Home / ARTIKEL / BADAN NEGARA / BERITA / BUDAYA / BUMN / DAERAH / EKONOMI / HUKUM / MAKANAN / NASIONAL / PERISTIWA / POLITIK / UMKM

Thursday, 8 December 2022 - 20:01 WIB

Kaum Suku Bendang Taratak Galundi Nagari Alahan Panjang Kec Lbah Gumanti Pancang Plang Merk Tanda Milik Mereka

Kaum Suku Bendang Taratak Galundi Nagari Alahan Panjang Kec Lbah Gumanti Pancang Plang Merk Tanda Milik Mereka

 

Alahan Panjang, Sinyalnews.com,- Sengketa tanah antara Kaum suku Bendang dengan Pemkab Solok terus berlanjut. Sengketa yang sudah dimulai sejak tahun 1983 tersebut, kemaren memasuki babak baru. Dibawah pengawasan lembaga Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan, Nursan Katik Bandaro dan kaumnya memasang plang merk kalau tanah tersebut adalah tanah milik kaum mereka, Rabu, (7/12/2022).

Asrizal Nurdin Danau salah seorang ahli waris kaum suku Bendang yang berdomisili di Pekan Baru mengatakan, kaumnya telah melaporkan kasus sengketa ini kepada jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Pusat. Kemudian atas perintah JPKP pusat mengirim anggotanya untuk mendampingi kaum suku Bendang menghadapi masalah ini.

Asrizal Nurdin Danau mengatakan, dulu sewaktu dilakukan pengukuran oleh pihak BPN, kita sudah menyuratinya, dan alhamdulillah, pihak merespon surat kita untuk dilakukan penangguhan dikarenakan BPN tidak mengetahui kalau tanah tersebut ternyata masih bermasalah.

Baca Juga :  Kedapatan Bawa Ganja dan Tembakau Sintetis, Elang Diamankan Polisi

“Bahkan beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan mantan Bupati Solok bapak Gusmal, dan beliau mengatakan tak ada secarik kertas pun yang menyatakan kalau tanah tersebut milik pemkab Solok” ujar Asrizal.

Sementara Rudy Chairuriza Tanjung dati Kantor Hukum RCT & Rekan yang bertindak sebagai kuasa hukum Kaum Suku Bendang mengatakan pemasangan plang pada hari ini merupakan integritas daripada kaum-kaum, mengingat pada hari ini KPK sudah mendesak program-program kepada pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk melakukan nasionalisasi aset-aset, artinya banyak aset pemerintah daerah baik provinsi maupun kab/kota yang belum jelas statusnya” ujar Rudy.

Rudy berharap, aset yang dinyatakan oleh pemerintah daerah sebagai asetnya harus jelas kepemilikannya serta tidak merugikan salah satu pihak.

Baca Juga :  Danlanud Sultan Hasanuddin Melepas Keberangkatan Presiden RI Joko Widodo Menuju Jakarta

Sementara Mamak Kepala Waris Kaum Suku Bendang Nursan Katik Marajo mengatakan, sengketa antara kaumnya dengan pemkab Solok sudah dimulai sejak tahun 1983 semasa Hasan Basri sebagai Bupati. Kemudian tahun 1985 semasa Bupati Arman Danau diselesaikan, akan tetapi kami dari kaum suku Bendang dihilangkan dari daftar penerima ganti rugi. “Padahal tanah kami yang dipakai dalam hak guna usaha yang sudah habis berlakunya tahun 2013 lalu mencapai 23 ha dari luas keseluruhan HGU 40 ha lebih” ujar Nursan Katik Marajo.

“Sudah 40 tahun kami teraniaya, dan sekarang kami serahkan persoalan ini kepada pengacara kami ini” ujar Nursan sambil menunjuk kuasa hukumnya Rudy.

(Marlim)

Share :

Baca Juga

BERITA

Ketika Wali Kota Duduk di Lantai Adat, Gerbang TPA Sungai Andok Pun Terbuka”

BERITA

Gelar Upacara Kesaktian Pancasila, Kasubbag Ajak Perkuat Nilai-Nilai Pancasila dan Kebangsaan

BERITA

Dua Hari Operasi Patuh Candi Berjalan, Ribuan Pelanggar Lalin Tertangkap Lewat Kamera ETLE

BERITA

Musyawarah Desa Sialang Muda Hamparan Perak Terkesan ditutupi dan Sarat Permainan

BERITA

Tiga Pilar Desa Maoskidul Bersinergi Amankan Lebaran 2023

ARTIKEL

Angjangsana dan Laksanakan Hanpangan Bersama Masyarakat Adalah Wujud Nyata Kepedulian Satgas Yonif 715/MTL

BERITA

Kemarau Panjang, Polsek Patimuan dan PMI Cilacap Salurkan Air Bersih

BERITA

Asar Humanity Sumatera Barat Bersama Dinsos Kota Padang Antarkan Bantuan Untuk Korban Bencana Angin Puting Beliung