Home / BERITA / DAERAH / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PERISTIWA / SUMBAR

Tuesday, 22 September 2026 - 18:48 WIB

Di Tengah Keterbatasan, Relawan PMI Padang Panjang Berangkat ke Solok

PadangPanjang.Sinyalnews.com — Malam belum sepenuhnya berlalu ketika kabar bencana dari Kabupaten Solok sampai ke Padang Panjang. Longsor dan banjir bandang menerjang sejumlah kawasan pada Senin (21/9/2026), mengganggu aktivitas warga sekaligus memutus sementara akses utama Padang Panjang–Solok melalui kawasan Sitingjau Lauik.

Di tengah situasi itu, panggilan kemanusiaan kembali terdengar.
Bukan sirene. Bukan pula perintah dengan fasilitas lengkap. Hanya perlengkapan kebencanaan, tekad, dan keberanian sejumlah relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Padang Panjang yang bersiap menuju lokasi terdampak.

Selasa (22/9/2026), tim relawan PMI Kota Padang Panjang diberangkatkan untuk membantu penanganan bencana di Kabupaten Solok.

Keberangkatan tim dilepas Kasi Penanggulangan Bencana (PB) PMI Kota Padang Panjang, Khairul Abdi. Para relawan membawa perlengkapan yang dibutuhkan untuk mendukung operasi kemanusiaan di daerah terdampak.

Ada satu persoalan yang menyertai keberangkatan itu: keterbatasan anggaran.
Namun, keterbatasan tersebut tidak serta-merta menghentikan langkah para relawan.

“Ini panggilan kemanusiaan. Ketika saudara-saudara kita di daerah lain sedang menghadapi bencana, tentu kita tidak boleh hanya berdiam diri. Meskipun kondisi keuangan kita saat ini belum tersedia sebagaimana yang diharapkan, kita tetap akan berupaya agar tim bisa berangkat dan menjalankan tugas kemanusiaan,” kata Khairul Abdi dalam kesempatan pelepasan tim.

Baca Juga :  Babinsa Datangi Pemilik Warung Klontong

Keputusan untuk tetap memberangkatkan relawan tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari komitmen PMI Kota Padang Panjang dalam merespons setiap situasi kebencanaan.

Panggilan Kemanusiaan Tak Mengenal Batas
Bagi relawan, keberangkatan ke lokasi bencana bukan sekadar perjalanan menuju daerah lain. Ada risiko yang harus dihadapi, terutama ketika kondisi medan dan akses transportasi belum sepenuhnya pulih.

Jalur Padang–Solok melalui kawasan Sitingjau Lauik yang terdampak longsor menjadi salah satu akses penting yang sementara terganggu akibat bencana.

Namun, justru dalam situasi seperti itulah keberadaan relawan dibutuhkan.

Ketua PMI Kota Padang Panjang Maria Feronika Hendri menegaskan bahwa PMI harus hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, sekalipun organisasi menghadapi keterbatasan.

“PMI adalah organisasi kemanusiaan. Ketika terjadi bencana dan saudara-saudara kita membutuhkan bantuan, kita harus hadir. Persoalan keterbatasan anggaran tidak boleh membuat semangat kemanusiaan kita berhenti. Kita akan mencari jalan dan mengupayakan kebutuhan tim agar mereka dapat menjalankan tugas dengan baik di lapangan.”

Maria mengatakan, keberangkatan relawan PMI Padang Panjang ke Kabupaten Solok juga merupakan bentuk solidaritas antardaerah.

“Kita tidak pernah tahu kapan musibah akan datang kepada kita. Karena itu, ketika daerah lain mengalami bencana, sudah sepatutnya kita saling membantu. Relawan kita berangkat bukan karena berlebih, tetapi karena kepedulian dan rasa kemanusiaan.”

Baca Juga :  Serda M Effendi Rawat dan Pupuk Cabe Mitra Karib di Baruah Gunuang

Menurut dia, keselamatan relawan tetap menjadi perhatian utama. Karena itu, tim diminta berkoordinasi dengan unsur penanggulangan bencana di daerah tujuan serta menyesuaikan seluruh aktivitas dengan kondisi lapangan.

Berangkat dengan Apa yang Ada

Dari halaman Markas PMI Kota Padang Panjang, rombongan relawan tampak mengenakan rompi merah dengan perlengkapan kebencanaan.

Tidak ada kesan keberangkatan besar-besaran. Hanya sejumlah personel yang bersiap dengan perlengkapan yang tersedia.

Namun, dari wajah mereka terlihat satu hal: kesiapan untuk turun ketika masyarakat membutuhkan.

Di balik rompi merah itu, mereka membawa misi sederhana, menolong manusia yang sedang menghadapi bencana.

Bagi PMI, kemanusiaan memang tidak selalu datang dengan kondisi ideal. Kadang ia harus bergerak dengan sumber daya terbatas, menembus akses yang sulit dan menghadapi ketidakpastian di lapangan.

Tetapi selama masih ada warga yang membutuhkan pertolongan, langkah para relawan itu belum selesai.

Dari Padang Panjang menuju Solok, mereka membawa lebih dari sekadar peralatan kebencanaan.

Mereka membawa pesan bahwa dalam situasi paling sulit sekalipun, kemanusiaan tidak boleh ikut terputus.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

BERITA

Songsong Pemilu Berkualitas, Wawalkot Salahudin Ajak Pemilih Pemula Jangan Golput

BERITA

Rekomendasi Ganjar Center, Ada 7 Nama Masuk Daftar Bursa Cawapres

ARTIKEL

H.Abdul Aziz Ketua BKMT Sumbar (Calon DPD RI 2024) Silaturahmi dengan ketua DARAM Da’i Rantau Minang di Jakarta

BERITA

Operasi Mantap Brata: Personel Polres Batang dan TNI Bersinergi Amankan Pemilu

BERITA

Kejagung Periksa 9 Saksi Terkait Kasus Korupsi BAKTI Kominfo

BERITA

Gubernur Sumbar Launching Nagari Bersih Narkoba Pauh Kambar  

BERITA

Tawuran Dibubarkan Warga di Kawasan Padang Besi

BERITA

Camat Padang Utara Apresasi PKK Kecamatan Yang Gelar Bakti Sosial dan Bazar Murah