Nagari.

Baca Juga :  Operasi Zebra Candi 2023 Telah Dimulai, Simak Sasarannya yang Perlu Diketahui

“Semakin kuatnya persatuan dan kesatuan para panghulu, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang dan generasi mudanya maka semakin cepat pula Nagari tersebut berkembang menggali setiap potensi yang ada,” ajaknya.

Ketua LKAAM Padang Pariaman Zainir Koto, S.T. Datuak Rangkayo Mulie menjelaskan bahwa Datuak Putiah Suku Sikumbang Nagari Pakandangan ini, sebelumnya diemban oleh Almarhum Jazir Burhan. Beliau pernah menjabat sebagai Direktur Keguruan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Dan pernah juga menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat,” ungkapnya.

Pada prosesi pengukuhan tampak Gubernur Sumbar memasang saluak kepada Datuak Putiah dilanjut pemasangan keris oleh Ketua LKAAM Sumbar, penyerahan tongkat oleh Ketua LKAAM Padang Pariaman dan Ketua KAN Kecamatan Enam Lingkung.

Kemudian diakhiri dengan makan bersama dengan tradisi bajamba, diikuti seluruh tamu dan undangan serta masyarakat yang hadir. Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah menghadiri upacara adat Minangkabau, Batagak Gala Suku Sikumbang “Datuak Putiah” kepada Suhatri Bur yang juga menjabat Bupati Padang Pariaman di Surau Lubuk Tanjung Kaum Sikumbang, Nagari Pakandangan, Kec. Enam Lingkung Kab. Padang Pariaman, Senin (23/10/2023).

Gubernur Mahyeldi mengingatkan momentum malewakan panghulu perlu dimaknai secara mendalam bagaimana peran penting seorang panghulu yang diberi gelar Datuak merupakan gelar adat tertinggi di Minangkabau.

“Kepada keluarga besar Suku Sikumbang, Pakandangan khususnya Bapak Suhatri Bur, yang hari ini dilewakan gala sebagai Datuak Putiah kami ucapkan selamat, semoga mampu menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya dan mampu menjaga sumpah sebagai panghulu,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyebutkan bahwa niniak mamak yang diamanatkan sebagai penghulu memiliki tanggungjawab moral yang besar, tanggungjawab itu tidak hanya terhadap anak kemenakan dan kaum yang dia pimpin tetapi juga terhadap masyarakat secara umum, sesuai dengan sumpah adat saat dilantik sebagai panghulu.

Baca Juga :  Selamatkan Anak Bangsa, Polisi dan Disdik Batang Lakukan Patroli Rutin Siswa Bolos Sekolah 

“Namun demikian bahwa perkembangan dan tantangan degradasi moral generasi muda tidak hanya menjadi beban panghulu saja, tetapi menjadi tugas kita bersama saling bersinergi, antara Pemerintah, panghulu, alim ulama, cadiak pandai dan bundo kanduang,” ujarnya.

Pemerintah mendukung segala upaya pelestarian nilai-nilai adat dan budaya di Sumbar, sebagai mana yang diamanatkan dalam Undang-Undang No 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat, “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” adat salingka nagari adalah karakter dari masyarakat Minangkabau Sumatera Barat.

“Mudah-mudahan Ninik mamak, jajaran pemerintahan provinsi dan kab/kota, Kerapatan Adat Nagari apa yang telah di tuangkan dalam UUD tersebut dapat bersama sama dijaga dengan sebaik baiknya,” ajak Mahyeldi.

Selanjutnya, ia mengajak semua pihak saling bersinergi dan bekerjasama dalam membangun Daerah serta mempererat tali silaturrahmi antara sesama, suku, kaum, dan masyarakat Nagari.

“Semakin kuatnya persatuan dan kesatuan para panghulu, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang dan generasi mudanya maka semakin cepat pula Nagari tersebut berkembang menggali setiap potensi yang ada,” ajaknya.

Ketua LKAAM Padang Pariaman Zainir Koto, S.T. Datuak Rangkayo Mulie menjelaskan bahwa Datuak Putiah Suku Sikumbang Nagari Pakandangan ini, sebelumnya diemban oleh Almarhum Jazir Burhan. Beliau pernah menjabat sebagai Direktur Keguruan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Dan pernah juga menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat,” ungkapnya.

Pada prosesi pengukuhan tampak Gubernur Sumbar memasang saluak kepada Datuak Putiah dilanjut pemasangan keris oleh Ketua LKAAM Sumbar, penyerahan tongkat oleh Ketua LKAAM Padang Pariaman dan Ketua KAN Kecamatan Enam Lingkung.

Kemudian diakhiri dengan makan bersama dengan tradisi bajamba, diikuti seluruh tamu dan undangan serta masyarakat yang hadir.

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Kankemenag Padang Siap Berkontribusi, Jalankan Amanat Menag

BERITA

Zakat Fitrah Baznas Kota Pekalongan, Terkumpul 900 Juta

BERITA

Pemprov Sumbar Beri Penghargaan Bagi Organisasi dan Tokoh Masyarakat Berjasa Bagi Daerah.

BERITA

Jaga Kebersihan dan Daya Tahan Imun Cegah Kusta Sejak Dini

BERITA

Pimpin Operasi Cipta Kondisi, Kasat Resnarkoba Razia Cafe-cafe Di Wilayah Kabupaten Pekalongan

ARTIKEL

Kabar Gembira. Penerimaan CPNS 2023 Dibuka Pemerintah kembali. Ini Persyaratannya.

BERITA

Peduli Kekeringan, Kodim 0703/Cilacap Melaksanakan Serbuan Air Bersih

ARTIKEL

Polresta Cilacap Ungkap Penyalahgunaan BBM Jenis Pertalite Di Kawunganten