Padang, Sinyalnews.com,- Gubernur Sumbar diwakili Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Sumbar, Ridonald SE, MM membuka seminar interaktif yang diselenggarakan Pusat Perkumpulan Ahli Perdagangan Ekspor Impor Indonesia( Papeindo) bertempat di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa( PKM) Universitas Politeknik Negeri Padang, Sabtu( 18/3).
Seminar interaktif dengan tema “Prospek Profesi Perdagangan Eksport Import Untuk Pembangunan Sumatera Barat” diikuti oleh lebih kurang 200 peserta yang terdiri dari para ahli perdagangan dan mahasiswa dan berlangsung selama satu hari penuh.
Acara seminar interaktif ini diselenggarakan dalam rangka pelantikan Pengurus Pusat Perkumpulan Ahli Perdagangan Ekspor Impor Indonesia( Papeindo) Sumatera Barat oleh Ketua Umum Pusat Perkumpulan Ahli Perdagangan Ekspor Impor Indonesia( Papeindo) bapak Ir. Arif Amri Arifin, ST. IPM. APEL. IXTE. 
Gubernur Sumbar dalam sambutan tertulis yang dibacakan Ridonald SE, M.Si mengucapkan selamat kepada semua pengurus Papeindo Sumbar, semoga nanti akan lahir Interpreanur- interpreanur yang terbaik di Sumbar, karena Papeindo nantinya akan jadi motivator atau acuan bagi semua para ahli perdagangan Ekspor Impor Di Sumbar. “Jadilah cerminan bagi semua ahli perdagangan nantinya” ucap Gubernur.
Menurut Gubernur Etnis Minangkabau di Sumatera Barat sejak dulu sudah dikenal sebagai etnis saudagar yang mengharungi dan merantau di hampir semua daerah Indonesia dan dibanyak negara lain. Hampir dapat diduga, motif orang minang merantau pada umumnya hanya dua, berdagang dan bersekolah. Sehingga saat ini pun mudah dikenali berbagai pengusaha perdagangan yang sukses dimana saja sebagai orang Minang atau sekurangnya keturunan Minang.
Perdagangan bagi orang Minang sejak dahulu tidak hanya lintas Provinsi, antar pulau, tapi juga sudah menembus pasar negara tetangga. Sangat jamak kita menemukan pedagang-pedagang tangguh kita sejak dulu membawa barang dagangan kuliner, fashion dan kerajinan melewati pintu-pintu keluar di pantai timur tanpa pernah tahu bahwa yang dilakukan adalah aktifitas ekspor. Tentunya, dari negara tetangga, beberapa barangnya dibawa untuk diperdagangkan kembali di kampung halaman, juga tanpa tahu bahwa itu adalah aktifitas impor.
Tema seminar kita hari ini kata gubernur sangat relevan dengan kondisi Sumatera saat ini. Kita berhadapan dengan kompetisi produksi daerah lain. Kita berhadapan dengan pilihan pelabuhan dan airport ekspor daerah lain. Kita juga berhadapan dengan agresifitas pelaku ekspor impor yang sangat mungkin berasal dari daerah. dan bahkan negara lain. Kita juga berhadapan dengan peluang kerjasama perdagangan tanpa batas yang ditawarkan banyak negara karena melihat besarnya potensi di berbagai negara lain.
Dengan kesepakatan visi “Mewujudkan Sumatera Barat Madani yang Unggul dan Berkelanjutan”, dengan salah satu misi adalah “Mewujudkan usaha perdagangan dalam dan luar negeri yang kondusif dan berdaya saing”, maka tema “prospek profesi perdagangan ekspor impor untuk pembangunan Sumatera Barat” ini sangat relevan untuk didiskusikan bersama pada hari ini.
Dari data Disperindagprov, kondisi ekspor Sumbar tahun 2020 2021 naik 83,93%, namun ditahun 2021 – 2022 turun 6,49%. Kenaikan sangat tinggi 2021 dipicu oleh ekspor CPO dan turunannya. Sementara penurunan kembali pada 2022 disebabkan turunnya kembali ekspor CPO dan turunannya, krn kebijakan pemerintah untuk pemenuhan migor dlm negeri.
Negara tujuan ekspor dgn nilai terbesar masih Pakistan, India, Amerika Serikat, China, dengan komoditi ekspor antara lain CPO dan turunannya, Karet, Gambir, Cassiavera, Produk Olahan Kelapa, Pinang, Kopi, rempah² lainnya, yang dilakukan oleh 82 perusahaan eksportir, 21 diantaranya beralamat di luar sumbar.
Kami tentunya berharap seminar ini akan melahirkan peta jalan pengembangan khususnya ekspor dimasa mendatang, meningkatkan kuantitas dan kualitas pelaku ekspor, menjadikan kembali posisi Sumateral Barat sebagai pusat perdagangan dan pintu keluar ekspor terkemuka di Indonesia. Kami yakin, dengan dukungan kita semua, hal tersebut insyaallah bisa kita wujudkan dengan kajian-kajian yang bernas salah satunya dari hasil seminar ini.
Usai membacakan sambutan Gubernur Sumbar, Ridonal , langsung secara resmi membuka kegiatan Seminar Interaktif yng digelar satu hari penuh di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Politeknik Negeri Padang.
Adapun para Narasumber yang hadir dalam kegiatan Seminar Interaktif yang diikuti lebih dari dua ratus orang para ahli perdagangan dan mahasiswa adalah, Ketua Umum Papeindo Pusat, Bapak Ir. Arif Amri Arifin ST. IPM. APEI. IXTE, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Sumbar Ridonald, SE. M Si Ketua Umum Papeindo Sumbar, Ir. Bagindo Yohanes Wempi SPt. CST. IPP, Kepala Syahbandar Teluk Bayur Padang Wigyo dan Pimpinan Grub Pengembangan Devisi Dana Dan Terasuri BANK Nagari dengan Moderator DR. Yosi Suryani, SE. M. Si.
(Marlim)













