Home / BERITA

Friday, 17 February 2023 - 08:43 WIB

Presiden Indonesia Joko Widodo memberikan apresiasi atas Dedikasi Basarnas.

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memberikan apresiasi atas dedikasi Basarnas dalam melaksanakan tugas SAR. Hal itu disampaikan dalam sambutannya saat membuka Rapat Kerja Basarnas dan Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan (FKP3) Nasional dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun yang ke-51 Basarnas pada tanggal 28 Februari 2023 di Ruang Serba Guna Gedung Basarnas, Kamis (16/2/2023) pagi.

“Selamat ulang tahun yang ke-51 Basarnas, terimakasih atas dedikasinya dalam setiap operasi pencarian dan pertolongan,” katanya.

Presiden menambahkan, pemerintah tidak pernah berharap adanya bencana atau kecelakaan menimpa masyarakat Indonesia. Namun, Presiden juga mengungkapkan data bahwa potensi bencana di dunia cenderung semakin tinggi. Frekuensinya 5 kali lipat dalam 50 tahun terakhir.

“Hati-hati. Frekuensi bencana di Indonesia juga mengalami peningkatan yang drastis, yaitu naik 81 persen,” ungkapnya.

 

Data tersebut merentang dari tahun 2010 yang berjumlah 1945 dan pada tahun 2022 sebanyak 3542.

Pada kesempatan tersebut, presiden juga mengingatkan kembali kecelakaan-kecelakaan besar yang menyita perhatian masyarakat luas. Mulai dari jatuhnya pesawat AirAsia di Perairan Bangka Belitung, Sriwijaya Air SJ-182 di Kepulauan Seribu, Lion Air JT-610 di Perairan Kerawan, serta tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba.

“Semuanya saya mengikuti, dan beberapa saya melihat langsung di lapangan, kecepatan respon dari Basarnas, saya harus menyampaikan apa adanya, sangat cepat!” tegasnya

Baca Juga :  Coast Guard Basic Training Personel PPPK 2024 Bakamla RI Resmi Ditutup

 

presiden disambut tepuk tangan dari seluruh hadirin.

Harapan korban dan keluarga korban, imbuh presiden, bertumpu pada tim SAR. Kecepatan, evakuasi untuk menentukan jumlah nyawa yang diselamatkan juga berada di tim SAR. Untuk, penggunaan teknologi untuk mempercepat pencarian dan pertolongan sangat penting.

Menurut presiden, masih banyak peralatan bertehnologi tinggi yang harus segera dimiliki Basarnas. Misalnya, drone rescue untuk mengevakuasi korban, robot ular (snake robot) untuk mencari korban di bawah reruntuhan yang telah digunakan negara Amerika Serikat dan Jepang, serta robot diver yang mampu menyelam sedalam lebih dari 1000 meter. Selain itu, peralatan pencarian di ketinggian bernama jet suit yang mampu terbang hingga 1.600 meter.

Terkait anggaran, presiden meminta agar Basarnas segera mengajukan dan meminta Menko PMK mencatat dan Seskab membantu agar Basarnas memiliki peralatan-peralatan canggih tersebut.

“Teknologi sekarang ini semuanya serba memungkinkan. Jadi, untuk memproteksi personel-personel tim SAR Basarnas kita bisa menggunakan peralatan-peralatan seperti itu,” terangnya.

Terakhir, presiden melihat hal yang sangat penting, yaitu keterlibatan masyarakat dalam proses pencarian dan pertolongan dengan mengedukasi masyarakat yang tinggal di tempat-tempat rawan seperti banjir dan gempa bumi.

Baca Juga :  Nofri Eko Saputra S. Pdi Bertindak Sebagai Khatib Sekaligus Imam Shalat Idul Adha 1444 H di Mesjid Ikhlas

“Mengedukasi masyarakat menjadi hal yang sangat penting agar masyarakat memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam pertolongan-pertolongan awal,” tegasnya.

Sementara Kabasarnas Marsdya TNI Henri Alfiandi mengucapkan terimakasih atas arahan presiden tersebut.

“Basarnas akan melaksanakan semua arahan presiden demi meningkatkan pelayanan SAR kepada masyarakat,” tegasnya.

Kunjungan presiden sendiri diawali dengan melihat peralatan-peralatan SAR yang dipapar di lapangan Basarnas. Selanjutnya, presiden yang didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembanguan Kemanusiaan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi dan Seskretaris Kabinet Pramono Anung tersebut  mengujungi Basarnas Command Center (BCC) di lantai 11 Gedung Basarnas. Di tempat tersebut, presiden sempat melakukan teleconference dengan Yopi Hariadi, Ketua Tim Indonesia Search and Rescue (INASAR) yang sedang menjalankan tugas di Turkiye.

 

“Basarnas akan melaksanakan semua arahan presiden demi meningkatkan pelayanan SAR kepada masyarakat,” tegasnya.
Kunjungan presiden sendiri diawali dengan melihat peralatan-peralatan SAR yang dipapar di lapangan Basarnas. Selanjutnya, presiden yang didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembanguan Kemanusiaan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi dan Seskretaris Kabinet Pramono Anung tersebut mengujungi Basarnas Command Center (BCC) di lantai 11 Gedung Basarnas. Di tempat tersebut, presiden sempat melakukan teleconference dengan Yopi Hariadi, Ketua Tim Indonesia Search and Rescue (INASAR) yang sedang menjalankan tugas di Turkiye.

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Miko Kamal: Pengendara yang tidak memberi jalan pejalan kaki di zebra cross dapat dihukum 2 bulan kurungan atau denda Rp. 500.000

ARTIKEL

Kerjasama Ikasmantri Padang dan RS Unand, Operasi Bibir Sumbing Berjalan Lancar

BERITA

Kepala Badan Kesbangpol Sumbar Buka Sosialisasi P4GN Bagi Tokoh Masyarakat dan Generasi Muda Kota Padang

ARTIKEL

Tidak Sah Sebagai Ketua PWI Sumbar, Basril Basyar Justru Lantik Pengurus IKWI Tanpa Musprov, Iva Idroes Ketuanya

BERITA

IKAHI Padang Panjang Tinggalkan Meja Sidang, Menjemput Panggilan Kemanusiaan

BERITA

Bakti Kesehatan Polres Bintan di Kampung Tangguh Bebas Narkoba, Berikan Layanan Kesehatan Gratis

BERITA

Kejagung Periksa 1 Orang Saksi Terkait Perkara PT PLN

ARTIKEL

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Berangkatkan Bantuan Kemanusiaan Untuk Mesir Dan Sudan