Home / BERITA / DAERAH / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PERISTIWA / SUMBAR

Thursday, 27 November 2025 - 21:26 WIB

KETIKA ARUS SUNGAI LEBIH CEPAT DATANG DARIPADA WALI KOTA”

PadangPanjang.Sinyalnews.com-

Kisah Jenazah yang Diantar Ambulans, dan Pemimpin yang Diantar Pesawat

Hujan deras di Padang Panjang dan Kayu Tanam membawa arus deras, longsor, dan tujuh jenazah yang ditemukan berserakan di sepanjang Sungai Batang Anai. Tapi ada satu hal yang lebih deras dari air bah itu,arus pertanyaan warga tentang kemana perginya walikota saat warganya berkejaran dengan maut.

Di tepi sungai, tim Inafis bekerja seperti mesin,hening, teliti, dan tanpa kamera seremoni. Mereka membuka kantong jenazah satu per satu, mengembalikan nama kepada tubuh-tubuh yang sempat hilang dalam chaos bencana.

Sementara itu, di tempat lain, sosok yang seharusnya menjadi komandan tertinggi di kota kecil itu justru tidak tampak. Katanya berada di kota lain. Katanya pulang ke rumahnya di Jakarta. Katanya… ah, terlalu banyak kata. Yang tak ada hanyalah dirinya.

NAMA-NAMA YANG PULANG TANPA DISAMBUT PEMIMPINNYA

Malam itu, Inafis mengumumkan enam nama: Nilmawati,Junimar,Riki Saputra,Agung Purnomo,Silvi Marta Putri Roby Handaryo Dan sebelumnya Agung dari PLN, yang ditemukan lebih dahulu.

Nama-nama ini bukan sekadar identitas,mereka adalah manusia yang mungkin berharap ada seseorang dari pemerintah berdiri di dekat sungai, sekadar memastikan proses berjalan dengan hormat. Tapi rupanya jenazah lebih mendapat kepastian transportasi dibanding warganya yang masih hidup.

Baca Juga :  Imbauan Cegah Paham Radikalisme dan Terorisme, Upaya Polda Sumbar jaga Kerukunan dan Toleransi di Sumatera Barat 

Enam ambulans merapat, rotator menyala, petugas bergerak dengan ketepatan militer. Ironisnya, yang tak bergerak justru pemimpin daerah.

“796 WARGA BERDESAKAN DI PENGUNGSIAN TAPI KURSI PEMIMPIN TETAP KOSONG”

Di GOR Bancah Laweh dan kantor lurah Pasar Usang, ratusan warga tidur beralaskan tikar dan kardus.
796 orang, dari anak bayi hingga lansia, menunggu kepastian yang tak pernah datang. Jika Anda berjalan ke tengah GOR, Anda akan menemukan banyak hal
selimut donasi,termos air panas,suara anak kecil menangis dan doa ibu-ibu yang takut rumahnya habis diseret tanah

Yang tidak akan Anda temukan?
Seorang walikota. Padahal, posko bencana tidak butuh banyak,cukup kehadiran.Tidak perlu membawa pidato, cukup bawa hati.Tidak perlu membawa rombongan, cukup bawa keberanian.

Tapi ternyata lebih mudah membawa koper ke Jakarta daripada membawa langkah menuju pengungsian sendiri.

“ ALAM DATANG TEPAT WAKTU, PEMIMPIN TIDAK”

Alam punya jadwal.Ia turun sebagai hujan, deras dan mematikan.Sungai mengalir tanpa terlambat.Longsor datang tanpa izin.
Air bah merendam tanpa menunggu.
Semuanya terjadi tepat waktu. Yang tidak tepat waktu justru manusia yang menerima gaji untuk selalu ada saat darurat.

Baca Juga :  TK Sinak Bandara Satgas Mobile 323, Gelar Berbagai Lomba Ramaikan Perayaan HUT RI Ke-79

Beberapa relawan mengatakan “Kalau bencana begini saja pemimpin tidak tampak, mungkin kita harus tunggu bencana yang lebih besar baru beliau pulang.” Kalimat itu terdengar seperti bercanda. Tetapi tidak ada tawa setelahnya.

“SUMBER DAYA ALAM TERBATAS. SUMBER DAYA KEPEDULIAN JUGA TERBATAS”

Ada satu pelajaran pahit dari bencana kali ini:Empati ternyata bukan kewajiban jabatan, melainkan pilihan pribadi.
Dan sayangnya, pilihan itu tidak dipilih hari ini.Di Kayu Tanam, arus sungai membawa jenazah ke hilir.Di Padang Panjang, arus informasi membawa kabar bahwa pemimpin tidak berada di kota.
Dan di posko pengungsian, arus kekecewaan semakin deras.

Barangkali inilah ironi terbesar,
Saat masyarakat menunggu pemimpin, justru pemimpinlah yang menunggu waktu aman untuk kembali.Atau mungkin, ia menunggu momentum lain. Yang lebih nyaman. Yang tidak berlumpur. Yang tidak membawa bau jenazah.
Sementara itu, masyarakat hanya bisa berharap satu hal,Semoga bencana tidak lagi datang ketika pemimpin sedang “tidak di kota.”(paulhendri)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Pangkogabwilhan II Cek Langsung Kesiapan Batalyon Komposit PRCPB Kodam XIV/Hsn

BERITA

Tiga Pilar Desa Maoskidul Bersinergi Amankan Lebaran 2023

ARTIKEL

Dr dr Rahyussalim SpOT (K) SubSp OTB Datuak Bagindo Nan Kuniang : ​Menegakkan Tuah Ninik Mamak manjago Nagari Jan Binaso

BERITA

Sekda Agam: IMLF Dapat Mendorong Peningkatan Literasi dan Berikan Manfaat Positif Pada Masyarakat

ARTIKEL

IMLF-3 Bawa Pesan Perdamaian untuk Dunia Lewat Seni Sastra

ARTIKEL

Longsor Lahar Dingin Porak porandakan Ikon Kota Padang Panjang ”Lubuak Mato Kuciang”

ARTIKEL

Kepala MIN 3 Padang Terima Penghargaan dari Kemenag Kota Padang

BERITA

DPW APKLI Kepri Apresiasi Pelantikan DPW IWO Kepri