Kepala Daerah Jangan Harapkan Untung Saja dari Bank Nagari, Ayo Awasi dan Save: Inilah Alasannya!

Padang.Sinyalnews.com – JIKA* hanya mengharapkan dividen (Pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya jumlah saham yang dimiliki) dari Bank Nagari dan tidak mengawasinya secara ketat serta intensif, maka diprediksi Kepala Daerah (KaDa) di Sumbar akan kecolongan.

Diskusi penulis dengan Ir. Indrawan, selaku Ketua LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) KOAD di Kota Padang, beberapa bulan silam, mensinyalir adanya keadaan yang tidak baik terjadi pada Bank Nagari, jika sedari kini tidak ditanggulangi.

Berbagai kasus dan kemungkinan kejahatan yang bisa saja terjadi pada Bank Nagari, diantaranya adalah fraud; adalah tindakan penyimpangan atau pembiaran yang sengaja dilakukan untuk mengelabui, menipu, atau memanipulasi Bank, nasabah, atau pihak lain, yang terjadi di lingkungan Bank dan/atau menggunakan sarana Bank sehingga mengakibatkan Bank, nasabah, atau pihak lain menderita kerugian.

Baca Juga :  Babinsa Cilibang Hadiri Pembukaan Liga Sepak Bola U-40 Antar Kecamatan

Masyarakat awam, tentu tidak akan melek dengan fraud. Sebab, kejahatan fraud pada Bank sangat rapi dan bisa dikatakan permainan tingkat tinggi. Hanya para ahli perbankan dan ekonomi, yang dapat melihat hal itu

Apalagi, PT. Bank Nagari adalah BUMD (Badan Usaha Milik Daerah), yang mana saham-saham dominannya berasal dari pemerintah daerah di Sumbar, apabila tindak tanduk kejahatan pada Bank Nagari terjadi dan itu artinya dapat merugikan negara, yang akhirnya bermuara ke Tipikor (Tindak Pidana Korupsi).

Kita tidak hanya bicara muara kasus itu saja, hal ini hanya akan sangat merepotkan KaDa di Sumbar kedepannya. Apa salahnya mengawasi Bank Nagari sedari kini, karena mencegah-lebih baik dari pada mengobati.

Baca Juga :  Pemprov Sumbar dan Pemda Pasbar Kolaborasi Gelar Edukasi Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal

Belum lagi, kemungkinan adanya pemakaian keuangan yang diluar batas dan kendali, biasanya disebut dana ‘taktis’ di Bank Nagari, yakni dana yang siap pakai dan dapat dipakai dalam hal-hal tertentu. Namun, dana tersebut juga dapat disinyalir mengalir ke kantong-kantong yang tidak tepat.

Maka, kalau tidak sedari kini mengawasi Bank Nagari, alhasil Sumbar dan masyarakatnya suatu saat akan melakukan; Salam Gigit Jari. (*)

*). Oleh: *Rico AU Dato Panglima*/ Direktur Eksekutif POLEGINS (Political and Legal Institute)

Share :

Baca Juga

BERITA

Devi Diany, Caleg Golkar Bertekad Sampai ke Parlemen

BERITA

Bukittinggi Kirim 11 Orang Ikut Jumbara Nasional 2023 di Lampung.Dilepas Secara Resmi oleh Wako Bukittinggi

ARTIKEL

Di Padang Panjang Pelanggaran LaLin Di Dominasi Pelajar

BERITA

Babinsa Sampang Koramil 07/ Maos Dampingi Petugas Kesehatan Dalam Pelaksanaan Foging   

ARTIKEL

Satu Rumah Ludes Jadi Abu, Tidak Jauh Dari SPBU

ARTIKEL

Babinsa Brani Dampingi Pelayanan Posyandu Balita dan Lansia

ARTIKEL

Dua Polwan Menjabat Kapolres di Polda Sumbar

BERITA

Senam Rabu Pagi Kegiatan Rutin Disperindag Sumbar