Home / BERITA / DAERAH / INTERNASIONAL / NASIONAL / PERISTIWA

Thursday, 4 May 2023 - 21:44 WIB

Anggota Dewan Pers Atmaji Sapto Anggoro Diskusi Ringan   

Teks Foto: Anggota Dewan Pers Atmaji Sapto Anggoro tengah diskusi ringan bersama media.

 

Padang, Sinyalnews.com,– Anggota Dewan Pers Atmaji Sapto Anggoro menjadi pembicara dalam Halal Bihalal dan Diskusi Membangun Ekosistem Media Digital Sumbar yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sumbar, Kamis (4/5/2023).

Pria yang lebih akrab disapa Mas Sapto tersebut mengawali cerita pengalamannya membangun media detik.com.

Ia menyebutkan, awal didirikan detik.com tersebut hanya memiliki dua wartawan dengan dirinya sebagai redaktur. Hingga tidak ada masalah untuk menerbitkan dengan cukup menelpon wartawan tersebut.

Berjalan waktu, detik.com berkembang dengan mendapatkan investor. Kemudian kewalahan dengan bertambahnya jumlah wartawan, sehingga keteteran. Kemudian dari awalnya satu berita itu bisa 10 paragraf lebih menjadi empat paragraf saja.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 07/Maos Melaksanakan Patroli dan Komsos di Wilayah Binaan

Ia menyebutkan, di awal media online tersebut dihitung berdasarkan “Hits”. Hits itu dihitung berdasarkan jumlah file teks berita dan file foto.

“Tahun bergerak kemudian ada algoritma. Kemudian algoritma diakali orang yang pintar. Kemudian berubah ke page view. Page view diakali lagi dengan page 1 dan 2, hingga 3 da seterusnya,” ujarnya.

Ia menyebutkan, sekarang media online itu dihitung berdasarkan inspresi. Inspresi merupakan berapa lama seseorang dalam media itu.

“Diakali lagi, jika dulu jurnalistik itu dengan piramida terbalik, sekarang piramida beneran. Intinya dibawah, sekarang sudah dibaca kok belum ketemu bahasan sesuai judulnya, ternyata di bawah. Sekarang yang bikin algoritma juga gak mau kalah, selain inspresi ditambah scrolling. Media online mau gak mau harus ikut algoritma,” ujarnya.

Baca Juga :  Berbeda dengan yang lain, DEMA FDIK adakan Upgrading, Raker dan Penanaman Pohon Mangrove

Ia berpesan, setiap yang ingin mendirikan media online harus berpikir, untuk melahirkan media itu bukan pragmatisme saja tetapi harus dengan idealisme.

Kemudian, berkembang lagi dengan Search Engine Optimization (SEO). SEO ini bisa mempengaruhi ilmu jurnalistik sendiri. Ia mencontohkan misalnya judulnya Sapto Anggoro Menemui Jokowi.

“Itu judulnya betul dengan kalimat aktif. Namun berdasarkan SEO, kuantitas, dengan kuantitas Jokowi banyak yang dicari diganti dengan Jokowi Ditemui Sapto. Nah ini benar dalam konteks SEO,” ujarnya.

Diskusi tersebut dimoderatori oleh Pemimpin Redaksi klilkpositif.com Andika D Khagen dan dihadiri sejumlah pemilik dan wartawan media online di Sumbar. **

 

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

SD 43 Sungai Sapih Adakan Pentas Seni Siswa-siswi Tahun 2022

ARTIKEL

Polri Naikan Pangkat Setingkat Lebih Tinggi ke-13 Pati

BERITA

Terus Jaga Hubungan Baik, Babinsa Koramil 07/ Maos Laksanakan Komsos Dengan Warga Binaan

BERITA

Pertemuan Bulanan Persit Ranting 08 Koramil 07/ Maos Dilanjutkan Halal Bihalal

BERITA

Rangkaian Kegiatan HUT ke-15, JMG dan PWI Sumbar Bakal Adakan UKW

BADAN NEGARA

Kadiv Humas Tekankan Beberapa Hal Saat Gelar Apel Kesiapsiagaan Satgas Humas Polri Pengamanan Nataru

ARTIKEL

Koleksi 19 Medali, 6 Siswa MAN 2 Padang Berjaya di Olimpiade Online Nasional

ARTIKEL

Pemerintah Desa Kalibeluk Laksanakan MusrenbangDes Tahun 2025