Home / BERITA / DAERAH / KEMENTERIAN / KOTA PADANG / SUMBAR

Saturday, 31 October 2026 - 08:26 WIB

Syufrizal: Kampung Zakat Harus Jadi Pusat Kemandirian Umat, Bukan Sekadar Penyaluran Bantuan

PADANG, SINALNEWS.COM – Kampung Zakat harus mampu menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang melahirkan umat produktif, mandiri, dan sejahtera. Zakat tidak boleh hanya berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi harus menjadi instrumen transformasi sosial dan ekonomi masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Kasi Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kota Padang, Syufrizal, saat memberikan pembinaan Kampung Zakat sekaligus penyerahan bantuan BSI Maslahat di Masjid Taqwa Guo, Jumat (30/10/2026).

Dalam arahannya, Syufrizal mengungkapkan bahwa keberhasilan Kampung Zakat harus dibangun melalui tiga pilar utama, yakni Transformasi Pola Pikir (Mindset Transformation), Pembangunan Modal Manusia (Human Capital), dan Zakat Berkelanjutan (Sustainable Zakat).

Menurutnya, ketiga pilar tersebut merupakan fondasi penting agar pengelolaan zakat tidak sekadar menghadirkan bantuan sesaat, tetapi mampu menciptakan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat.

Mengubah Pola Pikir dari Ketergantungan Menuju Kemandirian

Syufrizal menjelaskan, pemberdayaan masyarakat harus dimulai dari perubahan pola pikir. Masyarakat perlu didorong untuk meninggalkan mentalitas ketergantungan, berani mengambil peluang, serta memiliki kemauan untuk terus berkembang.

Bantuan zakat, katanya, harus menjadi pemantik kebangkitan, bukan alasan untuk terus bergantung kepada pihak lain.

“Jangan malu menjadi mustahik hari ini, tetapi jangan kehilangan semangat untuk menjadi muzakki pada masa depan. Bantuan adalah titik awal untuk bangkit, bukan tempat untuk terus bergantung,” tegasnya.

Membangun Kualitas Manusia sebagai Modal Kesejahteraan

Pilar kedua adalah pembangunan kualitas sumber daya manusia. Syufrizal menilai bahwa modal terbesar dalam pembangunan bukan semata-mata uang atau bantuan usaha, melainkan kualitas manusianya.

Baca Juga :  JPU Bacakan Replik terhadap Terdakwa H. Dani Bahdani dalam Sidang Pidana Perkara Tanah Mabes TNI Jatikarya

Karena itu, program Kampung Zakat perlu dibarengi peningkatan keterampilan, pendidikan, pengetahuan, kesehatan, karakter, serta pendampingan usaha.

Program UMKM, perikanan bioflok, dan peternakan ayam petelur, misalnya, tidak cukup hanya diberikan bantuan modal. Penerima manfaat juga harus dibekali kemampuan mengelola usaha, meningkatkan produktivitas, membaca peluang pasar, dan mengembangkan usahanya.

“Jangan hanya memberikan modal ekonomi, tetapi bangun kapasitas manusianya. Ketika kualitas manusia meningkat, maka kemampuan untuk menciptakan nilai ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan juga akan semakin besar,” ungkapnya.

Zakat Produktif Harus Memberikan Dampak Berkelanjutan

Lebih lanjut, Syufrizal menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan zakat tidak boleh hanya diukur dari besarnya dana yang terkumpul atau jumlah bantuan yang disalurkan. Ukuran sesungguhnya adalah perubahan kehidupan penerima manfaat.

Menurutnya, zakat produktif harus disertai pendampingan, pengembangan usaha, penguatan pemasaran, serta evaluasi secara berkala. Dengan demikian, bantuan yang diberikan dapat berkembang menjadi sumber penghasilan berkelanjutan.

“Zakat yang hebat bukan hanya zakat yang banyak terkumpul, tetapi zakat yang mampu melahirkan kemandirian dan memperluas kemanfaatan. Tujuan akhirnya adalah mengubah mustahik menjadi munfiq, bahkan menjadi muzakki,” jelasnya.

Sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama

Syufrizal juga menyampaikan bahwa penguatan Kampung Zakat memiliki relevansi dengan arah kebijakan Asta Protas Kementerian Agama, terutama dalam penguatan ekonomi umat, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan tata kelola dan ekosistem zakat.

Melalui Kampung Zakat, nilai-nilai keagamaan tidak hanya diwujudkan dalam kegiatan ibadah dan kepedulian sosial, tetapi juga diterjemahkan menjadi gerakan nyata untuk mengurangi ketergantungan ekonomi, meningkatkan produktivitas, membuka peluang usaha, dan membangun kesejahteraan bersama.

Baca Juga :  Danrem 143/HO Terima Kunjungan Kerja Pj. Gubernur Sultra

Untuk itu, ia mengajak pengurus Kampung Zakat, RW, RT, pengurus masjid, tokoh masyarakat, serta seluruh kontributor agar memperkuat kolaborasi dan memastikan setiap program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Ia berharap Kampung Zakat Guo dapat berkembang menjadi model pemberdayaan umat yang kuat secara spiritual, unggul dalam kualitas sumber daya manusia, produktif secara ekonomi, dan berkelanjutan dalam memberikan manfaat.

Bantuan BSI Maslahat Perkuat Pemberdayaan Masyarakat

Kegiatan pembinaan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan bantuan dari BSI Maslahat sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan Kampung Zakat Guo.

Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat program ekonomi produktif sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Perhatian juga diberikan kepada balita, penerima beasiswa, serta guru TPQ/MDT.

Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pemberdayaan yang tidak hanya menyentuh aspek ekonomi, tetapi juga pendidikan, sosial, dan keagamaan.

Mengakhiri pembinaannya, Syufrizal kembali mengingatkan bahwa masa depan Kampung Zakat sangat ditentukan oleh kemampuan masyarakat mengubah bantuan menjadi kekuatan untuk bangkit dan mandiri.

“Mindset membangun kemauan untuk berubah, Human Capital membangun kemampuan untuk berkembang, dan Sustainable Zakat memastikan perubahan berlangsung secara berkelanjutan,” katanya.

Ia menegaskan, keberhasilan Kampung Zakat bukan ketika masyarakat terus menerima bantuan, melainkan ketika mereka mampu bangkit, mandiri, dan ikut membantu sesama.

Dari mustahik menjadi munfiq, dari munfiq menjadi muzakki. Dari ketergantungan menuju kemandirian. Itulah transformasi zakat yang sesungguhnya.

Haris TJ

Share :

Baca Juga

BERITA

Walikota Aaf Paparkan Perubahan 3 Raperda Masa Sidang 2023

BERITA

Perhiptani Kota Padang Siap Sukseskan PENAS KTNA XVI

BERITA

KETIKA ARUS SUNGAI LEBIH CEPAT DATANG DARIPADA WALI KOTA”

ARTIKEL

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Buka Rakernas APEKSI di Balikpapan

BERITA

Pemko Padang Panjang Raih Piagam Anugerah Pengadaan 2023

ARTIKEL

Tahun Ajaran Baru, Peserta Didik Diajak Budayakan Literasi Yang Menyenangkan

BERITA

Personal Polda Kepri Raih Kejuaran Nasional Atletik Master Indonesia yang di Gelar di Semarang

BERITA

Anggota DPR-RI Komisi VI Fraksi PKS Ibu Hj. Nevi Zuairina, Peran PGE Dalam Proses Transisi Energi Bersih dan Berkelanjutan kepada masyarakat Padang Pariaman