Home / BERITA / BUDAYA / DAERAH / NASIONAL / PERISTIWA

Saturday, 27 May 2023 - 11:32 WIB

Harga Garam Melonjak, Usaha Cabai Giling Kang Maman Lesu, Permintaan Turun 

Teks foto :

Stok cabai banyak dan siap untuk digiling, tetapi harga garam melonjak drastis menyebabkan harga jual juga lebih mahal.

 

Padang, Sinyalnews.com– Seperti biasa, Kang Maman mengantarkan cabai giling kepada para pelanggannya. Mereka para pelanggannya adalah para pemilik kedai nasi atau warung makan di sepanjang Jalan Maransi, Kelurahan Kurao, Kota Padang. Kang Maman telah menekuni usaha gilingan cabai sejak 2010 silam.

Namun sejak 3 bulan terakhir, usahanya mengalami sedikit penurunan. Pesanan pelanggan berkurang. Pasalnya, meski harga cabai relatif stabil namun harga garam melonjak drastis. Kenaikan harga garam mencapai 100 pesen dari biasanya hanya Rp 250 ribu per karung isi 50 kg, kini naik menjadi Rp 450 ribu per karung isi 50 kg.

“Pesanan konsumen berkurang. Rumah makan langganan saya mengurangi permintaannya karena harga jual cabai giling cukup mahal,” kata Kang Maman, Jumat (26/05/2023) saat berbincang di Sekretariat Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Perwakilan Sumbar di Sungai Sapih, Padang.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 07/ Maos Bantu Warganya Atasi Kebakaran Rumah Akibat Konsleting Listrik

Pedagang garam yang menjadi langganannya saat ditanya penyebab harga garam naik sangat tinggi, hanya menyebut harga beli ditingkat pedagang garam juga tinggi. Pedagang garam hanya menyesuaikan harga dengan memperoleh sedikit keuntungan.

Kang Maman yang didampingi Ketua AMS Sumbar, Amin Prabu menyebutkan, biasanya setiap hari dia bisa memproduksi 400 kg cabai giling. Tetapi sejak harga garam melonjak tinggi, dia hanya bisa memproduksi 200 kg cabai karena permintaan pelanggan berkurang.

Garam 1 karung isi 50 kg itu habis digunakannya untuk menggiling 600 kg cabai. Sedangkan bahan baku cabai dibelinya dari pemasok dari Medan dan Jawa. Kang Maman juga memanfaatkan cabai lokal dari para pengepul yang dibelinya dengan harga Rp 17 ribu per kg.

“Jika harga beli cabai ditambah harga garam dan biaya produksi, maka saya terpaksa menjual cabai giling ke konsumen dengan harga Rp 23 ribu per kg,” kata pemilik usaha Akang Maman Cabe ini.

Baca Juga :  Kasum TNI Terima Paparan Satgas Pengamanan VVIP KTT World Water Forum

Kenaikan harga garam yang menyebabkan penurunan pesanan, terasa sangat memberatkan bagi kelanjutan usahanya. Apalagi dalam menjalankan usaha gilingan cabenya, Kang Maman dibantu 3 orang karyawan.

“Tipis sekali untungnya,” katanya pilu.

Untuk itu, dia berharap pemerintah turun tangan dan mengendalikan harga. Sebab garam adalah salah satu kebutuhan pokok. Tak ada makanan yang enak dimakan jika tak ada garam. Kehidupan kelarganya serta karyawannya juga bergantung pada usaha gilingan cabainya.

Sementara diberitakan sebelumnya, menanggapi kenaikan harga garam yang mencapai 100 persen ini, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menduga terjadi lantaran ada ketimpangan dari sisi produksi dan jumlah permintaan.

“Mungkin karena permintaan besar produktifivas dalam negeri stabil, misal produksinya rata-rata. Tiba-tiba permintaan melonjak. Tentu hukum dagang kan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (4/4/2023) seperti dilansir dari Kompas.com.

Walau demikian, Mendag Zulkifli Hasan menegaskan, Indonesia tidak melakukan pengadaan dari luar negeri untuk garam konsumsi, tetapi dari produksi dalam negeri. (devi)

Share :

Baca Juga

BERITA

Kejati Sumbar : Tunggu hasil audit tetapkan tersangka Dugaan korupsi TKD di Pasaman Barat

BADAN NEGARA

Metro TV-TNI Sinergi Publikasikan Dedikasi Prajurit Untuk Negeri

BERITA

NAGARI Semakin Di Depan” Rekomendasi Muhammadiyah Sumbar Ditindaklanjuti

ARTIKEL

Giat Bhakti Sosial Bhabinkamtibmas Sejajaran Polsek Padang Selatan

BERITA

Dialog Lintas Agama : Generasi Muda Garda Terdepan Merawat Kerukunan Umat Beragama

BERITA

Babinsa Koramil 07/ Maos Sertu Tofik Hadiri Kegiatan Karangjati Sholawat

ARTIKEL

Panglima TNI Cek Kesiapan Mudik 2024 di Pelabuhan Gilimanuk, Bali

BADAN NEGARA

Dandim Raja Ampat Tinjau Pelaksanaan TMMD, Cek Perkembangan Pembangunan