Home / BERITA / HUKUM

Thursday, 5 January 2023 - 19:53 WIB

Kejaksaan Agung Tetapkan Dirut Bakti Kominfo Tersangka Korupsi BTS 4G

 

Jakarta, Sinyalnews.com,- Direktur Utama (Dirut) Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), berinisial AAL ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

 

Penetapan tersangka ini bersamaan dengan dua tersangka lainnya, yakni GMS selaku Direktur Utama Moratelindo dan YS selaku Tenaga Ahli Human Development (Hudev) Universitas Indonesia Tahun 2020.

 

 

“Tim Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) telah menetapkan dan melakukan penahanan terhadap tiga orang tersangka yang terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika Tahun 2020 s/d 2022,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Ketut Sumedana Rabu (4/1).

 

 

Ketut menjelaskan AAL, telah dengan sengaja mengeluarkan peraturan yang telah diatur sedemikian rupa untuk menutup peluang para calon peserta lain sehingga tidak terwujud persaingan usaha yang sehat serta kompetitif dalam mendapatkan harga penawaran.

Baca Juga :  Mahasiswa dan Aliansi Pemuda Pasaman Barat Sampaikan Aspirasi ke Kejati Sumbar

 

“Hal itu dilakukan dalam rangka untuk mengamankan harga pengadaan yang sudah di mark-up sedemikian rupa,” kata Ketut.

 

Sedangkan, peran GMS, Ketut mengatakan, peranannya 1. secara bersama-sama memberikan masukan dan saran kepada Tersangka AAL ke dalam Peraturan Direktur Utama beberapa hal yang diketahui dimaksudkan untuk menguntungkan vendor dan konsorsium serta perusahaan yang bersangkutan yang dalam hal ini bertindak sebagai salah satu supplier salah satu perangkat.

 

Sementara Tersangka YS secara melawan hukum telah memanfaatkan Lembaga HUDEV UI untuk membuat kajian teknis yang senyatanya kajian tersebut dibuat oleh yang bersangkutan sendiri, di mana kajian teknis tersebut pada dasarnya adalah dalam rangka mengakomodir kepentingan Tersangka AAL untuk dimasukkan ke dalam kajian sehingga terjadi kemahalan harga pada OE.

Baca Juga :  Indikator Politik Indonesia Mengatakan Tidak Langsung, Kinerja Mahyeldi Baik

 

Ketut menuturkan, tersangka AAL dan YS korupsi BTS 4G telah ditahan selama 20 hari di Rumah Tahan (Rutan) Salemba terhitung sejak 4 Januari 2023 sampai dengan 23 Januari 2023. Sementara, tersangka GMS ditahan selama 20 hari di rutan cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

 

Akibat perbuatan para Tersangka, Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 jo. Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

 

“Selain itu, pada hari ini dalam rangka untuk memperkuat penyidikan, Tim Penyidik juga melakukan upaya penggeledahan di 4 lokasi berbeda yang merupakan tempat tinggal para Tersangka,” pungkas Ketut.

 

Share :

Baca Juga

BERITA

Jelang Deklarasi, Pengurus DPP PMN Gelar Kunjungan Strategis ke Universitas Paramadina

BERITA

Seluruh Simpul Relawan Siap Sukseskan Kunjungan Anies Baswedan ke Sumbar

BERITA

Roadshow Bus KPK di Sumbar, Gubernur Mahyeldi Paparkan Sembilan Nilai Integritas untuk Hindari Perilaku KorupsiĀ 

ARTIKEL

Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta Jatuhkan Vonis Dalam Kasus Korupsi Koneksitas TWP AD

BERITA

Gempa dan Badai Tak Surutkan Langkah Warga, Reses Mardiansyah Diserbu Aspirasi di Tanah Pak Lambik

BERITA

Wakapolda Kepri Pimpin Musrenbang Polda Kepri Tahun 2023

BERITA

Dugaan Keracunan MBG, Dapur Masih Beroperasi , Anak-anak Kini Dapat Makanan Instan

BERITA

Dandim 0710 Dikagetkan Kedatangan Rombongan Kapolres Pekalongan yang Membawa Kejutan Kue Ulang Tahun