Kampung Kelawi, Padang, Sinyalnews.com-Minangkabau merupakan salah satu suku bangsa yang ada di Indonesia yang memiliki beragam bentuk kebudayaan. Melalui sebuah proses sejarah dan dinamika kehidupan yang memakan waktu panjang, Kebudayaan Minangkabau telah melahirkan beragam macam tradisi dan kebudayaan yang berkembang di masyarakat yang masih dilakukan hingga sekarang.Tradisi merupakan sebuah adat atau kebiasaan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang telah diwariskan secara turun temurun dari generasi sebelumnya.

Dilihat dari Kutipan bahwa Batagak Gala sebagai Kebiasaan Tradisi Adat Minangkabau, Batagak Gala adalah
Salah satu tradisi yang ada di dalam kebudayaan Minangkabau yaitu pemberian gelar kepada menantu (sumando). Tradisi ini merupakan hal yang lumrah dilakukan dikalangan masyarakat minangkabau. Tradisi ini dilakukan kepada laki laki yang baru menikah sekaligus untuk membedakan laki laki yang sudah menikah dan belum menikah di Minangkabau. Pada masa berdirinya Nagari Pariangan yaitu nagari yang tertua di minangkabau, pengangkatan gala atau gelar ini sudah dilakukan kepada sumando, hal ini tertuang dalam pepatah yang berbunyi : “Pancaringek tumbuah di paga
Di Minangkabau tergadap 3 gelar pusaka yang berbeda sifat, yang pertama Gala Mudo (Gelar muda), Gala Sako (Gelar pusaka kaum), Gala Sangsako (Gelar kehormatan). Gelar yang diberikan sering dikaitkan dengan ciri fisik, sifat dan status orang yang akan menerimanya.
Alfroki Martha yakni Putra Asli Kuranji Pauh IX Kuranji yang Kelahiran Kampung Kelawi Kelurahan Lubuk Lintah suku Tanjung berarti sebagai “anak pisang” di Kalawi Hadir Kegiatan “Batagak Gala”
Saat itu menghadiri acara Pesta Pernikahan anak Kemenakan Suku Tanjung dilakukan Tradisi “Batagak Gala” Pada Sabtu, 12 Mei 2024, malam itu di Rumah Kampung Kelawi Pernikahan Adinda Rajif di Kampung Kalawi. Suatu tradisi dan Kearifan lokal di Sumatra Barat yang terus di lestarikan. “Ketek Banamo Gadang Bagala”. Pungkasnya.
Alfroki yang sudah secara resmi sebagai Calon Anggota Dewan (CAD) melalui kendaraanya PKS di Dapil II Kuranji, Kota Padang, nantinya kegiatan “Batagak Gala” perlu kita lestarikan dan berikan Edukasi ke anak kemenakan kita karena ini sebagai “Kearifan Lokal Budaya Adat Minangkabau” atau Tradisi Gala yang diberikan Ninik mamak kepada “Kamanakannya”
Di lihat anak Kamanakan kito alah malapeh lajang (melepas Lajang) “Kini nyo alah Bagala “mangko di imbau (panggil) galanya di “imbau” Gala Sutan, Rajo Bungsu, Malin dan lainnya sesuai sukunya yang di imbau di Rumah Gadang dulunya atau indak namo aslinya yang panggil lagi” namun gala yang diturunkan oleh mamaknya
Namun sekarang kita lihat jarang sekali Sumando, Mintuo “mamanggia gala” itu
Hanya “gala” dipanggil sesaat sebentar bataga gala saja, ini perlu kita berikan Edukasi atau penyuluhan kembali, nantinya jika di amanahkan jadi Anggota DPRD Kota Padang tahun 2024 nantinya kita programkan bersama, imbuh “Roki” sapaannya.
Beberapa Referensi” mengatakan juga bahwa Tradisi “Batagak Gala” di Minangkabau masih dilestarikan dan dilakukan hingga sekarang, namun seiring berjalannya waktu dan perkemabangan zaman, semakin banyak pergi merantau bisa jadi Sumando tersebut merantau memperbaiki perekonomin, menjalankan pendidikan, menikah hingga pergi keluar negeri, seperti yang dilakukan pejuang kita terdahulu, mereka merantau untuk memperjuangkan kemerdakaan Indonesia hingga tidak memiliki gala lagi, begini kondisinya kita lihat di luar daerah minangkabau, nantinya takutnya tergerus dan dilupakan, perlu kita duduk bersama nantinya, ujar Dr. Alfroki Martha,M.Pd ke media ini.
BS














